21. GOSIP TAK SEDAAP

1326 Words
Putri seperti biasa mengawali harinya dengan mengais rezeki dari sang Ilahi dengan menjajakan kue-kue Kinanti tanah Titi begitulah yang ia lakukan setiap pagi dan tidak pernah ada liburnya meskipun dirinya sakit dia selalu memaksakan diri untuk mengais rezeki membantu sang Ibu tanah putih seperti biasa ramai menemaninya. namun pagi ini tidak pagi seperti biasanya. semua orang membeli tetapi Sibuk juga bergosip. awalnya Putri sama sekali tidak mengindahkan gosip tersebut tetapi anehnya tiap kali ia membeli adalah orang yang membicarakan sang ibu. "Bude Bude tau nggak semalam itu kan malam minggu tahu kan Bude?" tanya seorang wanita tiba-tiba datang kepada wanita paruh baya yang tak memilih milih kue kinanti kepada putri. "Iya lah Neng Ke mana malam minggu Memangnya kenapa kamu enggak diapelin semalam?? tanya Bude tersenyum. "Bu" aduh bukan begitu Bude. tau nggak tuh di tebing sana tuh awalnya sih aku nggak percaya kalau itu sih Kinan cuman nggak taunya setelah lama-lama Eh iya itu Kina atau enggak Bude dia pergi sama siapa? Aku tuh awalnya nggak juga kan itu Kinanti terus nggak tahunya laki-laki itu tuh nggak boleh itu sih Duda Anak dua yang suka nongkrong di depan itu loh rupanya si riga, "ujar wanita itu tanpa memperhatikan ada Putri dan Rayan di sana. "sirik ya? Kamu benar melihat-lihat Riga sama Kinan? ya ndak apa-apa toh. bikin nanti udah lama jadi di janda udah hampir berapa tahun ya 5 tahun kali . si Riga juga Sama udah duda jadi Biarin aja memangnya kenapa kamu cemburu? Kamu sirik ya? duh kamu ini Kamu kan udah punya suami di rumah kenapa e malah mau sama si Rega? awas loh ntar suami kamu dengar, yang ada suami kamu malah cemburu sama kamu, "ujar bude pura-pura enggak terlalu memperhatikan karena memang sih iBu yang punya gosip yang suka bergosip Ria apalagi pagi-pagi seperti ini. Rain memahami bahwa kata-kata si ibu muda tadi memang tidak berprikemanusiaan salah tidak memperhatikan Putri anda tadi ada di dekatnya. Raya memahami bahwa Putri bisa saja sakit hati merasa kesal terhadap Apa yang dibicarakan sang Ibu tadi terlebih lagi Putri masih memiliki pengharapan bahwa sang ibu akan kembali bersama ayahnya. setelah agak jauh dari bude dan sang Ibu gosip itu, Rayen pun bertanya kepada Putri. "Put Kamu nggak papa papa? Nggak usah dipikirin apa yang dikatain sama ibu gosip itu dan kapan sendiri kan dia aja Udah dipanggil ibu gosip, Jadi jangan terlalu memikirkan apa yang dia bicarakan. belum tentu itu benar adanya, bisa jadi salah lihat sama orang, lagi itu kan malam gelap tebing itu kan juga gelap,"kata Rayen ujar lain seolah tahu apa yang dipikirkan Putri. "kamu Beneran semoga saja apa yang Ibu gosip itu lihat adalah salah. nggak enak rasanya mendengar Ibuku dibicarakan orang lain seperti itu telah. Meskipun mereka berdua Ibuku dan juga Pak Reza sama-sama Janda Dan Duda tapi rasanya terasa aneh di telingaku ketika mereka dibicarakan orang lain. bikin kesel,"kata Putri, lalu kembali menjajakan kue Kinamti. namun gosip itu tidak berhenti di sana kembali lagi ketika ada pembeli yang datang Yang ada malah ada orang lain yang kembali datang juga menghampiri untuk hanya mengatakan gosip mengenai Kinanti entah benar adanya atau tidak. "bu, buk tahu nggak semalam itu anak saya ngelihat di tebing itu si janda Kinanti sama riga itu pergi berdua boncengan naik motor. mereka: mesra banget emangnya mereka ada hubungan?"tanya si ibu ibu kemudian. " Apa benar Bu si Riga sama si Kinan? nggak tahu malu banget ya si Kinan perasaan Dulu mereka itu kan bertetangga pas istrinya Riga masih ada. istrinya pak Riga juga baik banget sama si Kinan dulu kan udah kayak saudara sendiri ngasih apa-apa terus sama si Kina. masih Iya sih Kinanti malah sekarang mau bersama Pak Riga tadi . Kayak enggak ada orang lain aja sih udah. bener nggak bu? "jujur sama ibu juga menanggapi perkataan gosip itu seolah tidak menyadari ada Putri di hadapan mereka yang telah menjajakan kuenya. tidak tahan mendengar gosip sama ibu Kinanti Putri pun kemudian beralih dari tempat ibu-ibu berkonsep itu dan menjajakan gue ke tempat lain. sepanjang pagi itu ia menahan kesal terhadap semua orang yang mulai membicarakan sang ibu di pagi-pagi buta seperti ini. "udah pulang kita pulang aja yuk kayak muka kamu dari tadi kataku ke aja dari tadi dengan orang-orang bicarain ibu kamu, mending kita pulang aja sih aku ini biar dibawa ke sekolah aja gimana? saran Rain kepada Kinan Melihat putri dari tadi cemberut terus mendengar apa yang bicarakan orang-orang terhadap ibunya. " kamu benerRayen, mending kita pulang aja. Aku udah kesel pkus dongkol banget nih, bener bener ngerusak moood pagi pagi begini," Putri kemudian menurut saran Rayen dan pulang. "jangan buru-buru marah sama ibu pas nanti pulang ya Bu. bicarakan baik-baik. ingat ibu kamu udah bertahun-tahun sendirian dan sekarang dia baru berani sama seorang pria. jangan langsung menghujatnya dan kata-kata yang tidak enak didengar karena ingat ibu kamu sudah berjuang seorang diri selama ini Kamu tidak bisa menghakiminya hanya karena waktu semalam tadi kamu juga nggak bisa langsung ngomong seenaknya sama ibu kamu tanpa bertanya dan mencari tahu kebenaran Benarkah itu atau tidak Oke," Rayan mengingatkan Putri ketika sudah sampai di dekat rumah sama Putri. "Iya Rayan aku ngerti banget kok soal itu tanda terima kasih banyak ya sudah nemenin aku pagi ini seperti biasanya. aku nggak tahu kalau tadi kamu nggak nemenin aku mungkin aku udah marah-marah dan dampak mereka semua yang udah gosipin Ibu aku di pagi-pagi buta kayak gini. sekali lagi terima kasih ya Oh ya ini kue buat omah sama ibu kamu Makasih ya Sekali lagi ya udah Aku masuk dulu ya Rayan," Putri kemudian berlalu. sesampainya di rumah Putri pun langsung disambung kinanthi dengan senyum seperti biasanya Kinanti seperti biasa langsung ucapkan terima kasih kepada putri karena telah membantunya menjajakan kue di pagi-pagi kita seperti ini yang seharusnya dirimu sendiri masih tidur. " Makasih ya Sayang gimana hari ini? "sapa Kinanti sampai menerima bakul kue dari putri dan juga uang yang ia dapat hari ini. "Putri lagi kesel pengin Ibu jadi Kuenya nggak Dijagain semuanya nggak muter terlalu jauh juga tadi. Nanti Putri Bawa aja ke sekolah nggak papa kan," ujar Putri kemudian mengambil handuk kemudian mandi. Putri hanya menganggukkan kepalanya Ketika sang Ibu hanya tersenyum karena detik setelahnya Putri pun sarapan dan berangkat ke sekolah kembali membawa bakul kue untuk ia kembali diadakan di sekolah. "Sebenarnya tadi langsung pengen nanya ke ibu tapi kayaknya Ibu capek juga karena dari subuh udah nyiapin gue bahkan juga untuk nanti siang. sekarang juga mesti nyiapin yang lainnya juga nggak tega rasanya kalau langsung Nanya apa lagi marah-marah ke Ibu nanti nanti sajalah," Putri di dalam hatinya namun rasa penasarannya masih terus bertanya-tanya di dalam hatinya. di sekolah rayain sendiri penasaran Apakah putar sudah bicara kepada ibunya atau belum. ingin bertanya kepada putri langsung Rain Takut hari-hari putri hari ini. jadi Rain hanya menunggu saja sampai Putri lebih dahulu menceritakan apa yang terjadi setelah di rumah tadi. "aku sakit kan enggak nanya apa-apa ke ibu nggak bilang apa-apa juga ke ibu Rasanya nggak tega Rayan. Ibu Kayaknya capek banget kamu tahu sendiri kan dari Fajar Ibu udah bangun belum ngeprint gue terus juga mau nyiapin ntar siang nggak tega rasain kalau mau nanya apa lagi marah-marah ke ibu dan titik nanti ajalah lain Meskipun aku aja Penasaran" Putri menjelaskan kepada Rain. dan begitulah dalamnya karena Putri merasa kasihan kepada kinanthi pada akhirnya Putri tidak jadi juga bertanya kepada sang Ibu apa yang terjadi. Putri menyerah dan membiarkan saja ibunya ibunya terlihat baik-baik saja dan terlihat bahagia. Putri sama sekali tidak ingin mengganggu kebagian sang ibu dalam hatinya dirinya pun mengikhlaskan apapun yang telah Dipilihkan Ibu. Ibunya sudah terlalu lama sendiri Bisa saja Ini adalah kebahagiaan yang ingin Ia raih selama ini. "Samubutlah kebahagiaanmu bu. Putri ikhlas kok. Mungkin memang sudah takdirnya seperti ini adanya. mungkin jodoh ibu sama ayah sudah terhenti sejak dahulu. Putri hanya harus mengikhlaskan nya. Maafkan Putri bu jika pada ini terlalu memaksakan apa yang putri iinginkan tanpa memikirkan perasaan Ibu Bagaimana," Putri di dalam hatinya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD