Mengenal

1060 Words
Gua yang mendengarnya tentu saja langsung terkejut dan melihat kearahnya. Dalam hati gua berasa sedikit kesal sama nih anak tapi ya sudah karena yang dia omongin benar cuman tadinya gua mau basa-basi dulu malah langsung di gas sama Amel. Laila yang mendengarnya langsung tersenyum manis dan sedikit tertawa karena kita bertanya tentang Fikri. Gua yang melihatnya langsung bertanya. "Laila kenapa, kok lu malah ketawa?"tanya gua. "Ahhahha enggak lu kenapa suka ya sama Fikri?"tanya Laila dengan nada bercanda. "Ah gak kok."kata gua dengan nada malu. "Oh enggak apa belum?"tanya Laila. "Hehehehe, gak tau lihat nanti aja."kata gua. "Laila gua boleh nanya gak?"tanya gua. "Nanya apa, ini lu lagi nanya kok izin segala."kata Laila dengan tersenyum manis. "Iyah gua mau nanya tentang Fikri, kata yang lain lu cukup dekat dengan Fikri."kata gua. "Fikray begeng maksud lu?"tanya Laila. Gua yang mendengarnya berasa sedikit bingung dan langsung bertanya. "Fikray begeng maksudnya, siapa?"tanya gua. "Fikray itu Fikri gua manggil dia itu, namanya emang Fikri tapi karena rese makanya gua manggil nya Fikray."kata Laila sambil tertawa. "Oalah Iyah Fikri, lu tau bagaimana sikapnya?"tanya gua. Laila langsung menjelaskan bagaimana Fikri. Sikapnya Fikri pada dasarnya baik cuman dia itu emang sedikit aneh karena kejadian di masa lalunya, kata Laila ketika SMP dia pernah mendapatkan bulian ketika di sma dia mendapatkan sikap yang lebih baik dari teman-temannya namun, rasa dendam seringkali menghantuinya. Mendengar penjelasannya Laila gua sedikit paham kenapa sikapnya Fikri kaya gitu tapi yang lebih mengagetkan adalah sikap isengnya, kata Laila dia sudah jahil sejak masih TK karena Laila juga merupakan teman TK nya Fikri. Kita bertiga pun memesan makanan dan juga mengobrol santai setidaknya gua sedikit tau dan paham kenapa sikapnya Fikri seperti ini. Setelah makan gua sama Amel langsung kembali ke bengkel untuk mengambil mobil gua. "Oh ya sudah makasih ya Laila, gua sama Amel pamit dulu mau ke bengkel lagi ngambil mobil."kata gua. "Oh, iya hati-hati ya pulang ya jangan keseringan mikirin Fikri entar gak fokus bawa mobilnya."kata Laila dengan nada bercanda. "Iyah Laila, ngapain gua mikirin dia."kata gua. Amel yang mendengarnya justru ikutan untuk meledek gua. "Iyah Laila, Putri mah gak mikirin Fikri soalnya kan Fikri adanya di hatinya bukan di pikirannya."kata Amel sambil tertawa. "Ih, Amel,"kata gua sambil mencubit tangannya. "Hehehehe, sakit Putri kebiasaan main cubit aja."kata Amel. Kita kembali ke bengkel dan mengambil mobilnya. Dari bengkel kita langsung menuju kesekolahan nya Pepi untuk menjemputnya. Seperti biasa kita suka menjemput Pepi kalau gak ya menjemput adiknya Amel. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, gua dan Amel akhirnya tiba disekolah nya Pepi dan melihat wajah murung serta bete nya. "Pepi kenapa kok mukanya bete gitu?"tanya gua. "Uhhhh, ka Putri jemputnya lama!"kata Pepi dengan nada bete. "Hehehehe, maaf mobil ka Putri tadi ke bengkel dulu, tanya aja sama ka Amel kalau gak percaya."kata gua dengan nada yang lembut. Pepi yang mendengarnya mulai tersenyum dan langsung masuk ke mobil kita untuk pulang namun, sebelumnya seperti biasa gua main dulu kerumahnya Amel. "Pepi kamu mau langsung pulang atau ikut Kaka kerumahnya ka Amel?"tanya gua. "Langsung pulang aja ka, udah sore juga Pepi mau tidur."kata Pepi. "Kamu udah makan tapi?"tanya gua. "Belum."kata Pepi dengan nada lemas. "Iyah sudah kita beli makan dulu."kata gua. Kita langsung pergi menuju kerumah makan untuk memesan makanan dan minuman bersama cemilan. Brem ...bunyi suara mobil gua yang melaju dengan kecepatan sedang menuju kerumah makan. Tidak lama kemudian kita tiba di rumah makan. Karena tinggal Pepi yang belum makan jadi gua buat dia aja. "Pepi mau makan apa, tinggal pesan nanti kaka yang bayar?"tanya gua. "Terserah ka, aku ikut aja."kata Pepi. "Oke, kaka pesan soto ayam ya."kata Gua. "Gak mau yang kuah."kata Pepi. "Lah tadi katanya terserah, ya sudah Putri pesan nasi goreng."kata gua. "Gak ah jangan nasi nanti gak habis."kata Pepi. Gua yang mendengarnya mulai berasa kesal dengan ulah anak satu ini. "Terus kamu mau makan apa Pepi?"tanya gua. "Terserah kaka."kata Pepi. "Hmmmmmmm, ya sudah kaka pesan mie ya?"tanya gua. "Gak mau, udah ka soto ayam aja."kata Pepi. "Lah, tadi kamu kagak mau."kata gua dengan nada bingung. "Itukan tadi bukan sekarang."kata Pepi. Gua yang mendengarnya semakin berasa kesal, untung adik gua namun, Pepi yang melihat ekspresi kekesalan gua malah ngajak gua bercanda. "Ka Putri mukanya senang banget, ingat ka adik yang baik selalu mengikuti kakaknya."kata Pepi. "Terus?"tanya gua dengan nada bete. "Kalau adiknya labil dan gak jelas berati mengikuti kakaknya."kata Pepi sambil tertawa. Gua yang mendengarnya langsung cemberut dan merasa bete. Setelah memesan makan kita langsung pergi pulang menuju kerumah gua. Sepertinya gua gak jadi main dirumahnya Amel karena waktu yang sudah sore hari dan gua juga mau istirahat dulu serta masih ada tugas yang harus segera gua kerjakan. Kita bertiga langsung pulang kerumahnya Amel untuk mengantarnya setelah itu langsung pulang kerumah. Brem ...brem ...bunyi suara mobil gua yang menuju kerumah Amel. Kita bertiga akhirnya tiba dirumahnya Amel namun, karena waktu sudah sore hari jadi gua sama Pepi langsung pamit pulang kepada kedua orangtuanya Amel. "Amel, ibu, bapak Putri sama Pepi langsung pamit pulang ya."kata gua. "Gak mampir dulu?"tanya ibunya Amel. "Gak usah bu terimakasih, soalnya juga sudah sore gak enak."kata gua. "Oh ya sudah hati-hati dijalan."kata ibunya Amel. "Iyah bu, permisi."kata gua. Amel yang juga iseng malah tetap mengajak gua bercanda dan menjahili gua. "Pepi jagain ya kakaknya, hati-hati dia lagi jatuh cinta."kata Amel. Gua yang mendengarnya langsung menatap sinis ke Amel. Karena Pepi orangnya suka pengen tau nanti kalau dia cerita ke bapak gua kan bahaya bisa disuruh kerumah nanti si Fikri. Pepi yang mendengarnya langsung tersenyum-senyum menatap wajah gua, gua yang melihatnya langsung menepuk jidat. Brem ...bunyi suara mobil gua yang pergi meninggalkan rumahnya Amel. Gua sama Pepi di mobil sambil bercerita dan bercanda namun, karena omongan Amel tadi Pepi yang suka pengen tau terus bertanya gua lagi jatuh cinta sama siapa tetapi gua gak mau menjawabnya. "Ka Putri jujur sama aku lagi suka sama siapa?"tanya Pepi. "Cowok."kata gua dengan nada cuek. "Ih, tau aku juga pasti sukanya sama cowok masa iya cewek. Namanya?"tanya Pepi. "Udah di tulis di ktp nya."kata gua sambil tertawa. Pepi yang mendengarnya langsung berasa kesal sama gua dan gua langsung tertawa. Tidak lama kemudian kita berdua akhirnya tiba di rumah, baik gua maupun Pepi langsung segera membersihkan diri dan bersiap-siap untuk sholat magrib. Waktu berlalu hingga siang berganti malam, senja yang menawan berganti dengan indahnya rembulan. Dalam hati gua berasa senang sekali bisa gantian ngejahilin dia tadi gua yang dibikin kesal sama dia sekarang gantian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD