Hazanah kembali mendesign baju-baju muslimah dan baju-baju syarii bercadar, tak sengaja melihat sebuah kertas yang timbul dari puluhan tumpukan kertas, Hazanah menariknya dan melihat design baju koko yang sengaja ia buat demi suaminya dan ingin di hadiahkannya di saat hari raya tiba. Hazanah menitikkan air mata, ia tak menyangka jika dirinya selemah ini, meninggalkan rumah hanya karena ketidak sanggupannya menghadapi sikap sang suami yang selalu saja mengabaikannya. Namun, pengabdiannya kepada suami tidak sampai di sini, kecuali Rafiz sendiri yang mengatakan untuk berpisah. "Nah!" panggil Ocha, membuat Hazanah dengan cepat menghapus air matanya. "Hem?" "Ada yang ingin menemuimu." "Menemuiku? Siapa?" "Kamu temui saja dulu, kebetulan dia juga mau membeli baju muslimah untuk Ibu mertuan

