24. DILAMAR

1506 Words
di tengah rasa bimbang yang sedang dihadapi Kinanti, Riga bersikap lebih agresif dan mendekati sang ibu mertua lebih cepat. dirinya ingin segera menghalalkan Kinanti. namun perbedaan agama masih menjadi momok besar untuk Riga saat menikahi istri pertamanya, istrinya lah yang berpindah agama dan mengikutinya saat itu. Riga pun penasaran Apakah Kinan akan mengikuti agamanya atau sebaliknya. sejujurnya untuk Riga sendiri dia tak bermasalah harus berpindah keyakinan dan mengikuti agama Kinanti selama dirinya bisa memperistri Kinanti, wanita yang sudah beberapa waktu ini mengisi hatinya. "bahwa Fak riga udah nongkrong aja di sini? udah laper nih pak?" tanya seorang lelaki paruh baya yang melihat pak Riga jam 10 pagi sudah berada di warung nasi Kinanti dan tengah minum kopi di sana. "Ah bisa aja tapi bukannya lagi lapar pak cuma lagi pengen ngopi aja di sini. ya biasalah namanya juga Duda nggak ada orang di rumah ya nyarinya tempat nongkrong alias warung kopi. untungnya Kinanti juga nyediain in kopi juga kalau nggak susah nyari kopi. kopi di sini nikmat lho Pak Bambang mau coba? "tanya Riza menawari kopi yang tengah di minumnya itu kepada Bambang. "Hahaha park Riga, ada aja nyari alasan tapi ya tepat juga sih Pak alasannya. kopinya emang mantap Pak apalagi janda cantik yang bikinnya ya nggak pak? Oh iya ya jangan kelamaan pak, nanti di ambil orang lo,"kata Bambang sambil mencomot pisang goreng dan tempe goreng dan makan dengan lahap. "hahaha bisa aja kamu Bambang Bambang. Iya Iya doakan saja segera bisa di lamar. Saya ini li, Takutnya nanti malah ditolak lagi Gimana sakit hati dong? sama ini juga udah punya uban mau nembak cewek ya rasanya was-was sendiri Lo Bambang, "ucap pak Riga yang membuat jantung Kinan berdegung lebih kencang. "Bukannya GR, tapi kok aku juga jadi takut ya kalau pak Riga malah mau ngelamar aku, akh kenapa anget dingin begini ya nih badan jadinya, ah mana anak anak sama ibu belum ada yang pulang lagi,"keluh Kinan, merasa tak nyaman menghadapi pembeli sendirian. Beruntung tidak lama kemudian, Beni, anak bungsu Kinanti pulang. Beni yang baru kelas dua SD itu memang pulang sekitar pukul sepuluh pagi. Beni langsung mengganti pakaiannya dan membantu Sang ibu di warung makan mereka. Melihat Beni yang baru datang, Pak Bambang malah makin ingin menggoda Pak Riga. Pak Bambang sengaja menyuruh Beni duduk diantara dirinya dan pak Riga yang masih santai menghabiskan kopinya itu. "Nah Beni sudah.pulang sekolah ya?"tanya Pak Bambang. "i iya pak,"kata Beni malu malu. "Beni kelas berapa sekarang Ben?"tanya Pak Bambang. "kelas dua pak,"kata Beni singkat. "Beni, bapak mau tanya boleh tidak?"tanya Pak Bambang lagi. "Kenapa pak?"tanya Beni lagi. "Menurut kamu, pak Riga ini bagaimana Ben?"tanya Pak Bambang melihat Riga. Riga tertawa. "Loooh loh kok saya pak Bambang?"tanya Riga. "sttt, diem deh pak Riga. saya bantuin ini lo,"kata Pak Bambang yang hanya dianggukkan oleh Riga dan tertawa sambil geleng geleng kepala. "Kenapa dengan Pak Riga pak Bambang? Pak Riga baik, kenapa emang?"Beni bertanya tak mengerti. "Kalau Pak Riga jadi ayah kamu gimana?"tanya Pak Bambang Belum sempat Beni menjawab, Kina langsung menarik tangan Beni dan menyuruhnya berdiri. "Maaf ya pak Bambang, saya rasa nggak begitu juga,"ucap Kiann pelan lalu menyuruh beni mencuci bebarapa piring dan mangkok di belakang. "Maaf ya Dek Kinan Bukan maksudnya seperti itu Pak Bambang tadi cuma bercanda kok Tolong jangan dimasukin ke dalam hati ya cuma bercanda," ujar Riga mencoba mencairkan suasana dan menghilangkan salah paham. Pak Riga takut jika Kinanti tersinggung karena Bambang tadi menanyai Benny tentang dirinya. Tapi bukannya menjawab kinan malah malah melengos Pergi Dan kembali melayani para pembelinya membuat Riga menjadi serba salah. "anda sih pak bambang jadinya kinanti marah tu sama saya jadi gimana nih?"tanya Riga dengan pak bambang bukannya membantu malah bikin tanpa ruwet. "ya bagaimana toriga lamar langsung aja daripada kamu seperti itu malah nggak jelas kan? maaf ya Saya cuma mau bantu tadinya nggak tahu deh kalau kinan jadi malah tersinggung sama kamu,"kata Pak Bambang cuek meneruskan makannya. tidak jadi makan siang di warung nasi Kinanti Rega pun pulang ke rumahnya dengan keadaan frustasi. Bagaimana tidak, Kinanti terus saja bermuka masam selama dirinya berada di warung makan itu. bahkan tidak mendengarkan dirinya meminta maaf sekali pun. sepertinya dirinya sudah pernah bener membuat kesal Kinan. Selama beberapa hari pak Riga tak muncul di.warung Kinan. Terasa ada yang berbeda di.hati Kinan. ingin bertanya dan mencari tahu tapi Kinan enggan. Diraanya apa yang dilakukannya adalah benar. Untuk apa pak Riga dan Pak Bambang bertanya begitu pada Benni yang tak tau apa apa. malam pun menjelang ketika sudah selesai membereskan warungnya tiba-tiba saja beberapa orang tamu datang ke rumah Kinanti wajah mereka nampak jadi yang mengucapkan salam di depan pintu rumah orang tua Kinanti tersebut. nampak seseorang malu-malu di belakang 2 orang yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam rumah Kinanti tersebut. Kinanti kenal betul Wajah pria paruh baya itu wajah pelanggannya yang sudah beberapa hari ini tidak datang ke warungnya. "maaf ya kalau kedatangan kami malam-malam mengganggu kinanti dan keluarga, tetapi apakah wali kinanti masih ada? saya mendengar kinanti sudah lama ditinggal sang ayah. apakah abangnya atau pamannya atau kakeknya masih ada?"tanya pria yang nampaknya lebih tua daripada yang lain. Ibuku nanti pun nampak paham kemudian menyuruh Beni memanggil anak tertuanya yang berada di rumah sebelah. Dewa pun segera datang dengan berpakaian rapi mengetahui banyak tamu yang sudah ada di rumah sang Ibu. setelah Depok duduk sama kamu kembali buka suara. "maafkan kami Sekali lagi, jika kedatangan saya sekali lagi minta maaf jika kedatangan kami mengganggu Kinanti dan sekeluarga. kedatangan kami kemarin, wakilin Ananda kami Riga handal bermaksud baik terhadap Ananda Kinanti. Bersama sama dengan ini kami datang untuk melamar Kinanti untuk dijadikan istri oleh Ananda kami Riga,"ucap sang tamu tersenyum. Sementara Riga hanya diam menunduk. "kami terima nan niat baik Ananda Riga dan keluarga untuk datang melamar Kinanti. Tapi semua keputusan ada pada Kinanti diterima atau tidaknya lamaran ini," ujar dewok mewakili. "Sebelumnya saya juga minta maaf jika perkataan saya ini akan menyinggung Pak Rega ataupun keluarga. mungkin pak Riga sudah tahu betul bahwa saya adalah janda dengan tiga anak.saya hanya meminta supaya jika nanti memang benar akan ada pernikahan antara kita, Saya harap saya masih menyuruh saya untuk mengasuh anak-anak saya dan terus merawat mereka,"kata Kinan. "tu artinya saya meminta, walaupun kita sudah menikah anak-anak saya akan tetap ikut dengan saya. menafkahi mereka seperti halnya menafkahi saya sebagai istri. Ini adalah sebuah syarat mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. yang kedua saya tahu jika kita adalah berlainan agama dan saya benar-benar sangat berharap jika kita bisa satu keyakinan mengikuti agama saya. yang ketiga Andaikata nanti terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, Saya harap Pak Rega tidak langsung memukul saya, Apalagi mengusir saya dari rumah. saya sudah pernah mengalaminya jadi saya harap, Pak Riga bisa memahami bahwa saya masih mengalami trauma. Saya benar-benar ingin mendengar janji Bapak Rega bisa berlaku dengan baik kepada saya dan tidak pernah memukul saya Apalagi jahat kepada anak anak saya, "ujan Ki nanti menatap Liga dan keluarganya tanpa rasa malu atas apa yang akan diucapkannya. semua tamu mengarah kepada Riga apakah yang akan dijawab oleh pak riga atas permintaan Kinanti yang ada 3 buah itu. "Untuk syarat nomor dua akan saya penuhi, ketika nanti kita ngucapkan ijab kabul mengikuti agama Kinanti. syarat yang pertama dan kedua, tentu saja akan saya lakukan seperti itu. Iya, saya akan menerima kinanti dan juga anak-anaknya sekalian, untuk mengurusi mereka semua seperti anak saya sendiri. Lalu syarat ketiga, nampak tidaklah mudah. Tapi saya berjanji baik itu di depan kinanti dan juga keluarga bahkan di hadapan yang maha pencipta, saya harap saya sendiri benar-benar bisa menepati ke tiga-tiganya dengan benar. selama ini saya tidak pernah memukul almarhum mantan istri saya yang pertama dan saya harap juga untuk calon istri saya dan anak-anaknya pun saya akan berlaku lemah lembut seperti seharusnya,"kata Riga menatap Kinna dan ibunya. mendengar perkataan dari riga membuat dewa bernafas lega. dewa pun sebenarnya setuju jika kinanti menikah dengan pak Riga. meskipun mereka berbeda agama tetapi riga terkenal sebagai orang yang cukup mapan. Baik itu secara ekonomi dan financial. "Jadi bagaimana Kinanti? Riga sudah menyanggupi ketiga syarat yang kamu ajukan. Apakah lamaran kami dan niat baik kami diterima?" tanya sang tamu menatap Kinamti. Kinanti hanya diam belum langsung menjawab pertanyaan sang Kamu. matanya menatap Abang tertuanya dan juga menatap ibunya kemudian beralih menatap hordeng yang ia tahu anak-anak yang sedang mengikuti pembicaraan dari sana. meskipun 3 ketiga anaknya mendengar perkataan dirinya tetapi Kinanti yakin bahwa Putri pasti sedang mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan saat ini. "Aapakah ibu Ridho jika aja Kinan nanti menikah lagi Bu?" tanya sang Putri kepada sang Ibu sang Ibu. Ibu Suriyem mengangguk dan menitikkan air mata haru. melihat anggukan dari suriyem dan dukungan dari sang Abang tertua, Kinanti pun menatap calonnya yang sedang berada di depannya saat itu Tengah tersenyum kepadanya. "Bismillahirrohmanirrohim Dengan menyebut nama Allah semoga Allah meridhoi apa yang akan aku pilih dan merestuiku dan anak-anak juga pernikahanku nanti. aku menerima lamaran dari pak Riga, Semoga nanti bisa menjadi suami dan ayah sambung yang baik untukku dan anak-anak Amin," ucap Kinanti yang diikuti Hamdalah oleh tamu dan juga pak Riga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD