se menyebalkan itu kah,kakak tirinya itu?jawabannya adalah iya.
Selain Samudra,ada juga Zeeya yang merasa terhipnotis dengan segala bentuk perintah ibu peri,meski gadis itu sangat keras kepala dan pemberani namun nyatanya dia tampak gemulai di hadapan Mika.
"kau ini,ada ada saja!baiklah aku memaafkan mu untuk tadi meski kau belum minta maaf,tapi aku memaksamu pulang bersama nanti,jika tidak,lihat saja!"
Zee menarik sebelah alisnya,
"kamu mengancam ku,Ga?"seraya melipat tangannya .
"tidak!aku tidak mengancam,mana mungkin aku berani mengancam,kau kan primadona kampus "sarkas Arga diiringi tawa ejeknya.
"berhenti mencibirku,begitu!"mata Zee membulat malas
Melihat wajah nya yang semakin kusut,membuat Arga tak tahan lagi untuk melepaskan tawanya,
alhasil,sebuah cubitan berhasil mendarat di pinggang Arga,karna telah berani terbahak bahak menertawakan Zeeya.
Arga berlari menghindarinya,tentu saja Zeeya tidak menyerah,dia mengejar laki laki itu untuk menyelesaikan hukuman nya.
.
.
.
"mau kemana kau?"tanya Mika sambil memindai penampilan adiknya,Mika mengetuk kakinya kelantai seraya melipat tangannya di d**a , membuat Zee mematung sejenak.
Dress ketat selutut berwarna cream dengan lengan sabrina menampakkan bahu mulus yang membalut tubuh berisi nya,serta heels setinggi lima centimeter yang di jinjingnya,membuat Mika memicing kan mata penuh selidik,dia tau kemana tujuan zeeya.
'Mampus,mengapa harus ketahuan Mika?'pikirnya,
padahal Zee berusaha mati matian untuk tidak bersuara,agar tidak menimbulkan kekacauan.
tapi ,apa? dirinya seperti maling yang baru saja tertangkap basah oleh pemilik rumah
Karna sudah pasti,Kedua orang menyebalkan yang menjadi penghuni selain dirinya akan menyeretnya masuk kedalam kamar,sebelum memulai kegiatan menyenangkan nya itu.
"aku akan ke pesta teman ku,memangnya kenapa?"
"selarut ini,Zeeya?"sambil menunjuk kan jam dinding dengan ekor matanya.
"Ayolah kak!jika aku pergi siang hari,itu bukan pesta namanya"jawabnya jengah,mencari pembelaan
"sebaiknya jangan pergi!gunakan waktumu untuk hal bermanfaat,tidur misalnya,atau belajar!"
Zee hanya mendengkus ketika mendengar ultimatum dari Mika,tentu saja ini adalah ke seribu kalinya lantunan indah itu terucap,membuat telinganya membengkak seketika.
"Aku akan tetap pergi kak,percayalah!aku tidak akan minum dan mabuk seperti yang sudah sudah"
"mana mungkin aku percaya begitu saja,setelah terlalu sering kau bohongi"
"iam promise,please...."Zeeya menangkup kan kedua tangannya dibawah dagu memohon,dia tak kehabisan akal agar bisa pergi menikmati malam panjangnya.
inilah,kelemahan Mika ,paling tidak bisa melihat adiknya itu memohon padanya.Zeeya yakin, setelah ini Mika pasti mengijinkan dirinya pergi bersenang senang .
"baiklah,tapi janji jangan mabuk!"
Zeeya tersenyum penuh kemenangan,karna rencana membujuk kakaknya berhasil,
"iya kak,aku berjanji!" dusta nya
'dalam mimpi' sambungnya dalam hati
****
Sam terbangun dari tidurnya,meraih gelas kaca diatas nakas,dan meminumnya hingga tandas tak bersisa,
hazel berwarna coklat ,bergeser kearah Mika yang sedang duduk memainkan laptop di sofa,kemudian melirik kearah jam dinding.
'Sudah tengah malam,mengapa Mika tidak tidur?'
"kamu belum tidur?"tanya Sam kemudian mendudukkan bokongnya disebelah istrinya
"belum"
"karna Zeeya?"Mika mengangguk,
Sam menghela nafas berat,tidak habis pikir dengan jalan pikiran adik iparnya itu,dalam otaknya hanya terlintas senang senang saja,hampir setiap waktunya dihabiskan dengan hal hal yang tidak berfaedah.
Sebenarnya apa yang dia harapkan dari ketidak bergunaan hidupnya?
"dia hanya datang ke pesta ulang tahun temannya!"Mika yang mengetahui helaan nafas suaminya itu segera memberi tahu kemana perginya sang adik
"dan kau percaya?"Mika mengangguk lagi,
"kenapa kau begitu lemah,tegas lah pada gadis seperti itu,kau tidak lelah oleh semua sikapnya yang keras kepala dan seenaknya itu?"
"aku sudah berusaha tegas Sam,tapi bagaimana lagi,dia masih remaja,banyak hal baru yang ingin dia ketahui.Jangan terlalu mengekangnya,beri ruang untuknya,karna bicara dengan gadis seusianya adalah percuma,kita kan pernah muda juga."Mika berusaha meredam kemarahan suaminya.
"Terlalu banyak ruang yang telah kau berikan kepadanya,sehingga dia merasa kurang dan kurang"dengkus Sam merasa kesal karna sikap istrinya.
Zee memang keras kepala dan pembangkang,namun di satu sisi dia akan menurut pada kakaknya,jika sang kakak sudah mulai kehilangan kesabaran.
.
.
.
Top Ten Club Coyote Bar
Zeeya meliuk liuk kan tubuhnya,mengikuti dentuman musik yang memekakkan telinga,bersama Arga dan Destian,mereka berjoget bersama dibawah gemerlap lampu disko.
bau alkohol dan asap rokok mendominasi ruangan yang bising tersebut.
Setelah puas berjoget dia kembali duduk untuk menikmati minuman yang dipesan dari bartender.
Meski Zeeya sering pergi clubing hingga pulang nyaris pagi,
namun dirinya masih menjaga batasan,dan anti melakukan one night stand.
dia bukan perempuan bodoh yang mau melakukan hal seperti itu,yang hanya mendapat kepuasan sesaat kemudian menyesal seumur hidup.
Zeeya berbohong,dirinya berjanji pada Mika tidak akan minum dan mabuk,nyatanya dia meneguk vodka berkali kali yang di tuang ke sloki hingga nyaris mabuk,
namun sebelum hal mengerikan itu terjadi,seseorang datang menyeret paksa gadis itu hingga hampir terjungkal dari kursi putarnya.
"Zeeya,ayo pulang!" entah sejak kapan,pria itu sudah berada di tempat dimana gadis itu berada.
Zeeya terseok menyamai langkah kaki pria itu,hingga berkali kali tersandung akibat heels yang dipakainya,
masih dalam keadaan sadar,dia berusaha melepaskan tangan Sam,namun tak kunjung berhasil,pria itu tak perduli dengan pemberontakan Zeeya,dia terus menyeretnya hingga sampai diparkiran mobil
"Lepaskan aku!,kau pikir siapa aku ini?aku sudah besar,tidak perlu kau menyeret ku seperti tadi!"Zee berhasil menghempas kasar tangan Sam yang melilit pergelangannya.
"Masuk!" titahnya,tanpa perduli dengan ucapan Zeeya
"Aku,tidak mau!"
"aku bilang masuk,ya masuk!"paksa nya.
Zeeya memberikan tatapan permusuhan kepada lawan bicaranya itu.
"Bisa tidak?berhenti mengurusi urusan ku!"
"Kan sudah ku beri tahu sebelumnya,kalau bukan karna istriku,aku malas ada urusan denganmu,tidak ada untungnya sama sekali,lihat!bahkan aku harus kehilangan tidur nyenyak ku gara gara dirimu" cibirnya.
"alasan!,bisa saja kan ,kau menolak perintah kak Mika"dadanya dilipat ke d**a,dirinya merasa kesal atas tindakan Sam yang tidak manusiawi itu,pergelangan tangannya masih terasa panas karna cekalan erat pria itu.
"jika aku bisa,tanpa kau beri saran pun aku sudah melakukannya sejak dulu"
sekali lagi Zee tertawa melihat wajah frustasi kakak iparnya,dia selalu mengandalkan cinta di banding logika,sekali saja Sam menolak permintaan Mika,berakhirlah dia tidur di sofa,kejam sekali bukan?
malang sekali nasib pria disampingnya ini,
ck..ck..ck..Zeeya kembali terkekeh.
***
"akhirnya kau pulang,sweety?" Mika bernafas lega,setelah sempat panik karna nomor ponsel Zee tidak aktif dihubungi,Mika sempat berpikir yang tidak tidak mengenai adiknya itu.
Siapa yang bisa berpikir jernih jika seorang gadis berada didalam club malam hingga dini hari tidak ada kabar sama sekali
"iya aku pulang,dan kau tau kak?gara gara suamimu,tanganku merah begini,dia menyeret dan membuat ku malu habis habisan"Zee menunjukkan pergelangan tangannya yang memerah.
"itu karna ulah mu sendiri"sahut Sam yang sudah berada dibelakangnya
"adikmu,berbohong!tidak ada pesta disana,yang ada dia berpesta dengan minuman di mejanya,dia ingkar janji padamu,dia banyak minum"
sambung Sam seraya berjalan menuju kamarnya sambil memainkan kunci mobil di telunjuknya,
tentu saja dia menyeringai jahat saat melewati Zeeya ,
'terima lah hukumanmu malam ini' seperti itu kira kira makna dari seringai licik itu.
Zeeya memandang nya dengan d**a bergemuruh,bisa bisanya Sam mengadukan semua pada Mika,habislah dia malam ini kena omelan ibu peri nya.
"besok,lusa dan seterusnya,aku tidak lagi mengizinkanmu pergi tanpa diantar Samudra,atau kau akan berakhir tinggal di London bersama ayah dan ibu,jika berani melanggarnya!"ancam Mika tak main main,
namun, ada sepenggal kalimat yang mengganggu pendengarannya.
apa maksudnya barusan?
pergi dengan Samudra kemanapun?
oh my god...dasar istri gila,apa yang ada dalam otaknya?dia pikir Sam adalah barang yang bisa digunakan kanan kiri bergantian.
Tak sekalipun dia sudi dekat dengan Samudra,enak saja!.
apa kakak nya ini sengaja membuatnya tersulut emosi setiap saat?
bahkan dia tahu betapa tidak cocoknya antara dirinya dan Sam selama ini.
"Sudah puas melamun ,Sweety?"Zeeya menarik kembali kesadarannya,ketika suara Mika menginterupsinya
"harus bersama dengan dia?"tanya Zee telunjuknya terulur mengarah ke pintu kamar Sam dan Mika.
"dia punya nama Zeeya,bisa kau lebih sopan sedikit?"membuat gadis berambut lurus itu jengah.
"oke ,aku setuju!"jawab Zee kemudian.
"aku pegang kata katamu ,Zee
kalau kamu ingkar ,aku tidak segan segan menelpon ayah untuk membawa mu ke London"
ancam Mika.
"Baiklah ibu peri,episode malam cukup sampai disini dulu,aku sangat mengantuk,"tukasnya lalu pergi ke kamar.
Tidak ingin dia terlalu lama mendengar kalimat intimidasi dari kakaknya,terpaksa dia membuat alasan.
Sedangkan Mika geleng geleng kepala ,
'kenapa sulit sekali mengatur mu?'
tanya Mika dalam hati.
Baiklah,rencana pertama berhasil yaitu lolos dari amukan Mika,betapa seram nya ketika Mika mengamuk ,cukup menakutkan baginya,apa lagi kalau mengancam,dia tak pernah main main dengan ancamannya.
Lalu untuk rencana kedua bagaimana?jujur dia sangat keberatan dengan ide kakaknya itu,tapi jika menolak,apa katanya tadi? dia akan menelpon ayah untuk menjemputnya?ah...itu sangat membuat nya tidak ingin,lalu bagaimana caranya agar dia bisa leluasa tanpa Samudra?
atau sebaiknya dia mengajak Sam untuk bekerja sama saja?bukankah Sam juga sebenarnya tidak ingin ada urusan dengan Zee?,
tapi,bagaimana jika Sam malah menolaknya dan mengadukan hal ini pada Mika?argh...kenapa sepusing ini?.