Ekspresi dan Intonasi

1506 Words

Sampai akhinya mobil Rangga berhenti lagi di depan halaman sebuah bangunan lantai dua bergaya minimalis, mirip dua kubus putih yang ditumpuk, ada tanaman rambat yang tumbuh rapi dan terawat dari pagar kecil di lantai dua, lampu kecil warna hangat membuat terasnya menyiratkan sang pemilik memili sisi jiwa yang romantis. “Saya tadi buru-buru ke kostan kamu, lupa menutup pagar rumah saya, jadi kita di sini saja, ya! sudah bisa lebih tenang? Silakan jelaskan!” Rangga mematikan mesin mobilnya. “Mau di sini aja? Atau kita ke teras?” Nafas Jen sudah bisa dia kondisikan, Jen mebuka jendela mobil itu demi mendapatkan pasokan oksigen yang lebih banyak. Baru setelahnya dia bisa bicara. “Di sini saja, Pak.” Jawabnya cepat. “Oke!” Rangga ikut membuka jendelanya. "Apa yang mau kamu jelaskan?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD