Di luar ruang persidangan Iselin sudah menunggu hampir satu jam, sudah batas waktu skorsing sidang mediasinya. Orang yang ditunggu tidak hadir, tidak juga mengirim perwakilan pengacara, dan tidak mengirimkan pemberitahuan. Iselin hanya menghela nafasnya lelah, ia ingin semua ini lekas selesai. Namun, Rhaevan tidak menghargainya sama sekali, membuat segalanya semakin rumit. Jika sidang mediasi hari ini gagal maka sidang harus ditunda. Entah kapan perceraian mereka bisa selesai. Iselin menatap layar ponselnya, ia sudah mengirimkan puluhan pesan kepada Rhaevan. Tapi tidak satupun ada yang dibalas. Bahkan panggilan telepon pun langsung masuk ke mailbox. “Nona, apakah sudah ada kabar dari Pak Rhaevan?” Iselin kembali mengintip layar ponselnya, tidak ada balasan, tidak ada panggilan telepon
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


