Keylani tengah duduk-duduk santai di depan ruang unit kesehatan sekolah. Meskipun rasa kram di perutnya sudah jauh berkurang, namun guru di kelasnya telah memberikan izin pada anak perempuan itu untuk pulang. Sebagai anak teladan, Keylani tentu tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Ia langsung meminjam ponsel Tiara dan menghubungi paman Leo untuk menjemputnya. Selagi sang paman masih tinggal di rumah Nenek Arini dan belum menetap di kota sebelah untuk bekerja, tak ada salahnya Keylani merepotkan pria muda itu sebanyak yang Ia mau. "Ini tas milikmu, aku sudah memasukan semua buku dan alat tulis kedalamnya." Tiara datang sambil menenteng tas berwarna biru milik Keylani di punggungnya. Keylani tertawa culas, kadang berguna juga Tiara sebagai teman. Segera saja Ia meraih tas itu dan mem

