TWENTY FIVE

1535 Words

Hening.   Wendy tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Gadis itu hanya bisa menatap pria berkulit seputih salju itu dengan mata membulat dan bibir sedikit terbuka. Sungguh, ia tak pernah menyangka kehidupan masa lalu August Gold akan semengerikan itu.   Benarkah segala yang August ungkapkan tadi? Dilihat dari raut wajah yang tegang dan menyiratkan amarah itu, sepertinya tak mungkin August Gold mencoba membohonginya. Dengan mata yang menyiratkan kesedihan, kepedihan dan kesengsaraan yang mendalam itu rasanya tidaklah mungkin August Gold sedang bercanda sekarang.   Mendengar dua kalimat tentang mendiang Tuan Besar Gold dari mulut August membuat Wendy terenyuh. Rasa kelam merambat ke hatinya. Walaupun gadis itu tak pernah merasakan penderitaan August Gold secuil pun, hatinya seperti se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD