34. AKANKAH?

1285 Words
Putri Melangkah dengan gontai keluar dari kelas hari istirahat siang. 0utri sama sekali tidak bersemangat melakukan apapun meskipun Nissan masih saja nampak ceria bersama dengan teman-temannya. Iya putri dan juga adiknya Khairunnisa Azzahra sama sekali tidak berbeda kelas mereka satu kelas dan satu sekolah. "Put kamu kenapa? Kok melamun sih tentang nggak semangat gitu?" tanya rayen yang belum tahu kondisi ibunya putri. " Rayan? kamu pagi tadi nggak ke rumah aku sih? Ibu aku Rayan, Ibu aku masuk rumah sakit tadi. Fajar tadi dia katanya sempoyongan gitu jalannya. kayaknya ibu aku darah tingginya kumat deh apa karena kecapean ya? Ibu enggak pernah lagi kumat dari tingginya sejak adik Peni lahir. Kamu tahu nggak pas lahiran adik Beni Ibu aku sempat pendarahan hebat dan juga darah tinggi tanah Siti Tapi sejak itu Ibu nggak pernah sekalipun darah tingginya kumat sebelum itu juga itu nggak pernah punya penyakit darah tinggi aku jadi heran sendiri dokter juga sudah menyarankan bahkan mengingatkan Ayah untuk selalu menjaga ibu dan juga kesehatan darahnya. nenek juga sudah memperingatkan bapak untuk selalu menjaga Ibu agar tidak darah tinggi kelelahan apalagi sampai terlalu banyak pikiran. jadi apa ya yang membuat Ibuku darah tingginya kumat? Hah semoga saja Ini bukan darah tinggi. semoga ibu hanya capek dengan semua yang saja, aku harap begitu, "Putri panjang lebar tanpa memberi kesempatan rayen untuk bicara. "Aku harap Ibu Mus lekas membaik aku pikir ibumu tidak memiliki riwayat penyakit seperti itu karena hati Ibumu juga bukan orang yang mudah marah ataupun mudah tersinggung, karena biasanya orang yang menderita darah tinggi itu sangat mudah sekali tersinggung dan marah marah. sepertinya ibumu orang yang penyayang dan tidak mudah marah. aku rasa ibumu tidak menderita penyakit itu Putri. jadi tenang saja. aku berdoa dan berharap semoga ibu baik-baik saja dan segera pulih kembali. aku pikir kau benar mungkin di rumahnya kelelahan saja tak usah khawatir kan itu kita berdoa sama-sama semoga ibumu lekas sembuh,"ujar Rayen memberi semangat. "aku pikir juga seperti itu mungkin hanya diagnosa bu bidan saja yang salah pada saat itu pada saat Beni udah lahirkan. aku rasa ibu juga tidak menderita penyakit itu. Terus selama bertahun-tahun ini ibu tidak pernah merasakan apapun dan Rizki sebelumnya juga tidak ada. a aah kurasa pun demikian seperti pemikiranmu juga. Ibu hanya kelelahan saja tidak ada hal apapun yang perlu dicemaskan," ujar Putri menenangkan dirinya sendiri. "jadi tenang saja. kita harap nanti akan ada kabar baik yang menanti. Bersabarlah dan berdoa saja. semoga ibu baik-baik saja. doa anak mudah diijabah sama Allah Putri,"ujar Rayen tersenyum. "Iya Rayan semoga saja seperti itu adanya. Semoga Allah mendengarkan doaku terhenti dari tadi aku sudah mendoakan ibu. Semoga ibu lekas sembuh Dan pulang. Kasihan Adikku Leni ini dia masih sangat membutuhkan Ibu. Apalagi aku. aku sudah mulai merindukan Ibu. berharap diperbaiki saja seperti sedia kala. tapi Rayan, Jujur Saja Aku sangat takut sekali. Akankah? Ya Allah akan kah Ibu pergi Rayan? aku belum sanggup dan tidak akan pernah bisa tanpa Ibu Rayan. akan kah Ibu pergi Rayan?" ujar Putri mulai menitikkan air matanya. " hei hei Putri Tenanglah! Tenang! jangan bicara seperti itu tadi kau seperti baru saja mendoakan kan ibumu yang tidak-tidak. berdoa saja semoga ada kebaikan. Kalau Allah sudah Merencanakan hal itu pada apa saja dan berharap itu adalah yang terbaik untukmu dan untuk Ibumu. berdoa put, banyak-banyak berdoa untuk keselamatan ibumu. Aku yakin aku pengen kerja adalah yang terbaik. Iklaskan ibumu jika memang itu yang terjadi. Kau harus kuat Putri. Kau adalah pengganti ibumu jika ibumu sedang tidak ada seperti ini. kau harus kuat, dengan begitu Nisa ataupun Beni Bahkan Leni akan kuat juga menanggungnya. kau harus bersabar kau harus kuat Putri, "Rayen kembali memberi semangat. "Ya Allah selamatkanlah Ibu. berilah kesembuhan untuk ibuku Ki nanti ya Allah. aku tidak akan pernah bisa tanpa dirinya jangan Kapan berdirinya sekarang ya robb. Aku mohon kepadamu beri kami waktu lebih lama untuk bersamanya dan adik-adikku masih terlalu kecil. ya Allah Apa yang akan terjadi dengan kehidupan ku dan adik-adikku jika Ibu sudah tidak ada? aku mohon panjangkanlah umurnya ya Allah. izinkan dia melihat kesuksesan ku die masa depan,"doa putri dalam hati namun air matanya menetes. "Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi dengan ibu ya Rayan. aku sama sekali belum siap untuk apapun. aku belum siap untuk kemungkinan terburuk kehilangan Ibu. Ya Allah sama Ibuku sangat karena ibuku sembuhkanlah ya Allah. sembuhkanlah ya Allah, sembuhkanlah Ibuku Ya Allah," Putri menghapus air matanya. "Semangatlah Putri. bel masuk sudah berbunyi. Masuklah ke dalam kelas jika kau tidak kuat lebih baik pulang saja. aku kasihan melihat matany sudah bengkak seperti itu,"Rayen mengingatkan Putri. "Entahlah Rayen, tubuhku disini tapi pikiranku dimana mana,"ujar Putri. "kuat Put kau harus kuat. ingat adik adiknu yang butuh dirinu,"ujar Rayen. "Kau benar Rayen, aku tidak boleh lemah. tidak bolehh, apapun yang terjadi, aku harus kuat, ada adik adikku yang butuh aku,"ujar Putri kembali semangat. Putri pun kembali bersemangat dan juga berjanji pada diri sendiri Apapun yang terjadi bagaimanapun juga kondisi ibunya setelah hari ini Putri akan selalu keluar dia harus menjadi manusia yang paling kuat di dunia ini untuk adik-adiknya bahkan untuk ibunya mereka masih membutuhkan dirinya jika yang terjadi adalah sebuah kehilangan maka Putri harus selalu siap menanggung nya ada adik-adiknya yang harus semangat juga dia tidak boleh lemah tidak boleh menyerah tidak boleh menangis Atau ibunya pasti akan bangga kepada dirinya meskipun Nanti banyak tidak pergi. ini membuat ibunya bangga bahwa dirinya bisa mencegah adik-adiknya ibunya hanya perlu beristirahat dan kembali beraktivitas seperti semula Putri masih berharap dan berharap semoga ibunya segera pulih bisa beraktivitas dan menemaninya lagi seperti sedia kala seperti sebelumnya seperti dahulu seperti biasanya. "Ayo.bersemangat lah Putri. semangat. kau harus kuat. ada putriku ada Putri dan Lesti Kau pasti bisa ada adik Leni ada adik Nisa ada juga adik Beni yang membutuhkanmu. Kau pasti bisa membuat Ibu bangga kepadamu. betul itu semangat lah. Kau pasti bisa. boleh saja kau menangis tapi hapus air matamu dengan segera. peluk adik-adikmu mereka membutuhkan Putri bersemangatlah, "ujar t Putri bersemangat saat pulang sekolah menggandeng Nisa untuk segera pulang ke rumah Dan semoga saja berdoa dan berharap ada kabar baik menanti mereka tentang kondisi Ibu mereka. "Putri Apakah ibu sudah pulang ke rumah? Apakah ibu sudah baik-baik saja kak? apakah nenek sudah menelpon? Apa Pakde sudah memberi kabar? bapak apa bapak sudah memberi kabar tetapi ibu? "tanya Nisa penuh harap menatap mata putri. Putri menggeleng. "nggak ada Nisa nggak ada satu orang pun yang memberi kabar ke handphone Kakak Padahal tadi janjinya mau ngasih tahu kabar Ibu kalau sudah ada kabar Lesti Apa perlu kita ke rumah sakit saja ya? Kakak juga penasaran bagaimana kabar ibu sekarang. tapi sepertinya umur kita sekarang belum boleh masuk ke rumah sakit deh Nanti Kakak juga tidak tahu jam berapa boleh membesuk pasien rumah sakit hati kita juga tidak tahu di rumah sakit mana Ibu dirawat juga tidak tahu di taman berapa Ibu jerawatan hati Bagaimana menurut kamu?" tanya Putri meminta saran adiknya itu. "Nisa Nisa pengen tahu kabar ibu tapi sepertinya kalau ke rumah sakit bukan sesuatu hal yang baik Kak kita ke sana juga belum tentu boleh masuk dan belum tentu juga bisa ketemu ibu dan memperoleh kabar tentangnya. lebih baik kita pulang dulu dan tanya sama nenek aku rasa nenek pasti ada di rumah menunggu kita tetap menunggu kabar Semoga saja nenek sudah mendapatkan kabar tentang ibu atau setidaknya Bapak sudah pulang dan bisa memberitahu kita bagaimana kondisi Ibu benar kan?" ujar Nisa memberikan pendapatnya. "Hem, ya Kau bener sekarang bisa Tapi Kakak sejujurnya ingin segera melihat ibu tapi ya sudah kita putus aja ke rumah semoga saja itu sudah ada di rumah dan sudah baik-baik saja kakak harapkan akan terdapat dua ujar Putri kemudian mengajak Nissan naik angkot dan kemudian pulang ke rumah mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD