“Rune itu seperti pinus … mungkin terlihat tidak akan bisa melindungi sekitarnya, tapi kenyataannya, akarnya sangat kokoh dia bisa membuat tanah tidak akan mudah longsor. Begitulah ia selalu melindungiku, tak terlihat tapi selalu ada. Dia-lah kakakku, Rune.” –Iselin Lakshita ** Bola basket itu melayang dengan kecepatan tinggi ke arah Iselin, sebuah teriakan membuat Iselin tersadar bahwa ada sebuah bola yang melayang ke arahnya. Sayangnya, tubuh yang seharusnya menghindar itu malah memaku di lantai, membeku tak berkutik karena terlalu terkejut. Hanya menanti detik-detik bola itu akan mengenai kepalanya. Apakah hari ini dia begitu sial? Siang hari wajahnya sudah ditampar oleh suaminya sendiri Kini saat malam tiba dirinya akan terkena lemparan bola basket. Apakah dia begitu sial? Tap

