Semilir angin malam terasa membelai kulit wajahnya dengan lembut, Ia masih tengah berjalan pelan di sekitar gang. Bola mata hitam milik gadis itu berpendar menjelajahi setiap sudut gang yang dipenuhi dengan para pedagang makanan di malam hari. Apa yang salah dengan dirinya yang dikenal dengan sebutan pemakan segala di kampung dulu, Keylani malah semakin bingung melihat banyaknya jejeran penjaja makanan di sepanjang gang. Ditengah kegalauan gadis itu akan pilihan makanan, Ia kemudian menemukan sebuah kedai sederhana yang menjual olahan seafood di seberang jalan sana. Sepertinya sepiring cumi-cumi adalah pilihan yang tepat untuk dijadikan menu makan malam Keylani hari ini. Perlahan gadis manis bertubuh mungil itu memasukan kedua telapak tangannya kedalam lengan saku jaket dan bersiap untuk

