Anggie sudah yakin ia sedang terlelap saat dirinya merasakan tekanan pada kasur tempatnya berada saat ini. Saat membuka mata, ia merasakan dunia sedikit berputar namun dengan cepat ia mengerjapkan kelopak matanya beberapa kali, berharap rasa pusing itu akan segera hilang. Kemudian sebuah tangan besar merengkuhnya, dan ia tahu itu adalah suaminya. "Mas udah pulang? Mau makan?" Tanyanya, berusaha bangkit, namun Raihan menggeleng dan malah memeluk Anggie. "Udah makan tadi. Tidur aja, sayang. Ini jam setengah satu. Mas juga sudah ngantuk banget." Katanya sambil mengecup rambut Anggie. Beberapa detik kemudian langsung terdengar suara napas teratur milik Raihan. Anggie menghela napasnya. Suaminya pasti begitu kelelahan karena pulang selarut ini. Lalu rasa sakit itu datang lagi membuatnya

