ini adalah bulan ketiga pernikahan kinanti dan juga riga semuanya nampak harmonis dan berbahagia tapi ada yang berbeda dari putri.-putri setelah pulang sekolah suka sekali duduk di pinggir jalan. biasanya beberapa waktu ini Dimas suka lewat dijalan didepan warung ayah tirinya itu. Tapi sudah berapa hari tak juga Putri melihat ayahnya itu.
"Put kenapa?"tanya Rayen mengagetkan Putri.
"Ah nggak kok,"kata Putri merahasiakan.
"Bener, kayak melamun, kamu mikirin apa? ayah kamu+ Pak Dimas?"tanya Tayen dengan benar. Putri tersenyum dan mengangguk.
"Ya Rayen, biasanya sore ayah suka lewat. Dia habis kerja. Pagi pagi kuga kalau berangkat kerja lewat sini. Tapi berapa hari ini nggak keliatana. aku jadinya khaeatir. apa ayah kenapa kenapa? pindah rumah kayaknya nggak. Apa sakit ya Rayen?"tanya Putri khawatir.
"nanti akan ku cari tahu kabar ayahmu Putri kamu tenang aja. mungkin dia lagi nggak lewat sini aja kamu jangan khawatir nanti pasti akan ku cari tahu kok," ujarnya kepada putri membuat putu sedikit tenang.
Beberapa hari kemudian Raya sudah mendapatkan berita mengenai Pak Dimas yang tak kunjung juga lewat di depan rumah.
"sepertinya ayah sedang berada di luar kota putar dari Ti aku belum tahu pasti di mana tapi akan ku cari tahu. katanya ayahmu sudah menikah lagi tapi aku kurang tahu kepastiannya nanti akan ku beri tahu hal yang pasti yang jelas dia sudah tidak ada lagi di rumah kontrakan yang biasa dia tempati itu. Kakak sukung kamu ada bersama dengan budemu. sepertinya ayahmu menikah dengan seseorang di luar kota lagi seperti sebelumnya, "cara yang menceritakan hal yang ia ketahui mengenai Kabar terakhir Dimas.
"Kenapa ayah malam selalu menikah ya Dimas? apa laki-laki tidak bisa hidup sendirian? tidak enak rasanya terdengar seperti saat kau mengatakan Ayahku sudah menikah lagi dengan seorang perempuan di luar kota laxity kata sendiri Ini sudah keberapa kalinya ayah menikah apa kesepian itu Ayah tanpa Ibu? aku sama sekali tidak mengerti Rayan," Putri tertunduk.
"Aku nggak tahu soal itu Putri dan aku tidak bisa berkomentar banyak tetapi mungkin aku rasa Pak Dimas hanya belum berteman dengan wanita yang pas dan wanita yang benar tapi mungkin dia hanya baru mengenal dan kemudian jatuh hati dan menikahinya karena tidak ingin terlampau lama kata orang berpacaran ya kurasa seperti itu. dia menghindari fitnah dan menghindari dosa jadi dia buru-buru menikah dan kemudian menikahi wanita yang salah aku rasa seperti itu Putri kau jangan terlalu memikirkannya mungkin Ayahmu akan bertemu dengan wanita yang tepat sebentar lagi kau hanya harus mendoakannya semoga saja ayahmu bisa berbahagia dan pernikahannya seperti juga pernikahan ibumu dampak Rega," kata Rayen tersenyum.
"ya kurasa kau benar Ayana yang mungkin belum bertemu dengan wanita yang benar dan wanita yang pas dengan dirinya ah Ayah mungkin kita terlalu cepat jatuh cinta ya. Tetapi kalau menurut Ibu dulu saat remaja Ayah hanya jatuh cinta kepada Ibu selama sekolah ayah tidak pernah berpacaran dan Wati lain selain dirinya. Ayah memang lebih penurut kepada Ibu walaupun Ibu marah dan kemudian mereka bertengkar ayah akan selalu membujuk ibu dan kemudian mereka akan baik-baik saja. jadi saat dulu ayah dan ibu bertengkar Ibu pikir ayah akan datang dan seperti biasa menuju ibu tapi entah kenapa sepertinya bujukan Ayah tidak pernah lagi datang mungkin hanya saat pacaran dulu saja bujukan ayah datang. a antara Sudahlah tak perlu aku memikirkan itu lagi benar kan ada," komentar Putri seolah tersenyum Getir.
"Sudahlah Putri Jangan memaksakan sesuatu hal ini yang bukan lagi tempatnya. sudah hijab syar'i itu lagi ibumu Bukankah sudah berbahagia dan kau ikut berbahagia bukan? Sudahlah jangan bicara seperti itu jika terkena farega tidak enak bukan. Oh ya nanti aku akan kembali dengan berita tentang ayahmu kau jangan khawatir dan banyak-banyak berdoa saja," ujar Rayen kemudian pamit pulang karena hari sudah menjelang magrib.
tidak hanya memanfaatkan Rain sebagai informan tetapi Putri juga mencari informasi mengenai ayahnya sendiri tarif dirinya sekarang suka bermain ke dekat rumah ayahnya yang dulu berharap mencari tahu informasi mengenai sang ayah dari mulut mulut tetangga yang memang suka bergosip. Putri yang soal tidak mendengar apa-apa hanya bermain di dekat rumah namun tidak juga mendengarkan hal apapun tentang ayah tirinya ayahnya tersebut Andi Putri pun beralih ke rumah budenya. berapa dilihatnya Kakak sulungnya ada di rumah budenya namun tak juga Ia mendapatkan informasi mengenai sang ayah Tanti Ingin rasanya Putri bertanya langsung kepada kakak kandungnya tersebut tetapi seperti ini kakak kandungnya seolah tidak melihat dirinya dan tidak menanggapinya.
"Kak Putri Kenapa? melihat kak HerI?" tanya Beni bingung.
Putri yang tersenyum dan mengangguk. "Kak Putri suka ya sama Kak Heri?" goda Benny menyebut Kakak nya itu sedang menaksir kepada kakak sulungnya sendiri.
Beni tidak tahu jika Heri adalah kakak sulung mereka. yang Beni tahu Kakak mereka adalah anak dari harga yang sudah beberapa bulan ini tidak kembali sejak pernikahan ayah dan ibu mereka.
"Kakak mau ngelihatin ke Heri tapi bukan seperti itu Beni kakak tidak menyukai Kak Heri tanda tidak hanya saja ada sesuatu yang ingin kakak tahu dari Kak Heri Tanti Apa kau bisa bertanya kepada Heri ke mana ayahnya?" tanya Putri kepada Beni anggukan kepala oleh Beni Beni pun tanpa malu segera mendekati hari yang sedang bermain bola bersama teman-temannya tersebut.
Tidak lama kemudian Benny pun datang dengan tersenyum kepada putri," kak Kata Kak Heri ayahnya sedang bekerja di luar kota dan belum lama ini memang sudah menikah kembali Memangnya kenapa Kak? kata Kak Heri Apakah Ayah punya hutang membeli kue kepada Kak Putri Enggak Kak Putri bertanya kepada dirinya di mana ayahnya dan sedang apa dia?,"tanya yang tidak tahu apa-apa itu kepada sang kakak.
"Iya Kak katakan kepada Kak hari Jika Pak Dimas memang punya hutang kepada Kak Putri coba kamu tanya lagi kapan kira-kira ayahnya Kak Heri akan pulang dan ke kota mana dia sekarang?" seluruhnya kepada Beni. Deni pun segera mendekat kembali kepada Heri dan segera menyampaikan apa yang Ikke Putri katakan kepada dirinya.
Harry tersenyum mendengar apa yang baru saja disampaikan Beni. Heri tahu jika Putri sedang mencari tahu mengenai keberadaan ayah mereka tanah di mana mungkin Heri lupa mengenai Putri yang adalah adik kandungnya. Heri mungkin tidak tahu jika Beni adalah adiknya tetapi yang ia tahu putri adalah adiknya ntar hati dan sepertinya Benny pun tidak tahu jika dirinya adalah kakak sulungnya.
sudah bertahun-tahun ini hari tidak pernah lagi mengunjungi adik dan ibunya di rumah neneknya beberapa tahun awal ketika mereka berpisah RI masih suka datang ke rumah sang nenek namun adik-adiknya suka tidak ada di rumahnya ada sang nenek. ketika pun ia berkunjung ibunya pun tidak ada neneknya hanya menyuguhkan minuman kemudian karena tidak enak hati hari pun segera pulang padahal di dalam hati Heri Heri Berharap ada adik ataupun setidaknya ibunya ketika ia berkunjung bersilaturahmi ketika hari raya Tanah kan tidak pernah bertemu dengan saudara serta ibunya hari pun tidak pernah lagi berkunjung ke rumah nenek saat hari raya hingga saat ini mereka sudah sebesar ini pun saat ini sudah beranjak besar seperti ini sampai-sampai tidak tahu juga Heri adalah kakak sulungnya.