18. BENARKAH AYAH BERPISAH ?

2025 Words
Pernikahan kedua Dimas berjalan dramatis. Dirinya lama lama kesulitan mencari pwkerjaan. Dari dulu Dimas bisanya bekerja sebagai kuli bangunan. Meski berijazah tapi hanya pekerjaan itu yang dimas bisa lakukan. "Ayo Bang Kita pindah ke desaku saja. Ada kebun kata ayah di sana yang bisa kita garap bersama. Mending Abang berhenti dulu jadi kuli bangunan dan pulang ke desa sajar bersama aku bang. aku juga sudah rindu ayah dan ibuku yang ada di Desa. Bagaimana menurutmu Bang? Kalau Heri. mau ikut atau tidak ya terserah. Bisa juga tinggalkan sama Kak Irma juga tak apa," bujuk istri Dumas. Dimas yang saat itu memang sedang mencari pekerjaan dan sedang sulit mencari pekerjaan itu pada akhirnya setuju dengan istrinya untuk kembali ke desa sang istri. Mereka menggarap sawah  bersama. Sedangkan Heri yang menolak ikut pun ditinggalkan bersama dengan kak Ermalia. Berbulan-bulan menggarap sawah di masjid tidak pernah kembali menengok Heri dan juga kakaknya. Tidak pernah mengirim uang kepada Heri semuanya ditanggung Kanya kepada sang kakak. Tapi memang itulah yang bisa ia lakukan sawah tidak juga menghasilkan padahal sudah berbulan-bulan digarap dan semuanya tabungan yang kemarin ia hasilkan dari bekerja sebagai kuli bangunan sudah Iya belikan bibit untuk sawahnya tetapi belum juga menghasilkan sepwrsen pun. "Iya Abang Ya Abang sabar dong namanya juga usaha Bang. Memanghasil kebun dan hasil sawah jika tidak selalu bisa menghasilkan Bang. namanya juga ujian. Kita harus berbesar hati bang, kalau belum bisa dipanen ya sabar dulu. yang lain juga Sama aja Kan Abang lihat sendiri tetangga kita kebunnya juga seperti itu hasil sawah nya juga gagal memang lagi musimnya seperti ini Bang yang tidak bagus, "kata sang istri. Dimas pun mengalah dan menurut. Dia kembali berdoa dan menggarap sawah yang gagal bisa di panen. Sawah yang jadi pengharapannya itu tak bisa di panen karena musim penghujan yang turun hampir setiap hari. Bahkan sawah terkena banjir. Setelah banjir pergi yang datang justru hama. Akibatnya sawah pertanian mereka tak bisa di panen. Mertua Dimas pun sama-sama memberi kekuatan kepada Dimas untuk bersabar. Akhir panahnya tak bisa diketik kali ini benar-benar terjadi kegagalan pertama Dimas. Harapannya semoga penanaman kedua ini Dimas akan berhasil karena. Sang mertua pun membantu dimas dengan mencarikan bibit untuk sawah pertanian mereka. bahkan juga membantu menggarap sawah itu bersama-sama. Dimas mau tidak mau ikut membantu karena dirinya pun sama sekali tidak ada modal untuk menanam padi di musim Berikutnya ini. "Dek kamu tahu nggak kira-kira berapa bulan lagi kita bisa panen? Kamu Apakah kita bisa panen kali ini? Bagaimana kalau kita nggak bisa panen dek? Apa kamu punya tabungan?"tanya Dimas suatu hari. "Tabungan si ada bang cuman nggak tahu cukup apa nggak kalau kita harus memulai awal dari awal lagi karena abang tahu sendiri kan dari sejak panen gagal tabungan ini aja pakai buat kehidupan kita sehari-hari. Masa iya minta terus ke rumah Ibu Bang kan nggak enak. Kalau panen sih kira-kira sebulan lagi udah bisa. Semoga aja nggak lagi ada hama ataupun baju kayak kemaren. Adik nggak tahu Bang bisa memprediksi atau enggak Tapi yang jelas kita sama-sama berdoa dan berharap aja. Memangnya kenapa bang? Kok kayaknya bang sama  hasil panen kali ini bakal gagal lagi, "ujar sang istri. "Bagaimana Abang enggak hawatir sama hasil panen kali ini Dek. Kamu tahu sendiri kan panen kemarin kita gagal dan uang abang udah habis buat beli bibit dan juga pupuknya. Terakhir kali ini semuanya dari bapak kamu. Bibitnya dari bapak terus kupu-kupunya juga yang lainnya juga dari papa kamu nanti bapak kamu bilang kalau nanti panen dirinya mau minta balikin. Entah itu ada hasilnya atau enggak pokoknya Bapak minta balikin buat pendaftaran sekolah Adikmu yang bungsu itu. Bagaimana kalau nanti gagal lagi Dek? "Katanya Dimas khawatir. "Apa benar Bapak ngomong kayak gitu besok dibalikin pasca panen nanti bang? Kok sama adek bapak nggak ngomong apa-apa ya? Kalau nanti paling kita gagal terus bapak maksa minta dibalikin juga Gimana? Muka Abang nggak mau ngomong dulu sama adek?" Tanya sang istri tak mengerti tapi. "Mana Abang tahu kalau Bapak minta dibalikin secepat itu Dek. Bapakmu awalnya nggak bilang apa-apa cuman pakai aja dulu punya Bapak nanti dibalikin ngomongin kayak gitu aja. nah baru-baru ini aja ngomongnya minta dibalikin cepet soalnya mau masukin Adik kamu sekolah begitu Katanya kemarin," ujar Dimas memijat kepala yang terasa nyeri. "Loh Si Bapak ini kok aneh-aneh aja nggak tahu prediksi infant ini nanti berhasil atau enggak kok malah minta dibalikin cepet cepet. hitungan banget sih sama aku. Awas aja. Ntar aku ngomong deh sama Bapak ntar," ujar sang istri geram. Dan itulah yang menjadi awal pertengkaran suami istri dan Dimas pada akhirnya. Panen lagi-lagi tidak bisa diharapkan pada cuti meskipun bisa dipanen hasilnya pun tak seberapa. Pinjaman sama bapak pun tidak semuanya bisa dilunasin karena mereka juga harus kembali mengelola sawah untuk digarap kembalikan Dimas benar-benar jenuh melihat hasil panen yang benar-benar tidak sesuai dengan hasil yang telah Ia keluarkan. "Bagaimana kata Bapak bayar? Abang nggak bisa balik ya semuanya sekarang kamu lihat sendiri hasil panen kita seberapa sedangkan uang yang Bapak pinjemin berapa. Apa Bapak Marah Dek? Terus ini gimana apa kita menggarap sawah lagi atau gimana? Jujur aja uangnya tinggal segini nih kamu lihat aja sendiri. Kalau kita maksain terus kehidupan kita beberapa bulan ini gimana? Tabungan kamu juga bisa nulis Kalau begini terus. Apa sebaiknya abang balik aja ke kota terus kerja kayak kemarin lagi?"tanya  Dimas. "Entahlah bagaimana ya bang. kalau bapak, Adek nggak tahu.  yang jelas Bapak minta dibalikin semuanya. Kalau abang mau ke kota Abang aja yang ke kota Adek nggak mau aku kuota. Nungguin rumah kontrakan sendirian. Beli di sini Adek bisa main ke mana-mana Tanah Abang tahu sendiri kan di kota Adek nggak terlalu kenal banyak orang Lagian tetangga Abang juga orangnya begitu semua suka mencela orang dan jelas Adek. Adek nunggu di desa aja ya Bang Kalau abang mau kerja di kota Ya pergi aja nggak papa. Tapi ya itu Bapak Minta balik semuanya bagaimana Bang? Bapak maunya sekarang apa Abang Abang bisa ngasih? "Sang istri bertanya lagi. "Abang nggak bisa balikin semuanya dek paling ini separuhnya bisa kasih ke bapak. Sisanya bisa kamu pegang beberapa lembar  gitu.nah berapa lembar yang lagi bisa Abang bawa buat ke Kota Tanah kita nggak mungkin Abang nggak punya pegangan selama di kota Kan? Kamu gimana mau tetap di sini? Nanti abang bicara sama bapak bilang Sekalian minta izin sama Bapak kalau abang mau ke kota;" ujar Dimas kemudian pamit menuju rumah mertua. Namun tak disangkanya ketika akan meminta izin kepada sang mertua sama mertua malah marah-marah kepada Dimas. "kamu mau ke kota? Ada istri kamu buka tidak ke sini? Kamu ini bagaimana sih Dimas udah dibantuin di sawah di desa sini malah kamu mau pergi ke kota Kamu ini bagaimana sih? Terus tentang kamu sama bapak Bagaimana? Mau pergi begitu saja ke kota dan ninggalin anak istri kamu di sini? Terus nanti kamu nggak ngirim duit begitu pas kamu ke kota begitu? Anak istri kamu mau dibebani ke bapak sama ibu begitu? "Ujar sang mertua Dimas yang  marah-marah. Tematik 2 bukannya begitu Pak Bu. Di Mas cuman ingin berusaha di kota saja Sepertinya dia tidak cocok buat cocok tanam di desa ini. Kalau istri memang istri maunya tinggal di desa saja fakta Nanti katanya kalau di kertas suka nggak terlalu akrab sama tetangga. Meskipun sebenarnya Adik ini juga kemarin kan tinggal di kota tapi nggak tahu kenapa katanya susah akrab sama tetangga dan tetangga juga suka sama dia makanya dia nggak suka kalau di desa dia bisa ke mana aja ke rumah ibu atau ke rumah teman-temannya juga bisa begitu Alasannya karena kalau Dimas Dimas bakalan kirim uang kok kalau sudah dapat penghasilan di kota. Tidak mungkin Dimas lantaran istri begitu saja,"kata  Dimas menjelaskan. "Nggak mungkin menelantarkan anak istri bagaimana? Bukan kaisar pertama kamu kamu terlantar yang begitu saja dan dia pulang ke rumah mertua kami juga? Saya nggak mau ya anak pajak telantarkan dan kak dinafkahin juga kayak kamu memperlakukan istri pertama kamu. Saya sudah dengar masalah kamu sama istri pertama kamu dulu Dimas. Dan jangan kamu sama Kan istri pertama kamu itu dengan anak Saya tahu saya nggak akan tinggal diam kalau kamu begitu sama anak saya," sang bapak mertua menunjuk-nunjuk Dimas. "Kok bukannya Bapak mendukung malah marah-marah dan menuju duyung jadilah seperti itu Kak? Ya sudah kalau begitu sekali saja saya pulang kan istri saya ke bapak sama ibu aja ganti tapi saya nggak mau lagi ngurusin nya biar saya pulang sendirian ke kota sendirian saja,"ujar Dimas yang masih marah kemudian tanpa sadar telah menjatuhkan talak kepada istrinya. Tidak sadar akan telah menjatuhkan talak kepada istrinya lewat bapaknya Dengan mengatakan bahwa telah memulangkan istri kepada Sang Bapak Dimas pun pulang ke rumah sang istri. Tidak menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya. Namun Keesokan paginya ketika akan berangkat Sang Bapak datang bersama Pak RT dan juga beberapa  Tetangga. Sama bapak kamu yang menjelaskan masuk kedatangan mereka ke mari karena ini menjemput sang anak karena Dimas menjatuhkan talak atasnya. Dimas yang tidak menyadari telah menjatuhkan talak justru heran Bagaimana mungkin kita menjatuhkan talak atas istrinya. Setelah sama tua menjelaskan perkataan yang disebutkan Dimas Dimas menjadi masalah dan ini menarik kata-katanya. "Jadi Abang udah jatuhin talak ke aku semalam? Astaghfirullahaladzim Abang tega. Jadi Abang udah balikin aku ke bapak begitu? ke Abang nggak cerita apa-apa ke aku? "Tanya sang istri marah-marah kemudian ikut memberesi barangnya dan pulang ke rumah Sang Bapak. Di musim dingin kemudian Bagaimana tidak mengerti bahwa telah jatuh talak atas istrinya semalam. "Mangkanya Dimas lain kali omongan dijaga hati-hati ngomongnya. Itu sebenarnya sudah jatuh talak atas istrimu semalam. Karena semalam bapaknya istrimu sudah menerima dan lapang d**a artinya talak mu sudah diterima. Lagi pula kamu dan istrimu kan cuman menikah secara agama aslinya ntar aku sudah jatuh nak kau tidak bisa lagi mencampuri istrimu artinya karena sudah bercerai,: sejajar Pak RT menjelaskan kepada Dimas duduk perkara masalahnya. "Maafkan saya saya benar-benar tidak tahu jika itu artinya sudah jatuh talak atletik makan saya ketika saya punya kesempatan lain maka saya akan memperbaiki semuanya Maafkan saya pak. B ke a jika memang itu saya tidak ingin lagi bersama saya saya pun ingin kembali ke kota seperti awalnya. Maafkan saya jika saya telah menyakiti Bapak dan juga anak bapak," ujar Dimas pada akhirnya benar-benar Pergi seorang diri tanpa sang istri. Dimas kembali ke kota menemui kakak iparnya dan menceritakan masalahnya. Sang kakak ipar awalnya ingin tertawa kan Dimas namun apalah daya Dimas tampak lelah dan juga lemas karena telah mengatakan hal itu. "Makanya kamu jadi orang jaga mulut Dimas Anda tapi untung aja itu di dasar anak itik orang desa memang suka seperti itu Dimas gak boleh ngomong sembarangan. Itu arti memang kamu udah pulang in istri kamu ke Bapaknya lagi dan jaga jatuh talak makanya lain kali bener-bener ngomong karena Siti orang kota sama orang desa beda lho. Meskipun kalau di kota kamu ngomong begitu enggak mungkin langsung jatuh talak Soalnya kadang-kadang kita juga nggak ngerti Kapan talak itu telah keluar dari mulut kita. Jadi lain kali ini juga sebagai pelajaran kamu buat jaga mulut kamu kalau lagi marah," ujar Danu sang kakak ipar  kepada dimas. Sejujurnya Dimas senang karena kali ini dirinya sudah bercerai dan bisa mengharapkan Kinan kembali ke dalam pelukannya Namun sepertinya itu sama sekali sia-sia saja. Ya Beberapa orang tetangga sekitar rumah Kinan diketahui bahwa ada seorang pria yang sama-sama duda dengan dua orang anak sedang naksir Kinan Meskipun tidak terlalu Terlihat. Tapi sepertinya kita merespon dengan baik maksud dan tujuan sang duda. Meskipun belum terjadi pinangan Dimas berharap itu tidak akan terjadi karena Dimas masih mengharapkan kinan. tapi Dimas pun sadar ada banyak rintangan yang harus dilaluinya jika ini mengharapkan Kinan kembali. "Kamu masih perhatiin warungnya kinan dan ngeliatin Kinan? Udahlah nggak usah ngarepin Kinan lagi kan udah mau ada yang bilang juga. Mending kamu cari istri yang lain saja tuh ada tuh katanya anaknya Bu Minah naksir kamu. Mending kamu naksir dia aja katanya juga dia orangnya baik dan punya kebun kopi di desa Tanete kamu bisa mencoba kebun kopi setelah ini," bijak kak  ermalia memberi nasehat kepada Dimas. "Aku belum mau menikah lagi ke apa lagi ngurusin Kebon lagi. Kakak tahu sendiri kemarin aku gagal gara-gara kebun itu Rumah tanggaku berantakan aku nggak mau lagi deh kak," ujar Dimas menolak
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD