Kamar khusus pengantin

1015 Words

"Jangan sekali-kali berani menyentuh kulit istriku! Kulitnya tidak pantas disentuh oleh tangan kamu!" Tatapan Arman begitu tajam, menatap Dania dan Bima, sambil terus mencengkram kasar pergelangan tangan Dania. "Dan untuk anda! Tolong jaga dan perhatikan sikap pasangan anda! Jangan hanya diam, dan seolah tidak peduli jika ada sesuatu yang tidak pantas terjadi di depan mata anda!" Kali ini Arman berbalik menatap tajam Bima. Maira tak bersuara. Ia begitu terkejut dengan kejadian yang begitu cepat sekali terjadi. Tanpa ia sadari, Arman menariknya pelan menjauh untuk bergabung dengan keluarga yang lainnya. "Kenapa wajah kamu pucat Mai?" tanya Anil, heran dengan kedatangan Arman dan Maira. "Maira kenapa Man?" tanya Ilham, sedang kedua orang tuanya menunggu Arman menjawab pertanyaan Ilham.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD