26. AYAH MENIKAH JUGA?

1126 Words
kebahagiaan Kinanti benar-benar tidak terduga sama sekali seluruh keluarga besar yang ikut menyaksikan kebahagiaannya kunjungan seluruh tamu undangan yang ikut menyaksikan. semua orang dari penjuru Kampung diundang untuk menghadiri pesta pernikahan nya begitu juga sanak kerabat yang berada jauh bahkan sengaja diberikan sebuah mobil khusus untuk menjemput mereka dari kampung halaman Kinanti. Riga menunjukkan keluarga Kinanti dalam pesta pernikahannya kali ini. Riga benar-benar ingin menjadi ratu dan sangat berbahagia di pesta pernikahannya hari ini. seluruh orang diundang untuk pesta pernikahan Kinanti Begitu juga dengan mantan kakak ipar Kinanti. Ki nanti Bukannya ingin sombong ataupun pamer kepada kak Erma Lia, hanya saja Kinan ingin agar kak ermalia menjadi saksi kebahagiaannya agar ia tahu bahwa kak ermalia Masih saudaranya meskipun sekarang ia sudah menikah lagi. Namun sepertinya hal itu ditanggapi berbeda oleh kak Er Malia. Dirinya sama sekali tidak menggubris atau pun datang di hari bahagia Kinan tersebut membuat kinan bertanya-tanya Apakah kakak iparnya itu marah atau apa. padahal kinan ingin agar mantan kakak ipar nya itu ikut datang di hari bahagianya. bahkan kita menginginkan kembali Ia datang bersama dengan Heri kini sangat merindukan Heri. sudah hampir bertahun-tahun ini dia sudah tidak bertemu dengan hari lagi. awal awalnya dia menduga Heri masih marah kepada dirinya tapi sepertinya hari benar-benar marah kepadanya. Kinan bukan tidak mencari anak sulungnya itu, namun Entah mengapa saat melihat Heri Kinan seperti melihat Bima saat muda dulu. wajah Her benar-benar seperti ayahnya. hanya mata dan hidungnya saja yang seperti Kinan. setelah satu minggu pesta pernikahan Kinan dan juga Riga terlaksana, acara ngunduh mantu di rumah Riga pun dilaksanakan. biasanya rumah yang selalu sepi oleh orang orang namun kini rumah itu disulap menjadi sebuah kerajaan untuk menyambut kedatangan Kinan dan juga anak-anaknya. rumah pun di dekor dengan indah bahkan di cat ulang. beberapa kamar yang sebelum tidak pernah diisi Kimi diisi beberapa perabotan untuk dihuni oleh putri dan juga Nisa. sementara Beni diberikan kamar bekas anak tertua dari gaya memang masih bagus dan semua perabotannya sudah tersedia. Beni sama sekali tidak keberatan tahu pula selama ini dirinya pun tidak pernah tidur di kamar hanya di depan televisi Bersama sang nenek. setelah beberapa hari tinggal di rumah baru Kinan dan anak-anak langsung bertah dan kerasan. beberapa kali juga bu suriyem datang berkunjung ke rumah baru mereka tersebut. karena memang dari awal rumah Riza tersedia warung dan juga beberapa perabotan untuk berjualan maka Riga pun mengajak Kinanti untuk kembali membuka warung dan membuka usaha. awalnya Kinan hanya ingin membuka usaha seperti dahulu sebelum dirinya menikah yaitu membuka warung makan namun menurut Rizal lebih baik yang nanti ke warung seperti dirinya saja agar tidak terlalu repot. "mending buka usaha seperti Abang kemarin aja Dek Kinan Bagaimana? kamu nggak perlu repot-repot ke pasar biar abang saja. Abang sudah tahu betul di mana dulu langganan buat beli barang-barang dan juga sayur-mayur yang murah meriah. biar kita bisa jual dengan harga normal dan bisa dapat untung meskipun harganya murah karena. kamu tinggal nunggu yang lain pembeli aja sekalian kamu bisa ngurusin anak-anak kalau pagi mau sekolah juga. buat Nisa sama Putri juga nggak usah ikut bantu keliling jualan kue lagi aku rasanya nggak enak melihatnya apalagi sekarang kan kalian sudah tinggal sama aku,"ucap Riga mengajak Kinan dan anak anaknya kompromi. "Bagaimana Nisa? Maaf ya Bang Abang kan tahu sendiri Miss Putri dari dulu Sukanya cari uang sendiri dan mandiri taliti sih setiap pagi Biasanya keliling nyari kue sama temannya itu si Rayan. jadi Menurut kamu bagaimana Putri?" tanya Ki nanti kepada sang putri. "sebenarnya sih Putri lebih suka cari uang sendiri seperti sebelumnya Tetapi kalau bapak yang meminta seperti itu Baiklah. Putri juga tidak ingin mencoreng nama baik kakak karena. Putri tahu kok kalau Putri mesin cari uang sendiri Putri rasakan banyak orang mencibir Bapak karena membiarkan anak tiri yang sudah tinggal bersama Bapak mencari uang sendiri seperti itu kan? maaf jika Bapak tersinggung tetapi Putri akan menurut dan akan tinggal di rumah dan membantu ibu menyiapkan Apa yang perlu disiapkan untuk dagangan yang lainnya,"ucap Putri langsung kepada inti pembicaraan dan tidak ingin ada yang disembunyikan dari dalam dirinya. " terima kasih banyak sekali ya Putri atas apa yang telah kamu sampaikan. Iya kamu benar sekali, bapak hanya tidak ingin nenek kamu apalagi Ayah kamu melihat kalau kamu sudah tinggal sama Bapak di sini, tetapi masih nyuruh kamu jualan. bapak cuman nggak tega ngelihat itu, bapak juga tidak ingin jadi hujatan orang-orang menghujat kamu dan juga bapak ataupun ibumu. terima kasih sekali kalau kamu sudah mau mengalah, Bapak Terima kasih sekali putrinya,"ucap Riga tersenyum mengelus Puncak kepala anak tirinya itu. Riga sangat berterima kasih sekali atas Putri yang berlapang d**a atas permintaan dirinya, pun juga dengan Kinan yang dengan senang hati berjualan seperti apa yang mereka inginkan. riga benar-benar sangat senang atas perundingan yang telah mereka bicarakan. subuh-subuh Riga sudah pergi ke pasar membeli barang-barang yang akan ia dagangkan. Q nanti pun sudah bangun dan menyiapkan warung membuka seluruh warung dan juga menyiapkan sarapan serta anak-anaknya yang memang Semuanya masuk pagi tersebut. semua berjalan dengan normal pagi-pagi mereka mencari nafkah bersama-sama sore hari mereka menutup warung karena telah selesai. sayur-mayur yang mereka beli itu selalu habis setiap hari. banyak para pelanggan yang datang untuk membeli sayur tetapi kebanyakan juga bertanya kepada Kinanti Kenapa tidak lagi berjualan nasi seperti sebelumnya mereka sudah rindu dengan masakan Kinanti. Kinanti hanya tersenyum menjawab sementara Liga itu tersenyum. namun ada yang berbeda dari jalanan di depan rumah Riza. jalan rumah Lia tersebut biasanya selalu dilewati oleh Dimas setiap pagi karena memang rumah kontrakan Dimas sekarang melewati jalanan besar yang berada di depan rumah Dimas tersebut anda sudah beberapa minggu sejak pernikahan Kinanti berlangsung dan Kinanti pindah ke rumah Rida, tidak pernah sekalipun terlihat lagi Dimas lewat di jalan itu mungkin juga Dimas sudah pindah dan tidak lagi mengontrol di dekat sana karena itulah ia tidak lagi melihat mantan suaminya Kinanti tersebut padahal dirinya ingin sekali menegur Dimas jam berteman seperti dahulu seperti saat mereka masih remaja. seperti sebelumnya padahal sebelumnya Mereka tampak akrab sebelum dirinya menikah dengan Kinanti. kabar burung yang terdengar bahwa di masa sekarang pergi ke desa istri barunya. istri memiliki sebuah lahan lada hitam di pedesaan dan juga sebuah ladang kopi yang harus dirawat dengan benar. kabar yang terdengar bahwa Dimas membuka lahan kopi dari nol dan menuai hasilnya beberapa tahun kemudian. "Putri kok Murung? apa Putri kangen sama Ayah?" katanya riga suatu ketika melihat putri hanya termenung di teras samping rumah mereka "bukannya kangen Pak cuman lagi mikirin aja semoga saja Ayah juga bahagia dengan pernikahannya kali ini. kemarin Putri baru tahu kalau Ayah juga sudah menikah sama tante Mirna? Mereka pergi ke desa tante Mirna membunuh kebun kopi. Putri kangen berharap Ayah setidaknya menemui Putri dan titik tetapi sepertinya ya sudahlah mungkin Ayah sedang sibuk dengan kehidupan barunya, "ujar Putri termenung.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD