Penghakiman

1557 Words

“Bagaimanapun juga, dia adalah anak dari bayiku. Dalam hatiku dia memiliki tempatnya tersendiri meski dia enggan menempatinya. Biarlah jadi ruang kosong yang kusimpan rapat-rapat.” –Iselin Lakshita. * Lahap sekali Rune menyuap setiap helaian mie yang ada dalam mangkuk di depannya. Begitu pula dengan Mahaksha. Sementara Iselin tidak berselera makan, ia terus menutup hidungnya karena kehamilannya membuat ia tidak tahan dengan aroma mie favoritnya ini. sungguh disayangkan sekali. Tapi daripada itu sebenarnya Iselin sedang gelisah menunggu. Rune berkata ingin bicara setelah berganti pakaian. Tapi lihat, sejak berganti pakaian sampai sekarang mereka ada di kedai mie, yang dibahas oleh Rune adalah Milan. Kota yang akan menjadi salah satu tuan rumah untuk tournamennya kali ini. “Tapi aku bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD