Semakin Aneh

1348 Words

“Kamu adalah keanehan – keanehan yang muncul begitu saja, Mahaksha.” –Iselin Lakshita * Mata Iselin nyalang menatap langit-langit kamarnya, bayangan adegan panasnya bersama dengan Mahaksha terputar begitu jelas dalam pikirannya. Tangannya terulur menyentuh bibirnya yang terasa sedikit bengkak. Sentuhan bibir Mahaksha padanya sungguh intens, bergelora, tapi tidak menuntut. Rasanya sangat berbeda dengan ciuman yang pernah ia rasakan sebelum-sebelumnya, bukan berarti Rhaevan tak handal memberikan ciuman. Akan tetapi, setiap gerakan yang dibuat oleh Mahaksha serasa membawanya ke awang-awang hingga kepalanya turut pusing. Gairah yang tercipta akibat sentuhan demi sentuhan membuat Iselin ingin menuntut lebih dan lebih lagi. Seandainya saja tidak ada gangguan suara yang entah datang dari ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD