Pak Rudi, guru kelas Daviant dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia masih sibuk menuliskan beberapa materi dengan spidol hitam di whiteboard kelas. Daviant yang pada hari itu baru berotasi tempat duduk menjadi di barisan belakang kelas, mulai terkantuk-kantuk di mejanya. Ayolah, ini sudah jam setengah dua siang. Hanya tinggal setengah jam lagi hingga bel pulang berbunyi. Hampir saja Daviant menjatuhkan kepala ke meja ketika secara tiba-tiba sebuah gumpalan kertas yang disobek asal terlempar ke kepalanya. Dammit, siapa yang menimpuknya dengan kertas kotor ini. Daviant memutarkan pandangan dengan malas, kemudian menemukan sosok Jevan dari kursi barisan tengah, sedang menaik-turunkan alis seperti orang kekurangan akal. Apa? Daviant bertanya tanpa suara pada si anak lelaki berkulit tan, s

