Mengubah Suara

1176 Words
Shuttle Racing Arena – Jakarta Pusat 2021 Sebenarnya sih dari tiga jam yang lalu setelah Arunika memutuskan untuk kabur dari Klandestin University of People's, ponsel yang terletak di saku celana miliknya itu sama sekali tidak berhenti bergetar barang sedetik pun. Entah itu akibat dari notifikasi pesan singkat yang dikirimkan beberapa teman sekelasnya, sosial media maupun panggilan telepon dari beberapa teman angkatan yang penasaran dengan hubungan antara dirinya dengan Fabian, setelah mereka melihat unggahan di laman aplikasi komunitas Klandestein – Klandestin Secret Portal. Dan sesuai dengan yang telah Arunika duga sebelumnya, bukti visual perdebatan sengitnya tadi siang bersama Fabian akhirnya di unggah dan juga footage foto dan video Fabian yang menghampiri Arunika di kelas tidak luput untuk di posting di laman Klandestein dan berkat itu semua juga secara singkat semua posting yang terkait dengan kejadian itu menjadi trending berada di barisan nomor satu dan nangkring di sana sejak beberapa jam yang lalu, karena bagi anak-anak Klandestin semua hal tentang klub varietas itu sangat menarik apalagi ini menyangkut Tanaqeel, Fabian dan Reiyyan dua kubu yang sering bersebrangan dan kontradiktif. Dan karena kejadian itu juga Arunika mendadak menjadi banyak memiliki teman! banyak orang yang ngaku kenal dengannya dan mengaku-ngaku menjadi teman dekatnya padahal ya teman Arunika hanya Greta Sikas dan Mario Mannuel hanya dua orang itu saja gak ada yang lain, yang lain ya sebatas sapa dan senyum saja. Baru Arunika hendak ingin menonaktifkan ponsel miliknya, satu panggilan dengan ID caller Rowan Mahendra masuk, membuat ia mengurungkan apa yang akan ia lakukan dan menghela nafas ia tidak memiliki pilihan lain selain mengangkat panggilan itu karena kalau Rowan sampai menelpon di hari yang bukan jam kerja ‘Eclair Racer’ pasti ada hal yang mendesak dan harus segera diselesaikan. “Ada apa nih Ro tumben nelfon?” tanya Arunika pelan, saat panggilan mereka berdua akhirnya terhubung. “Ke markas Shuttle Racing ya Ka sekarang gak pake lama pokoknya.” Rowan berkata tanpa basa-basi dari sebrang sana, ciri khas pria itu banget kalau ngobrol, selain gak sopan juga menyebalkan. “Ngapain ke sana? Tidak ada jadwal balapan hari ini kan.” Dahi Arunika berkerut dalam, seingatnya mereka tidak memiliki jadwal balapan apapun dan ini juga bukan jam kumpulnya bersama yang lain. jadi ada apa? “Arellio meminta gue untuk memanggil semua orang,” ada jeda diantara kalimatnya dan itu membuat Arunika penasaran, suara Rowan merendah, “Gue dengar ada pekerjaan besar, jadi jangan mencoba absen hari ini ya Arunika Gauri karena gue mengawasi Lo awas aja Lo!” Peringat Rowan sebelum memutuskan panggilannya. Dasar orang kurang ajar itu! Kalau tidak ingat bahwa dia adalah server Eclair Racer dan umurnya lebih tua dari Arunika sudah pasti Arunika akan memberikan pria itu pelajaran karena tingkah yang tidak sopan dan menyebalkan. Karena tidak ingin di teror oleh Rowan, dan percayalah dengan Arunika, kamu pasti tidak ingin di teror oleh pria itu. Rowan yang merupakan ahli IT atau sebut saja dia adalah master IT, pria itu sering sekali meneror semua orang lewat kemampuan yang dimiliki pria itu – dia bahkan pernah di deportasi dari United States setelah membobol keamanan situs resmi FBI – Pernah waktu itu Rowan dengan sengaja mengganti wallpaper ponsel milik Arunika dengan gambar boneka Annabelle dan gak bisa di rubah selama satu minggu full pria itu juga pernah mempermainkan semua alat elektronik yang terkoneksi online di flat milik Arunika membuat alat itu berubah menjadi sangat menyeramkan karena nyala mati terus menerus membuat Arunika was-was dan mimpi buruk sepanjang malam hari berikutnya. Karena gak ingin kejadian sialan itu terulang kembali Arunika bergegas mengganti piyama tidur miliknya menjadi pakaian yang lebih tertutup, gak lupa ia meraih topi dan masker sebelum keluar dari flat saat hendak mengunci Flat panggilan dari orang yang tidak diinginkan kehadirannya oleh Arunika memasuki gendang telinganya, Arunika menoleh sedikit kebelakang. “Oi Ka, Lo mau ke Shuttle Racing nih?” Tanya Mario dengan sedikit berteriak pria itu berdiri sambil bersandar pada body motor gede nya seolah telah menunggu kehadiran Arunika, pria itu hari ini tampak stylish dengan jaket kulit hitam dan celana panjang yang juga berwarna hitam. Arunika berniat mengabaikan keberadaan pria itu karena masih terlalu kesal kalau mengingat hal sial yang baru saja menimpa dirinya, yang sepenuhnya karena salah pria itu. Baru akan melangkah lebih jauh menuju mobilnya yang terparkir di depan gang tangannya di cekal pria itu dengan erat, selain pengkhianat Mario itu sungguh mengganggu dan sangat menyebalkan!. “Apa lagi sih lepas gak!, gue gak mood dan gak mau meladeni permainan lo lagi ya Mar!.” kata Arunika meninggikan suaranya dia tidak pernah seperti ini namun jika Arunika mengubah nada suaranya, dan mengubah cara nya berperilaku dengan orang lain dari baik menjadi buruk maka dia benar-benar telah kecewa dang sangat marah. “Gue antar ke Shuttle Racing Ka, kebetulan gue juga mau ke sana dah malem banget juga.” Tandas Mario sebelum melepaskan cekalan nya dan menyerahkan helm kepada Arunika. Keberadaan satu helm cadangan yang di bawa Mario membuat Arunika curiga kalau Mario memang sudah merencanakan kehadiran dirinya di depan flat Arunika malam ini. Arunika tidak akan goyah!! tidak akan semudah itu!! Walaupun Arunika masih berdiri kaku dengan helm yang tidak ia pakai, Mario tetap menghidupkan mesin motornya dan bersiap tancap gas. “Ayo ngapain? buruan naik sini gue lagi baik hati ini Ka.” “Baik hati ndas mu itu Lo masih bilang begitu setelah apa yang telah lo perbuat kepada gue dasar pengkhianat sialan lo!!.” Teriak Arunika kesal kepada Mario yang hanya memejamkan matanya karena mendapatkan semburan maha dahsyat itu, hell yaahh Arunika benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Mario, setelah pria itu mengkhianati perjanjian mereka dia berlagak kalau hubungan mereka baik-baik saja? Fabolous!!! Pria itu bermuka tebal dan gak tahu diri banget menyebalkan banget kan! “Gue gak kasih nama lo ke Fabian Ka beneran sumpah.” kata Mario pelan, dia mengusap wajahnya dengan frustasi. “Terus siapa yang kasih kalau bukan lo pelakunya, yang tahu gue kerja di Shuttle Racing kan ya cuman lo aja Mario!.” Teriak Arunika emosi. “Secara teknis gue cuman ngasih hint aja sih kepada Fabian, selebihnya gue udah gak tahu lagi.” kata Mario pendek. “Sama aja sialan b******k tahu gak Lo!.” umpat Arunika karena gak terima. Mario meringis mendapatkan semburan berbagai macam umpatan itu dari Arunika. “Ya, ya ya mengumpatnya nanti aja, ayo buruan berangkat keburu bubar nanti after party nya!.” Mario terkekeh sebelum menarik tangan Arunika sedikit keras, seperti diingatkan kembali tentang Rowan si pria yang menyebalkan dan telah menunggu dirinya membuat Arunika mengalah dan naik ke jok belakang Mario. “Gue masih marah ya sama Lo Mario! gue juga belum memaafkan Lo pokoknya gue benci dengan Lo titik gak pakai koma pokoknya.” Kata Arunika dengan ketus sembari memasang helmnya. Mario mengangguk-angguk kepalanya patuh, “Iya Ndoro, gue tahu dan gue yang salah tapi marahnya ditunda dulu yok buruan berangkat telat nanti kuy lah.” Arunika mendengus sebelum naik ke jok belakang motor pria itu. Begitu Arunika telah naik secara sempurna dan dengan ogah-ogahan memegang pundak Mario, lalu pria itu tancap gas membelah jalan ibukota yang kebetulan sedang lenggang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD