23. BIMBANG

1087 Words
sejak izin keluar dari mulut putri, kinanti nampak berbeda dengan sikapnya. Bukan hanya lebih ceria saja namun juga lebih terbuka kepada putrinya itu. beberapa kali nampak ter lihat jelas saat si riga datang ke warung kinanti di siang hari, bukan hanya untuk membeli nasi saja namun juga untuk bertemu sapa dengan calon mertuanya itu suriyem, Nisa juga putri serta anak-anaknya. bahkan juga keesokkan harinya hari Riga sengaja datang dengan membawa se kantong kresek cemilan untuk anak-anak dan juga beberapa barang lainnya. rega pun nampak akrab dengan suriyem. beberapa kali mereka nampak berbincang-bincang tentang berbagai hal. Ibunya Kinan itu bahkan sudah berani langsung menegur Riga duluan bahkan mengajaknya bicara saaat Ia datang untuk makan siang. namun kinanti malah nampak bimbang dengan sikapnya sendiri nampak jelas terlihat di mata putri bawa ibunya itu sedang bimbang tentang suatu hal. mungkin benar adanya, jika akan nikah kinanti juga memikirkan nasib anak-anaknya. terutama 2 putrinya yang memang sudah tumbuh remaja dengan sangat cantik itu. Riga sendiri memiliki dua anak lelaki satu orang sedang menikah dan berumah tangga dan memiliki rumah sendiri. sementara anak bungsu nya masih kuliah. anak bungsu Riga itu sedang kuliah di luar kota. sesekali saat libur akan datang ke rumahnya. Riga tibggal seorang diri di rumah besarnya itu. dahulunya ketika istrinya masih hidup, Riga membuka warung manisan dan juga sayur-mayur di depan rumahnya. namun sejak istrinya meninggal, Riga hanya membuka jualan manisan. tetapi beberapa bulan terakhir ini warungnya sudah benar-benar tutup dan tidak pernah lagi buka. pelanggannya pun sudah beralih ke warung yang lain. "Ibu, ibu kok melamun? ibu mikirin apa bu? apakah mikirin pak riga ya?"tanya Putri yang melihat ibunya melamun saat warung semua sepi. Ki nanti pun menoleh dan mendapati putri yang sudah mulai beranjak dewasa itupun tengah duduk di sisinya. kinanti segala mengeluh pucuk kepala sang putri lalu berkata "ibu lagi nggak mikirin apa-apa kok sayang. cuma ya mungkin kamu tahu sendirilah,"ucap Kinanti yang tak lagi bisa menyembunyikan apapun dari putrinya itu. "Ibu, ibu jangan bimbang lagi. yakin la dengan apapun pilihan ibu. Ibu, Putri pasti akan mendukung ibu. Apapun keputusan ibu nantinya. tapi kalau memang ibu nggak mau dan.belum siap, menurut Putri kangan sampai ibu yang kasih harapan kosong sama pak Riga bu. kasihan dia terlalu berharap. Sungguh terlihat sendiri kok kayaknya dia memang sedang berusaha mendekati ibu. bahkan terlihat sekali kalau Pak Riga sudah mengambil hati nenek. kalau ibu memang nggak mau dan juga belum siap, mending ibu ngomong aja langsung. takutnya pak riga udah kesenangan karena nenek juga kayaknya membuka diri dan suka ngobrol sama pak Riga. takutnya malah pak Ruga malah kecewa dan terlalu berharap bu,"ujar putri mengingatkan sang ibu. "Ya iya ya put kamu bener banget sih. tapi diamnya ibu bisa saja melukai pak Riga.bahkan juga ngasih harapan sama nenek. kayaknya nenek kamu yang memang suka sama pak riga deh. soalnya dia kemarin sempat bilang sudah mendukung kalau ibu sama pak riga. tapi jujur aja, ibu pun belum yakin dan masih takut. takut kalau pak Riga itu, nggak sesuai dengan yang ibu harapkan. enggak bisa menerima kalian. kamu tahu sendirilah, sekarang ibu ini bukanlah gadis remaja lagi. tetapi sudah memiliki 3 orang anak yang sudah besar-besar. meski memang pak Riga juga punya anak. tapi ibu takut saat ibu namti sudah menikah sama pak Riga. Pak Riga sam sekali nggak mau menerima kalian. tidak ngasih izin ke ibu juga buat ngurusin kalian. itu yang takutkan Put. tidak semua orang bisa sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Jarang yang ketemu lelaki yang mau menampung anak tirinya. enggak semua lelaki mau kalau istrinya masih ngurusin anak-anak dari mantan suaminya yang duluPut. i bu hanya takut itu putri,"ungkap Kinan menatap Putri lembut. " jangan mikirin hal-hal yang seperti itu bu, Ibu mesti yakin saja dengan pilihan Ibu. Insya Allah semuanya akan baik-baik saja. kalau pun nanti pak Rio nggak bisa menerima kami di rumahnya, Ya enggak apa-apa lah Bu. Kami sama nenek aja Ini kan masih ada Bu. Kami sudah besar bu, nanti, sebentar lagi kami.juga akan menempuh pendidikan tinggi seperti yang Ibu mau, kuliah tinggi, si Bandung, Yogja bahkan luar negri. jadi Ibu juga jangan khawatirkan kami, "Putri tersenyum. "nggak nggak seperti itu Ibu memang menginginkan kamu dan adik-adik kamu sekolah yang tinggi di Jogja di Bandung di Universitas ternama an ya memang membanggakan bahkan juga ke luar negeri mengajar S2 S3 Ibu memang mengharapkan hal itu tetapi ada hal lain Putri Ibu sama sekali tidak bisa mendapatkan kebahagiaan ibu sendiri Sementara kalian Tak Seperti apa di rumah sama Nenek. ibu tidak egois seperti itu sayang. jadi Jangan berpikir ibu akan mengejar kebahagiaan ibu sendiri tanpa mementingkan kepentingan kalian,"Kinan menggeleng. "Ya Put, karena kalian sebentar lagi akan mengejar cita-cita kalian, lantas berapa lama lagi waktu bersama ibu yang kita punya nak? setelah SMP, kalian bakal SMA, setelahnya kalian kuliah keluar kota bahkan mungkin bakal mendapat beasiswa keluar negri nak, amiiin. Kalian bakal jarang ketemu ibu bukan? justru saat kecil serta remaja sekarang lah kebersamaan kita sayang. Ibu nggak akan menyia nyiakan itu Put. Apalagi menukar dengan hal lain. kamu jangan berpikir bersama kalian anak-anak ibu, ibu sama sekalu nggak bahagia, nggak Put. ibu bahagia sekali putri, sangat sangat bahagia. Jangan berpikir kalau ibu menukah sama pak Riga maka ibu itu bakal bahagia, sementara kalian sendiri nggak tau seperti apa kabarnya. tidak seperti itu sayang, ibu bakal bahagia jika ibu sama kalian. kalian adalah amanah untuk ibu. ladang ibadah. kebahagian buat ibu. ibu bakal mendahulukan kepentingan kalian. bersama dengan kalian lah yang lebih penting dan berharga dari apapun putri,"kata Kinan dengan mata berkaca kaca. "Makasih bu, makasih sudah selalu berkorban.buat Putri juga adik adik. Maaf in kami ya bu, kalau kami sebagai anak kadang masih nggak bisa memahami ibu, nggak bisa berbakti sama ibu,"kata Putri memeluk ibunya erat. "Ibu yang makasih sama kalian nak. Kalian sunber bahagia buat ibu. Maaf ya ibu nggak bisa kasih keluarga yang utuh sama kamu dan adik adik. Kamu nggak bisa ketemu ayahmu lagi,.Maaf ya nak. Banyaknya penyesalan ibu tentang masa lalu, maaf ya,"kata Kinan ikut menangis. "Lo lo lo.. ada apa ini ? kinan, putri, kenapa kalian berdua menangis begini? sampe pelik pelukan begitu. ada apa? apa terjadi sesuatu kinanti? apa sudah terjadi sesuatu putri? kenapa kamu sama ibu kamu nangis sambil pelik pelukan begitu? Haaa? kenapa?"tanya Suriyem yang tiba fiba datang, dan khawatir melihat anak dan cucunya berpelukan sambil bertangisan. "Nggak kok bu, nggak ada apa apa. kita cuma saling cerita aja. terbawa suasana sedih jadinya nangis, ya kan Put?"ujar Kinan menghapus titik air dimatanya. "Ya nek. Ya udah, Putri ke kamar dulu,"kata Putri menghindari pertanyaaan pertanyaan neneknya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD