Berikan manfaat dari keraguan

1581 Words
Shuttle Racing Arena Level 2, Jakarta Pusat – 2021 Arunika bersama dengan Eclaire team yang lain minus Keira Saseki telah duduk di meja bundar di sudut ruangan menjauh dari keriuhan gemerlap after party shuttle racing, malam ini sepertinya mereka akan membahas proyek balapan selanjutnya yang akan di hadapi oleh Eclaire. Semua orang tampak sangat serius dengan pertemuan ini, terlalu kontradiktif dengan suasana sekeliling mereka yang berisik dan riuh oleh orang yang bersenang-senang, mereka sebenarnya bisa saja pindah ke bilik namun Arellio terlalu malas bergerak jadi lah mereka akhirnya di sini. “Thank you for coming tonight, saya tahu ini di luar jam kerja kalian, I have on choice karena ini mendesak dan tiba-tiba.” Buka Arellio dengan nada pelan, pria itu melihat wajah semua orang satu persatu untuk mengukur respon yang ditunjukkan kepadanya. “Kita akan balapan minggu yang akan datang, a big races karena itu juga saya mengumpulkan kalian malam ini.” Kata Arellio dengan santai santai, pria itu menyandarkan tubuhnya di sofa dengan gelas tinggi champagne di tangan kanannya kakinya bersila menandakan d******i kuat diantara semua orang yang ada di sana. Dilihat dari sisi mana pun Arellio sekarang sangat-sangat menawan, wajahnya yang blasteran Prancis membuat pria itu menjadi gen unggul dan walaupun mereka telah duduk di sudut ruangan menjauh dari keramaian ada saja orang-orang, atau lebih tepatnya wanita yang mencuri pandang ke arah meja mereka, membuat Arunika duduk dengan tidak nyaman. Sepertinya wanita itu menjadi sangat sensitif akhir-akhir ini, karena selalu menjadi pusat perhatian membuat Arunika jadi merasa sesak dan tidak bisa bergerak leluasa, ia menghela nafas panjang. Pikiran Arunika melayang-layang memikirkan semua yang telah terjadi padanya hari ini, terutama ia sangat memikirkan tentang Fabian dan Mario apa yang harus Arunika lakukan kepada dua manusia menyebalkan itu? Dan apa yang akan terjadi pada hidupnya selanjutnya? Bagaimana dunia perkuliahannya setelah ini? Apakah akan baik-baik saja? .... dan Arunika rasa tidak, mustahil. “With who?” Tanya Benjamin. “Keira telah berhasil me lobby pihak MZ.” Jawab Arellio dengan singkat. “Salah satu organisasi yang mendanai Shuttle Racing?” Tanya Rowan kembali memastikan, awalnya Shuttle Racing itu hanya di danai oleh Eclaire, Rodeo dan Marlos big three nya Shuttle Racing. Namun hanya baru-baru ini saja organisasi MZ – lebih dikenal sebagai MZ Night Club yang berbasis di Bali mulai bergabung bersama Shuttle Racing dalam mendanai. “Ya benar MZ yang akan menjadi sponsor balapan minggu ini tapi bukan hanya itu saja, kita tidak akan melakukan balapan seperti biasanya, we are not match.” Terang Arellio kepada semua orang. “Kita tidak satu lawan satu, lalu bagaimana?” Tanya Benjamin dengan bingung, Shuttle Racing biasanya hanya balapan satu lawan satu atau paling mentok tiga mobil dalam satu street. Itu bukannya dilakukan tanpa alasan, semakin sedikit mobil yang turun di jalan semakin kecil kemungkinan dapat di deteksi pihak otoritas. “Ten Racer in one time.” Arellio melihat semua orang dengan sangat serius. “Bukankah itu terlalu berbahaya, pihak otoritas akan dengan mudah mengetahui itu.” Sahut Rowan sedikit khawatir. “Right, memang terlalu berbahaya. but the rewards offered are also quite large in this race ....” Arellio kembali memperhatikan semua orang, pria itu mengukur respon semua orang setelah mengatakan tentang imbalan. Everybody loves money dan dia yang paling tahu bagaimana membuat semua team Eclaire tergerak, “Over seven hundred thousand dollars just for one race.” Sial! Benjamin dan Rowan tidak bisa untuk berdecak senang mendengar itu, mereka membayangkan miliaran rupiah yang dapat masuk ke rekening mereka masing-masing apabila memenangkan balapan itu. “Tapi pihak otoritas?” tanya Rowan lagi pria itu tidak idealis dia lebih suka menadapat sesuatu yang pasti. “Don’t worry about it Rowan, kami akan menghandle itu semua. Kamu hanya harus melakukan bagian kamu dengan baik, mengumpulkan data balapan mereka sejauh ini, make a great planning karena saya tidak ingin kalah seperti dua tahun yang lalu understand?” “Yeap All right bos don't worry!” “Benjamin, suku cadangnya sepertinya akan datang besok. Mobil yang akan dikemudikan Arunika harus beres pekan ini oke... dan Arunika..” “....” “Arunika!” “Ya ada apa?” Arunika gelagapan mendengar panggilan itu dan sentuhan ringan yang mampir di punggungnya, semua orang yang ada di meja kini melihat Arunika dengan kening berkerut bingung dengan perilaku tidak biasa Arunika. “What’s wrong with you?” tanya Arellio, pria itu meletakkan gelasnya dan mendekat kearah Arunika dengan cemas. “I am sorry I am out of my mind, apa boleh tolong diulangi?” Arellio menghela nafas kasar, “Jaga kesehatan kamu baik-baik!” “Okey get it ... Saya akan ke toilet sebentar ya kalau gitu.” Katanya, lalu berdiri meninggalkan semua orang dibelakang yang sedang menatap Arunika dengan pandangan bingung. Arunika berjalan gontai menuju toilet dengan langkah pelan, sepertinya ia kehilangan fokusnya karena terlalu banyak berpikir dengan nasibnnya esok hari di kampus. Sebenarnya tadi ia sempat mengaktifkan handphone miliknya hanya untuk melihat komentar di portal komunitas Klandestein dan Arunika sedikit terkejut karena mendapati banyaknya komentar kebencian yang diarahkan kepada dirinya. Such a mess!! Dan itu karena dua orang b******k itu! Baru ia hendak berbelok untuk masuk ke toilet, sepasang kekasih yang tidak tahu malu menggunakan toilet itu untuk skidipapap membuat Arunika berjengit kaget, “Sialan!!!” Keduanya menoleh kebelakang melihat Arunika dengan sangat kesal, “Go away b***h!” “b***h your f*****g head, found a room dasar orang miskin!!” Balas Arunika sama kesalnya ia lalu langsung berbalik menjauh dari lorong toilet meninggalkan sepasang manusia yang penuh dosa itu. A bad day!!! Sepertinya semesta sedang tidak berpihak kepada Arunika, dan karena kejadian di toilet itu ia harus turun menuju ke toilet yang ada di bawah dan karena itu juga ia yang sudah sial bertambah sial karena secara tidak terduga dia berpapasan dengan Fabian Airlangga yang berada di ujung anak tangga pria itu kini menghadang jalan Arunika dengan tubuh besar Fabian dari sekian luasnya tempat di markas shuttle racing kenapa dia harus muncul di hadapan Arunika? “Yooo. Kita ketemu lagi Arunika Gauri ...” kata Fabian dengan cara yang sangat memuakkan, “Apalagi di tempat yang sangat tidak terduga.” Lanjutnya dengan seringai memuakkan dimata Arunika. “Minggir.” kata Arunika masih bersabar. “Gue gak menyangka Lo ternyata adalah pemain tetap di Shuttle Racing ya tim Eclaire juga wow luar biasa.” Katanya dia melihat Arunika lalu melihat ke lantai atas tempat dimana arah kedatangan Arunika – lantai atas adalah tempat dimana hanya team tetap di Shuttle Racing dan tamu VVIP yang di perkenankan naik ke atas. Memilih untuk tidak meladeni Fabian ia mendorong keras pria itu dari jalannya dan buru-buru berjalan menjauhi Fabian, berjalan secepat yang ia bisa untuk menuju toilet. Tapi sepertinya pilihannya salah karena begitu ia keluar dari ruang utama dan berjalan menuju koridor luar Fabian masih mengikuti Arunika keadaan sekeliling yang tidak banyak orang membuat pria itu berani menghentikan Arunika dengan cara menarik lengan wanita itu keras membuat Arunika tidak memiliki pilihan lain selain berhenti berjalan dan meladeni pria itu. “Apa sih mau Lo!” Bentak Arunika kesal. “Bukannya kita masih ada urusan ya?” Tanya Fabian tidak tahu diri. “Gue merasa tidak memiliki urusan lagi sama Lo. Dan gak ada kata kita diantara Gue dan Lo ya!” Tegas Arunika di setiap katanya. “Shuttle Racing–” “Berhenti melampiaskan kekalahan Lo di Shuttle Racing ke gue Fabian, karena itu pengecut sekali sialan!!” Arunika memotong perkataan Fabian dengan cepat. A super rough day!!! Fabian mundur selangkah melepaskan cengkraman tangannya, pria itu kini melipat tangannya di depan d**a sambil melihat Arunika dengan intens, “Gue gak menyangka kalau Lo seberani ini tapi gak papa gue suka seperti ini.” “Sorry tapi gue yang gak suka seperti ini – seperti Lo yang sekarang berdiri di hadapan gue dan sok akrab seperti ini,” Arunika mendekati pria itu memiringkan wajahnya hanya untuk berbisik kepada pria itu, “Jadi bisa kah sekarang Lo menyingkir dari hadapan Gue, karena gue cukup sibuk sekarang.” kata Arunika tenang. “Arunika!” Panggilan dari belakang Fabian membuat Arunika menoleh ke sumber suara dan menemukan Arellio berada tidak jauh dari mereka, Fabian ikut menoleh pria itu menatap penuh selidik Arellio dan Arunika “Dua kosong, selain jadi pemain di Shuttle Racing Lo juga punya sugar daddy ya Arunika Gauri.” Arunika menatap Fabian dengan kesal, dengan tangan mengepal erat. “Lo gak tahu apa pun, jadi tutup mulut Lo itu.” “Biaya tutup mulut gue sangat mahal Arunika dan bagaimana ini sepertinya semua rahasia yang coba Lo sembunyikan ketahuan oleh gue.” “Lakukan yang ingin lo lakukan sialan karena gue gak peduli sama sekali dengan itu.” Bohong, Arunika bohong dia tidak bersungguh-sungguh! Ia bahkan sangat peduli sekali! tapi dia tidak bisa menunjukkan nya kan. Setelah mengatakan itu Arunika berlalu dari hadapan Fabian tidak lupa mendorong bahu pria itu dengan tubuh kecilnya dan menghampiri Arellio yang menatap Arunika dengan penuh dengan prasangka, “Siapa dia?” “Kenalan.” Kata Arunika, tangannya menarik lengan Arellio untuk segera meninggalkan tempat kejadian. “Kenalan? Kenapa aku tidak tahu itu?” tanya Arellio setengah menuntut, ia tidak senang dengan fakta itu. “Itu tadi teman nya Mario.” balas Arunika sangat singkat jelas dan padat. Arellio mengalah walaupun meragu tapi ia telah memutuskan bahwa ia akan tetap mempercayai semua perkataan Arunika Gauri, meskipun dia tidak yakin bahwa apa yang dikatakan Arunika adalah benar atau tidak jujur atau tidak. Let it flow biarkan seperti air mengalir saja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD