"D dan A?" tanya mereka yang masih memperhatikan surat tersebut.
"Buna? Ayah?" tanya mereka berdua dengan wajah bertanya-tanya.
"Oh My God, bisa-bisanya kita sama-sama berpikir bahwa yang nulis surat mereka," gumam Adisa dengan bibir tersenyum tipis.
"Tapi nggak mungkin sih Ca kalau mereka yang nulis surat. Soalnya lo kan tau ya kalau mereka berdua itu kecelakaan pesawat, dan kalau kecelakaan pesawat itu jarang atau sedikit yang selamat," jelas Haga.
"Yeah that's right. Tapi baca deh Ga inisial namanya," ucap Adisa sambil menunjuk kearah tulisan D&A.
"Yang punya nama inisial itu bukan mereka doang kan?"
"Ya iya sih, tapi aku nggak punya temen yang inisial namanya D sama A,"
"Masa nggak ada? Itu Kak Daniel siapa?" tanya Haga.
"Ih kalo Kak Daniel mah aku sering ketemu. Kan tadi disurat ditulisnya it's been a long time, berarti dalam waktu yang lama kita nggak ketemu," jelas Adisa dan Haga mengangguk mengerti.
"Okay I see. Ini konspirasi, mari kita pecahkan bareng-bareng Ca," bisik Haga dan Adisa menganggukkan kepalanya.
"Okey,"
***
"Morning class, sekarang kita presentasi dulu untuk tugas yang minggu lalu ibu berikan ya,"
"Yes Ma'am,"
"Yaudah dimulai dari absen pertama ya, Adisa Fyneen Sarwapalaka," ucap guru itu lagi.
"Okay Ma'am," jawab Adisa dengan suara lirih dan ia langsung berjalan kedepan dengan membawa laptopnya.
"Morning friends, I am Adisa Fyneen Sarwapalaka. Now I wanna tell you about Plantae, the characteristic, the types, and classification,"
"Kingdom Plantae atau yang sering didengar sebagai tumbuhan itu adalah salah satu organisme eukariotik multiseluler yang mempunyai dinding sel dan klorofil. Klorofil sendiri adalah zat hijau daun yang berfungsi untuk fotosintesis sehingga tumbuhan tersebut mampu membuat makanannya sendiri."
"Ciri-ciri dari Plantae sendiri adalah, adanya dinding sel yang tersusun oleh selulosa. Mempunyai klorofil, Bersifat Multiseluler dan dapat menyimpan cadangan makanan. Klasifikasi dari Kingdom Plantae adalah sebagai berikut—"
***
"Dis, kantin yuk?" ajak Fattah yang tiba-tiba saja datang menghampiri Adisa dan juga Reina.
"Eh? Tumben, boleh deh yuk," jawab Adisa sambil menarik tangan Reina.
Lalu mereka bertiga berjalan bersamaan menuju ke kantin yang pastinya sudah penuh dengan murid-murid lainnya.
"Oh iya, datang dong ke pertandingan basket gue sama kelasnya si ketua Osis, lusa," ujar Fattah dan Reina dengan tiba-tiba menyemprotkan minumannya kembali keluar.
"Lo nggak salah ngajak Adisa nonton pertandingan lo sama Kak Haga, Tah?" celetuk Reina.
"Kenapa emangnya?"
"Ya jelas Disa pilih Haga lah anjir, dia pacarnya!" seru Reina.
"Mending lo ajak gue, yang jelas-jelas mau sama lo," gumam Reina kemudian ia berpura-pura bersiul sambil melihat ke segala arah.
"Kode keras tuh, biar gue sama Adisa. Iya nggak Ca?" tanya Haga yang tiba-tiba saja datang dari belakang Adisa sambil merangkul pundak wanita itu.
"Ngapain sih lo Ga ikut-ikut aja! Sana urusin dulu rapat lo!" usir Fattah.
"Ah berisik lo. Ca kamu mau makan apa?" tanya Haga sambil membawa daftar menu dan berniat untuk menuliskannya.
"Ca—" ucap Fattah namun terhenti karena Haga yang langsung naik darah.
"Ca?! Woi lo nggak boleh pake itu Tah! Gila ya lo! Itu panggilan gue ke Dica, ganti-ganti!" omel Haga dengan suara yang sangat keras yang membuat beberapa siswa menoleh kearah mereka.
"Iya-iya keceplosan. Dis kesukaan kamu jus jeruk kan? Sebentar ya aku beliin dulu," ujar Fattah lagi dan ia langsung berlari menuju penjual jus.
"Kamu sukanya Spicy Chicken Wings, okey tunggu ya Ca. Aku beliin dulu!" bisik Haga lalu laki-laki tersebut langsung menghilang dibalik kerumunan orang-orang yang sedang mengantre.
"OMG mereka kenapa sih?" gumam Adisa menggelengkan kepala sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.
"Mereka suka sama lo Ca, peka dikit apa!"
"Hah? Oh iya Re by the way," panggil Adisa dan Reina langsung mendekati Adisa.
"Apa?"
"Gue secantik itu ya sampai dikejar-kejar dua cowok sekaligus?" bisik Adisa dengan kekehan diakhir kalimatnya dan ia lalu berlari sekencang mungkin menghindari Reina.
"Demi apa sih temen gue tingkat kepercayaan dirinya udah melampaui batas," gumam Reina dan ia duduk santai sambil menunggu dua laki-laki tampan tersebut datang membawa makanan.
***
Dua hari kemudian...
Sore ini Adisa sudah rapih dengan pakaiannya dan ia akan menonton pertandingan Antara Haga dan juga Fattah. Adisa turun ke bawah dan berniat menunggu Haga di teras depan rumahnya, namun—
"Oh My God, kenapa dua-duanya ada disini?" gumam Adisa saat melihat Haga dan Fattah yang sudah rapih berada didepan rumahnya.
"Ca kamu sama aku kan?" tanya Haga sambil memperlihatkan motor ducatinya.
"Dis, sama gue kan lo? Kan waktu itu gue udah chat lo," ucap Fattah dengan mata yang meyakinkan.
Adisa hanya terdiam dengan mulut terbuka sambil memperhatikan kedua lelaki tampan didepannya tersebut.
"Udah lah gue naik ojek aja!" celetuk Adisa lalu membuka handphonenya untuk memesan ojek online melalui ponselnya.
"CA?!" seru Haga dan Fattah secara bersamaan.
***
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk menaiki mobil milik keluarga Haga, karena Adisa tak mau ada keributan selama perjalanan.
"Lo sih Tah, Dica kan kendarain mobilnya. Kalau lo nggak rusuh, pasti gue lagi boncengan sama Adisa sekarang," ketus Haga dengan wajah yang sudah memerah.
"Dih kok gue? Gue udah janjian sama Adisa ya kemarin malem, lo yang tiba-tiba datang!" balas Fattah tak mau kalah yang membuat Haga tambah geram.
"WHAT? Rumah gue didepan Adisa dude, selangkah doang udah sampai. Lo yang rusuh!"
"Terus mentang-mentang rumah lo cuman berapa langkah sama Adisa, terus gue nggak boleh jemput gitu. Iya?!"
"IYA!" seru Haga.
Adisa yang sudah emosi langsung saja memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.
"Ini terserah kalian berdua mau kemana, gue pamit pulang. Bye!" seru Adisa dan ia langsung keluar dari mobil tersebut lalu menaiki taksi yang tak jauh darinya.
"Loh dia kenapa?" gumam Haga dan Fattah yang hanya memperhatikan Adisa didalam mobil.
"Gue nggak jadi tanding basket, udah sana lo balik. Keluar dari mobil gue," ujar Haga lalu ia keluar dari mobil dan duduk didepan.
"Cepet keluar," ucap Haga lagi kepada Fattah dan akhirnya laki-laki tersebut keluar dari mobil mewah milik keluarga Haga.
"Dasar ketua Osis rese! Bisa-bisanya lo disukai cewek-cewek disekolah, padahal lo kayak gini. Penipu!" celetuk Fattah lalu ia melenggang pergi menjauhi mobil Haga.
"Ya Tuhan, jauhkan Adisa dari cowok macam Fattah ya Tuhan, amen." Lalu Haga menjalankan mobilnya kembali menuju rumahnya.
Beberapa saat kemudian, saat Haga sedang mengendarai mobilnya. Ia melihat sepasang perempuan dan laki-laki yang ia temui di café milik keluarga Adisa sedang bersama Zaki. Betapa kagetnya Haga saat melihat siapa laki-laki dan perempuan itu saat membuka penutup wajahnya tersebut.
"Oh My God, jadi selama ini--?"