56 Meminta kejelasan

1174 Words

Anggie memandangi benda pipih yang berada diantara ibu jari dan telunjuknya dengan perasaan bingung. Lain dengan Esih yang sudah tersenyum girang dan langsung memberi selamat segera setelah tanda dua garis itu muncul. Sementara Anggie masih diam tempatnya, tanpa ekpresi apapun kecuali diam. "Anggie kok bengong, pak dokter tokcer tuh. Langsung berhasil. Gua dulu kosong setengah tahun." Anggie menghela napasnya. Air matanya turun lagi. "Ya ampun, mbak. Kenapa saat begini gue hamil? Kalo bayinya kenapa-kenapa gimana, coba?" Tanyanya panik. Esih bahkan dengan jelas dapat melihat tangannya yang bergetar. "Lu jangan gitu loh, Nggie. Nggak baek dikasih Tuhan kesempatan jadi ibu malah nggak mau." Anggie menggeleng. "Bukan nggak mau. Tapi sakit dikepala ini aja belum jelas. Kalau ternyata gu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD