In For a Penny, in For a Pound

1861 Words
Klandestein University Of People District, Jakarta Pusat – 2021 Dear god, maafkan seorang Fabian Airlangga tuhan karena sepertinya dia akan mengingkari kembali janjinya yang telah ia buat sebelumnya dan itu semua terjadi hanya karena seorang wanita bernama Arunika Gauri! berkat uang, kekuasaan dan koneksi yang ia miliki hanya dalam satu malam dia berhasil mendapatkan nama Arunika Gauri dan segala hal tentang wanita itu. Kata Reiyyan Abbiyu ketua Sparta yang aslinya merangkap jadi kacung Klub Varietas lewat penelusuran singkat pria itu, tidak banyak yang tahu tentang siapa itu sebenarnya Arunika Gauri, teman-teman sekelas Arunika hanya tahu kalau nama wanita itu hanya terdiri dari dua suku kata – yang mereka dengar hampir tiap hari lewat absensi dosen–, tapi setelah Fabian dengan sengaja menginvestasikan waktu atau uang nya untuk menelusuri semua tentang Arunika lebih lanjut dan sedikit menyogok bagian kemahasiswaan Klandestein dengan koneksi miliknya, Fabian akhirnya mengetahui kalau wanita itu aslinya punya tiga suku kata nama yaitu Arunika Gauri Wajendra. Seperti namanya yang aneh, unik dan gak biasa bagi Fabian sekarang wanita itu juga terlalu aneh, misterius dan unik mungkin karena hal itu juga ia kehilangan pikiran rasionalitas miliknya yang selalu ia agung-agungkan dan berakhir mengganggu si pembalap amatiran. Padahal niat awal Fabian kan dia hanya akan mencari tahu tentang Arunika tidak lebih tidak kurang, dia hanya ingin sebatas tahu siapa orang yang berhasil mengalahkan dirinya sang Racer nomor satu di Indonesia sekaligus anak kesayangan dari tim Cyan Racing Lynk & Co. Namun setelah melihat Arunika secara langsung pagi tadi di gerbang fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial Fabian mendadak hilang kendali dan berakhir mengganggu wanita itu dengan menyambangi kelas wanita itu di hadapan banyak orang, mengambil kunci mobilnya dan memaksanya mengikuti permainan yang dia buat. Dan congratulations Fabian, kini kamu sekarang terlihat tidak ada bedanya dengan para pem-bully yang gak tahu aturan seperti Sparta, bahkan seperti agak sedikit parah karena menganggu makhluk berjenis kelamin wanita. “Kalau begitu dengan begini urusan lo sama cewek ini selesai, balik ke Ruang Klub kita ada rapat Fab.” Tanaqeel Russel meraih paksa kunci mobil Arunika dari tangan Fabian dan menyerahkannya begitu saja kepada Arunika yang dapat dipastikan kalau wanita itu sekarang senang setengah mati dan bersorak dalam hati – semua itu tertulis di wajahnya – dan Fabian hanya bisa menonton semua itu dalam diam, setelah mendapatkan kunci miliknya wanita itu kabur dengan langkah ringan dari ring panas yang menjeratnya meninggalkan semua kekacauan di belakangnya dan Fabian tidak lagi bisa menyembunyikan kekesalannya kepada Tanaqeel yang berani-beraninya ikut campur masalah pribadinya. Mungkin karena Tanaqeel Russel adalah anak kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan merupakan orang yang paling disegani di Klub Varietas membuat pria itu berlagak menjadi pemimpin Klub Varietas –walaupun memang sih sebenarnya pria itu yang paling dominan– sedari awal Fabian tidak pernah menyukai pria sok dan penuh pencitraan itu. Tapi suka tidak suka, mau tidak mau Fabian dan Tanaqeel itu berada di lingkup sosial yang sama, mereka tidak bisa menghindar sekuat apapun mereka ingin, kecuali kalau Fabian rela untuk turun kasta sosial, jatuh miskin atau bergabung dengan sparta dia bisa menghindari Tanaqeel. But well, Fabian masih sayang previlage yang ia miliki sekarang dan dia tidak ingin hal buruk itu terjadi padanya. “Lo apa-apaan sih Tan.” Fabian berkata dengan sangat kesal kepada Tanaqeel Russel, pria yang aslinya lebih tua satu tahun dari Fabian itu menatap Fabian tanpa emosi, pria itu terlalu datar dan tidak ada emosi yang terlukis di wajahnya pembawaan Tanaqeel yang selalu tenang membuat Fabian kesal sendiri dibuatnya. “Lo yang apa-apaan, menyakiti perempuan itu gak gentle sama sekali ya Fab. Dan itu jadi urusan gue karena Lo adalah bagian dari Klub Varietas gue gak mau karena kelakuan buruk Lo membuat kami ikut kena getahnya.” Ucap Tanaqeel dengan sangat bijak. “Apaan sih Lo Tan, siapa yang menyakiti siapa coba.” Kata Fabian dengan sangat kesal karena tuduhan tidak masuk akal Tanaqeel, dia bahkan tidak menyakiti Arunika sama sekali, pegangan tangannya pada lengan Arunika bahkan tidak kuat jadi bagaimana pria itu dapat menyimpulkan kalau dia telah menyakiti Arunika? Tanaqeel melihat Fabian berikut Reiyyan dengan mata merendahkan dan sedetik kemudian Fabian tahu apa yang dimaksud oleh Tanaqeel. “Gue gak melarang pergaulan Lo Fab, Lo bisa berteman dengan siapapun tapi ada baiknya thinking twice sebelum bergaul,” pria itu menepuk bahu Fabian dengan pelan. “Ke Ruang Klub Varietas sekarang karena sebentar lagi kita akan rapat.” Lanjut Tanaqeel sebelum berlalu meninggalkan Fabian dan Reiyyan, saat Tanaqeel telah pergi dari tempat kejadian perkara orang-orang yang tadinya menonton ikut bubar membuktikan bagaimana pengaruh dan daya magnet Tanaqeel itu. “Lo ...” Fabian menunjuk Reiyyan kesal begitu tidak ada lagi mata dan telinga yang mengawasi mereka, “Apa sih yang Lo lakukan dengan cewek tadi?” “Gue gak melakukan apapun dia aja yang kurang ajar karena dia–” Reiyyan masih mencoba untuk terus membenarkan dirinya. “Apa yang sudah Lo lakukan kepada Arunika?!” Ulang Fabian dengan penuh penekanan di setiap kata yang ia ucapkan, Reiyyan Abiyu harus tahu siapa yang paling tinggi di sini– he should know who is the boss! “Gue bahkan belum memukulnya, Lo dan Tanaqeel itu kenapa sih hanya karena Jalang itu kali –!” perkataan Reiyyan terhenti karena Fabian memotongnya cepat. Fabian mengepalkan tangannya kesal karena perkataan sombong Reiyyan, “Lo seharusnya cukup melakukan apa yang gue perintahkan! Jangan salah paham! Gue membiarkan Lo berada di tempat Lo sekarang bukan karena your fucxking abilities, but because you have to know your position. You are subordinates and I have the authority over everything.” Katanya kesal sebelum berbalik meninggalkan Reiyyan yang terlihat sangat marah dengan perkataan yang di lontarkan Fabian, but he don’t f*****g care!. Kaki panjang Fabian melangkah dengan cepat menyusuri koridor yang akan membawa dirinya menuju ruang rapat klub varietas berada di paling ujung dan ruangan satu-satunya yang memiliki fasilitas terbaik di Klandestein University Of People, dengan perlahan ia mendorong pintu kayu jati kualitas terbaik itu terbuka dan sepertinya Fabian adalah orang terakhir yang datang karena dua puluh orang mahasiswa golongan atas Klandestein telah berada di kursi mereka masing-masing tengah menunggu pengarahan yang diberikan oleh Tanaqeel. “Duduk.” Perintah Tanaqeel tidak ingin dibantah, Fabian membuang nafas kasar mendengar perintah itu. Sabar Fab! Tanpa ingin membuat keributan yang tidak perlu ia duduk di salah satu single sofa kosong yang tidak jauh dari tempatnya berdiri, ikut bergabung bersama kumpulan orang-orang yang memuakkan, kumpulan anak-anak yang di tuntut oleh orang tua mereka untuk menjadi yang terbaik dari yang baik. “Bang Arven Dejanu masih berada di United States untuk menjadi salah satu key note speakers di Ted Talk dan punya rentetan kegiatan so dia masih banyak banget jadwal di sana oleh karena itu kita bisa memulainya sekarang tanpa dirinya gue juga udah ijin dengan beliau.” kata Tanaqeel menyebut salah satu acara dari salah satu organisasi non profit yang sangat terkenal di kalangan milenial di hampir seluruh dunia khususnya benua Amerika karena secara lewat event Ted Talk mereka sukses mengumpulkan para tokoh dunia yang inspiratif untuk mempengaruhi orang lain. Tanaqeel pria itu berdiri di depan semua orang dengan spidol di tangannya lalu ia membalik white board menghadap semua orang, “We know that, bulan ini kompetisi nasional dan internasional akan di selenggarakan jadi kita akan memutuskan siapa yang akan maju sebagai delegasi University of People nantinya.” kata Tanaqeel dengan suara yang cukup lantang. Ya kamu tidak salah dengar, mereka Klub Varietas biasanya membagikan prestasi secara rata untuk dua puluh orang anggota dengan begitu mereka semua tidak perlu berkompetisi satu sama lain. Waste time right? Karena tujuan mereka sama – mengumpulkan catatan prestasi untuk personal branding mereka yang dimasa depan dapat menunjang karir mereka. “Tahun kemarin yang kebagian kompetisi nasional akan mengambil kompetisi internasional dan berlaku sebaliknya –” “Tan tapi gue butuh IMC untuk tahun ini.” Clarise Jovanka mengangkat tangannya, yang wanita itu maksud adalah lomba tahunan tingkat internasional untuk mahasiswa matematika, delegasi IMC sendiri sebenarnya diputuskan dari pemenang lomba ON-MIPA. “Clarise benar Tan gue juga butuh yang internasional.” beberapa orang yang lain mulai menyahut, seperti koor tapi suara mereka gak merdu sama sekali karena malah terdengar begitu berisik. “Orang tua gue bilang kalau yang gue butuhkan adalah kompetisi internasional bukan nasional lagi.” “Olimpiade matematika dan sains yang gue butuh kan agar dapat masuk Cornell tahun depan Tan.” Salah seorang anggota klub Varietas yang berada di ujung mengangkat tangannya. “Gak bisa gitu rud, semester kemarin gue sudah mengalah untuk olimpiade itu.” “Itu kan kemarin, kalau lo merasa gak adil gimana kalau kita berlomba sungguhan karena faktanya matematika gampang buat gue–” “Lo se yakin itu? matematika sangat gampang buat lo” Tanaqeel memotong perkataan semua orang dengan nada dingin, here we go again! Tanaqeel yang super duper dingin dan gak berperasaan itu akan membabat habis semua orang yang menentangnya. “Kalau Lo tetap bersikeras gimana kalau kita berkompetisi dengan adil seperti yang lo maksud itu, let’s post that competition di papan buletin dan biarkan anak-anak di Klandestein ikut seleksi pemilihan delegasi semakin banyak yang tahu semakin serukan dan dengan begitu Lo akan tahu siapa yang akan maju gimana?” Nice shot! Walaupun Fabian tidak menyukai Tanaqeel Russel tapi apa yang dikatakan oleh pria itu benar, kebanyakan dari puluh orang di Klub Varietas yang menjadi mahasiswa unggulan di Klandestein mereka berada di tempat mereka sekarang bukan hanya karena kemampuan mereka, namun karena si perfeksionis di depan sana lah yang mengalah. I am not gonna lie Tanaqeel dan Arven Dejanu – dua orang terbaik di klub varietas – dapat memenangkan semua kompetisi itu tanpa berpikir keras karena keduanya itu monster jenius, semua orang di klub varietas termasuk Fabian tidak semudah itu dapat bersaing dengan mereka mungkin kalau pria itu tidak mengalah anak-anak klub varietas yang lain harus berjuang mati-matian hanya untuk masuk seleksi babak pertama. semua orang kecuali keduanya harus put blood sweet and tears hanya untuk lolos menjadi delegasi sementara. “Kalau gue mau gue bisa memenangkan semua kompetisi itu dan tidak menyisihkan apapun untuk kalian Bagaimana? Haruskah gue dan Arven Dejanu juga ikut berkompetisi dengan lo semua sekarang?” Clarise dan beberapa orang yang tadinya protes menunduk, dan Fabian hanya bisa tersenyum miring melihat itu, pemandangan yang sangat biasa ia saksikan saat rapat. Ini belum seberapa dibandingkan kalau Arven Dejanu si monster jenius nomor satu di klub varietas ada, mungkin anak-anak yang tadinya protes telah dibantai habis-habisan oleh Arven lebih ganas dan lebih brutal daripada Tanaqeel Russel. “Oke ada yang ingin kembali menyanggah?” Tanya Tanaqeel Russel dengan pelan, pria itu menggulirkan matanya ke semua orang karena tidak ada yang bicara dia kembali melanjutkan perkataanya itu, “Jadi sesuai dengan rencana awal gue akan maju untuk delegasi International Mathematics Championship, nanti Bang Arven Dejanu yang akan ambil alih World University Debate Championship karena dia yang paling sesuai dan Fabian Lo yang akan maju mewakili Klandestein di Asia- Pacific Broadcasting Union Singapore oke ... all done!” kata pria itu gak ingin di ganggu gugat. Welcome to our university kawan, dimana uang, kekuasaan dan koneksi menjadi satu-satunya yang dapat di andal kan untuk bertahan hidup di sini. di universitas kita tercinta –Klandestein University of People.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD