Have No Manners

1126 Words

Jen tiba di ruang dosen siang ini, tepat di saat matahari mencapai titik kulminasinya, tapi dosen itu tidak ada di sana, hanya ada laptop dan derit suara printer yang sedang mengeluarkan kertas di meja Pak Rangga, petanda pemiliknya tidak akan meninggalkan meja untuk waktu yang lama. Orangnya ke mana? Giliran disamperin malah nggak ada, kan? Kalau kita lagi nggak ada keperluan, ada aja caranya muncul bikin jantung olahraga. Karena sebentar lagi azan zuhur, Jenaka membelok langkahnya ke musala. Barangkali bisa bertemu Pak Rangga di sana dan bisa langsung menyerahkan revisiannya. Sampai Jen selesai shalat dan keluar dari musala, dia tidak menemukan sosok dosen pembimbingnya itu, sehingga Jen memutuskan untuk kembali lagi ke ruangan Pak Rangga. *** Ternyata Jenaka bukan yang pertama, s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD