Kehidupan sejatinya tidaklah selalu berjalan mulus Begitu juga dengan kehidupan dimas. nanti ketika mengetahui digugat cerai oleh sang istri Dimar benar-benar sangat frustasi. Dimas masih menginginkan anak istri ingin kembali ke dalam kehidupannya tetapi Dimas kemudian sadar akan kesalahan yang telah lalu. Birunya tidak seharusnya meninggalkan istrinya terlalu lama karena. Wajar saja jika mertuanya marah kemudian menyuruh Kinan untuk Meminta cerai dirinya. Terlebih lagi ketika masa-masa sulit Kinan Dimas mukanya meminta izin untuk pergi bekerja Tetapi malah pergi begitu saja.
Dimas sadar betul seharusnya ketika kemarin akan pergi keluar kota harusnya Dimas bicara dulu kepada Kinan. Iya Dimas pergi ke Jogjakarta hampir 1 Tahun Lamanya. Setelahnya dirinya pun pulang dan mengetahui bahwa istrinya baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki yang lucu tanda S betapa senangnya Dimas tetapi dari Ermawati dirinya mengetahui bahwa mertuanya sangat marah atas kepergiannya yang tanpa izin dan tanpa kabar itu.
"Kaj erma aku sudah pulang!" Ujar Dimas ketika baru saja kembali dan langsung ke rumah kakak satu-satunya itu.
"Di mana kau sudah pulang? ke mana saja kau Dimas? Aku mencarimu kemana-kemana dan kau tidak ada? Kenapa kau tidak memberi kabar kepada aku Kenapa kamu jual handphone mau?" Ujar Erma bertubi-tubi kepada Dimas yang baru saja kembali itu.
"Maafkan aku kalau aku kan sudah bilang kalau aku mau ke Jawa Tengah kemarin nggak tahunya aku malah ke Jogja. tapi cukup lama di sana sudah berapa bulan ini hampir 10 bulan lamanya Oh ya Kak Bagaimana kabar anak dan istriku? Ke rumah kontrakanku kosong ditempati oleh orang lain karena kalian apakah Kinan kembali ke rumah ibunya?"tanya Dimas sambil mengambil air minum dingin di dalam kulkas yang kakak.
"Harusnya kau menelpon Kinan sebelum pergi Panti aku sudah berusaha menghubungimu mencarimu kemana-mana. Mereka bilang kau pulang kampung tapi kau tidak ada ke kampung. Jadi Kakak benar-benar khawatir bahkan kini benar-benar merasa Terpukul karena kau pergi begitu saja tanpa seharusnya tidak kau juga begitu saja Handphone mu itu Dimas,"ujar ermalian geleng-geleng kepala.
Ketua Maafkan aku kalau aku benar-benar minta maaf. Jadi bagaimana Kinan? Ah kalau dia pulang ke rumah ibunya ibunya pasti marah besar ke tahu aku sama sekali tidak mempedulikan kena dan anak-anak karena. Bagaimana ini kak? "Tanya Si Dimas khawatir.
"Itulah yang jadi masalahmu dimas. seharusnya kau menyelesaikan dulu masalahmu dengan Kinan baru kau pergi. kau kan tahu ketika itu kau dan Keenan bertengkar hebat lah kau memukulnya bahkan ingin menujahnya dengan pisau? Apa kau lupa? saat itu harusnya ketika paginya kau bertanya dulu kepada Kiina dan berbicara dulu kepalanya. Kau malah pergi begitu saja tentu saja kita menjadi khawatir karena. Tentu saja dia menjadi bingung karena kau juga pergi terlalu lama tanpa kabar. Aku tidak heran jika ibunya marah kepadamu pada akhirnya. Mana mungkin Kinan menyimpan masalah ini begitu lama tanpa menceritakannya kepada sang Ibu ataupun kepada kakaknya. Karena sedang hamil besar sekarang Dimas dan dia ada di rumah ibunya, "ujar Erma melihat Dimas.
"Kinan hamil Kak? Berapa bulan dia? Ah dia pasti kesulitan masa-masa awal kehamilannya dan aku tidak ada di dekatnya tadi. AH.. Aku benar-benar menyesal karena," ujar dimas sambil memegang kepalanya yang terasa berat.
"Bukan hanya itu saja Dimas dia bahkan sangat kesulitan bahkan anakmu Putri menjadi tulang punggung untuk mereka sekarang karena. Kau tahu setiap pagi Putri lah yang mencari nafkah menjajakan gue dia seperti Kinan saat kecil. Aku ingat betul Kenan juga seperti itu ketika kecil dan sekarang Putri yang seperti itu. Anak itu benar-benar bersemangat mencari uang setiap pagi menjajakan kue-kue buatan kanan. Aku kagum pada anakmu itu. Segeralah kamu nemuin Firman Jika kau berani. Kau sendiri maklum Seperti apa aku rasa Dia pasti sudah memikirkan untuk menggugat cerai dirimu. Cari tahulah segera Sebelum terlambat Dimas,"ujar sang kakak pada hari itu.
Namun sayangnya Dimas semesta tidak mengindahkan kata-kata sang kakak dan pergi kembali ke Jati dapat begitu saja. Ferry memang ditinggalkannya bersama dan kita melihat anak itu si mas kewalahan harus bekerja sambil mengurus Ferry karena dirinya pagi-pagi harus segera bekerja sementara Seri sendiri harus sekolah jadi kembali lagi Heri ikut dengan budenya.
"Maafkan aku kalau aku belum punya keberanian untuk menemui Kinan saat ini kak. Aku titip Heri ya Kak. Katakan maaf kepada Kinan dan katakan aku bekerja Kak. Aku sudah mengontrakkan rumah untuk hari tidak seberapa jauh dari sini. Tapi ada baiknya hari ikut kakak saja, " ujar Dimas berpamitan sebelum pergi kembali ke Jakarta.
"Loh kau ini bagaimana Dimas? Kok malah pergi temui dulu Kinan. Kau tau dia sedang mengandung anakmu. Mungkin beberapa pekan lagi dia akan melahirkan. Temuilah Kinan. Setidaknya buat pikirannya tenang. Jangan sampai saat kau kembali istrimu itu sudah melahirkan. Aku yakin mertuamu pasti akan menyuruh Kinnan menggugat cerai dirimu Dimas Lihat saja. Itu pasti,"Ermalia mengingatkan Dimas.
Tapi dimas tak bergeming Dia pulang ke Yogja tanpa menemui Kinan atau anak anaknya.
"Aku terlalu takut menghadapi Kinan Kak apalagi menghadapi ibunya. Aku bisa saja membuat Kinann pulang dengan mudah tetapi ibunya? Jangan kan menemui ibunya membukakan pintu untukku saja pasti ibunya enggak mau kak. tapi bagaimana bisa Kak? Aku tidak bisa lama-lama di sini Kak aku terikat dwngan pekerjaanku pekerjaanku di Jogja. Beberapa bulan lagi akan selesai pekerjaanku di sana. Jadi aku bisa leluasa menemui Kinan. Aku hanya minta izin kemarin dua hari yang sudah menggunakan semuanya jadi aku harus segera pulang hari ini jika tidak aku akan terlambat bekerja karena aku mohon bantu aku untuk bicara dengan kinantan katakan saja aku bekerja di luar kota aku juga sudah menyewa rumah untuk Heri kalau Kinan mau suruh dia untuk tinggal di rumah itu saja kak bisalah dengannya aku mohon, "pinta Dimas.
"Maafkan aku Dimas apa sama kita tidak bisa menjanjikan apapun tapi aku akan bicara dengan Kinan tetapi aku tidak bisa menyuruhnya pulang ataupun bersamamu lagi gitu saja Aku sama sekali tidak bisa melakukan itu ternyata ketika aku ke sana pasti ibunya tidak menyuruh Putri membukakan pintu. Aku pernah melihat anak itu ingin membukakan pintu untuk ku Tetapi dia marah karena pukul oleh ibumu itu. Bagaimana mungkin aku tega melihat putri Tersakiti gara-gara aku? Karena itu aku pun pulang lagi. Dan tak berani lagi aku menemui dirinya tapi malah anak-anakmu yang tersakiti oleh mertua mu itu ntar Lesti aku yakin Kinan pun akan seperti itu ketika aku yang datang. Aku pun tak tahu kapan dan di jam berapa ibu mertuamu yang tidak ada di rumah aku tak tahu Dimas," ujar ermalia tak bisa menjanjikan apapun kepada Dimas Dimas yang mengerti pun kemudian memilih pergi. Ia serahkan semuanya pada Ilahi robbi. DImas ikhlas apapun yang akan terjadi setelah ini padanya juga pada Kinan.
Benar saja beberapa bulan kemudian Kinan pun melahirkan. Dimas yang tidak berada disisinya pun langsung bisa merasakan bahwa Kinan tari yg sedang berjuang untuk anak dan juga dirinya sendiri. setelah menyelesaikan pekerjaannya Dimas pun segera kembali ke rumahnya. Dirinya pun langsung menemui sang kakak dan bertanya apa kabar sang istri. Benar saja aku sudah melahirkan. Putri dan Risa pun akan segera masuk sekolah jadi Dimas Berencana untuk menjemput mereka semua.
Namun sayangnya ketika Dimas pergi menemui kan adanya juga mertuanya di rumah mertuanya Rupanya sama mertua malah marah-marah dan misi mereka. Barang bawaan yang mereka berikan untuk anak-anak pun dilempar Kembali keluar. Sang mertua sama sekali tidak ingin menerima barang apapun dari dinas. Dimas sejujurnya sangat kecewa sekali atau sikap sang mertua yang seperti itu. tapi apa mau dikata Dimas mengerti bahwa ibunya itu sangat kecewa atas dirinya.
Di depan pintu sangat tua Dimas berjanji suatu hari nanti dirinya akan menjemput anak dan istrinya lagi. Nama seribu sayang selama beberapa pekan Kemudian pada titik yang datang ke rumah Dimas justru kepanjangan dari pengadilan. Kinan sudah menggugat cerai dirinya. Mungkin Dimas yang terlalu takut untuk kembali ke rumah mertuanya Tan itu mungkin di Indonesia memang semesta tidak memiliki keberanian untuk melawan sang mertua ntar aku mungkin juga benar Bokin yang sangat patuh atas keluarganya. Bagaimana mungkin Anda bisa memilih antara suami dan keluarganya ibu dan kakaknya. Dan Dimas pun pada akhirnya memilih menyetujui permintaan gugatan cerai dari keluarga Kinan.
Dimas tidak menghadiri persidangan itu andai saja dirinya datang ke persidangan itu mungkin pernikahannya akan bisa diselamatkan pada titik ermalia mengetahui jika adiknya sudah mendapatkan surat panggilan dari pengadilan itu membujuk adik untuk datang di hari persidangan perceraian mereka namun sayangnya Dimas menolak pada.
"Kalian akan disidangkan hari ini Dimas Ayo datanglah perjuangkan anak istrimu maka rezeki Jeng kabulkan permintaan keluarga Kinan untuk mencerai darimu. Datanglah dimas. mungkin saja masih bisa diselamatkan pernikahanmu," Enimalia mengingatkan sang adik.
Bukannya datang dan menuruti apa kata kakaknya Papi Dimas malah menggelengkan kepalanya dan melihat sibuk dengan kehidupannya sendiri. Dalam hatinya dimaksud Jelaskan bahwa tidak ada lagi masa depan antara dirinya dan juga kini antara titik meskipun satu kali pun tidak pernah dilihatnya bayi yang telah dilahirkan oleh Kinan itu tetapi di rumah ridho dan ikhlas hal itu semua. Mungkin inilah Sudah saatnya mereka berpisah itu mungkin inilah semua takdir dari Ilahi. Dimas ikhlas atas jalan takdir yang telah digariskan untuknya.
Lagi-lagi Dimas memilih menyebutkan dirinya dalam pekerjaannya akan tetapi berbulan-bulan dirinya bekerja di luar kota dan 1 pekan kemudian pulang ke rumah sang kakak. Hanya untuk menengok Heri anak sulungnya. Tidak pernah melihat Kinan aku lagi anak-anaknya. Namun doanya untuk mereka selalu senantiasa terpanjatkan ketika dirinya bersujud kepada sang Ilahi. Dia masih berharap anak dan istri yang selalu baik-baik saja meskipun sekarang mereka sudah tidak lagi berumah tangga bersama. Mantan istrinya masih menanggung anak-anaknya karena itu dia selalu mendoakan semoga Kinan baik-baik saja dan bisa selalu mengais rezeki untuk anak-anaknya.
Dimas sadar seharusnya dirinyalah yang menafkahi anak-anak tetapi apalah daya dirinya tidak berani menghadapi Kinan. Dia tahu betul Seperti apa ibunda Keenan tanda dia tahu betul Seperti apa Kinan Kinan akan bisa merawat anak-anaknya menghidupi mereka dengan baik. Dimas Tahu betul setiap akhiran sejak dahulu cimini selalu orang yang gagah dalam mencari rezeki. Dimas tahu itu.
Seringkali Dimas melihat warung nasi yang kini berdiri kokoh oleh kinandana Tutik Dimas bangga kepada mantan istrinya itu Dimas juga bangga kepada anak sulungnya yang nampak sehat dan selamat berbahagia itu. Meski sesekali melihat tapi Dimas juga sering kali meneteskan air mata dan memilih kembali bekerja di luar kota.
Lama-lama menerbitkan hari kepada kakaknya membuat Dimas jadi tak enak hati kepada kakak iparnya karena. Dimas pun kemudian mengambil Heri dan menyuruh RI untuk tinggal seorang diri di kontrakannya. Namun lama-lama di masjid Tidak enak hati meninggalkan hari seorang diri. Pada akhirnya Dimas kemudian memilih menikahi seorang janda beranak dua yang telah ditinggal mati oleh suaminya tanda wanita itu adalah wanita baik mantan tetangganya dahulu namun sayangnya mereka berbeda agama. Demi untuk menikahi wanita itu wanita itu pun rela untuk pindah agama Dimas dan Dimas sangat bersyukur untuk itu.
Dimas sangat terkejut sekali beberapa waktu setelah pernikahannya Dimas mengetahui bahwa Putri mencarinya dari sang istri.
" Bang Bang Tadi ada anak kecil mencari Abang. Anak lelaki dan perempuan katanya dia mencari Abang jangan-jangan itu anak abang ya? "Tanya sang istri mencari tahu.
"Yeah.. mungkin saja itu si Putri mencariku. Kau bilang apa padanya? Kok kasar padanya?"tanya Dimas.
"Tentu saja tidak Bang untuk apa aku kasar kepada anaknya. Aku pun tak tahu jika itu anakmu. Adek aku tahu itu anakmu kau suruh dia masuk dan memberinya uang,"Dimas hanya diam. Tidak menanggapi dan malah pergi.
Pernikahan kedua Dimas berjalan dramatis. Dirinya lama lama kesulitan mencari pwkerjaan. Dari dulu Dimas bisanya bekerja sebagai kuli bangunan. Meski berijazah tapi hanya pekerjaan itu yang dimas bisa lakukan.
"Ayo Bang Kita pindah ke desaku saja. Ada kebun kata ayah di sana yang bisa kita garap bersama. Mending Abang berhenti dulu jadi kuli bangunan dan pulang ke desa sajar bersama aku bang. aku juga sudah rindu ayah dan ibuku yang ada di Desa. Bagaimana menurutmu Bang? Kalau Heri. mau ikut atau tidak ya terserah. Bisa juga tinggalkan sama Kak Irma juga tak apa," bujuk istri Dumas.
Dimas yang saat itu memang sedang mencari pekerjaan dan sedang sulit mencari pekerjaan itu pada akhirnya setuju dengan istrinya untuk kembali ke desa sang istri. Mereka menggarap sawah bersama. Sedangkan Heri yang menolak ikut pun ditinggalkan bersama dengan kak Ermalia.