"Menurutmu?" Wendy mendongakkan kepalanya dan menatap August dengan kening berkerut. "Mengapa kau balas bertanya?" balasnya. August terkekeh. "Kau bisa mendengarkannya sendiri dari Ibumu?" "Kau sudah membuat Ibuku salah paham." August membelai pipi Wendy dengan jempolnya yang bergerak melingkar di permukaan kulit gadis itu. "Salah paham bagaimana?" Wendy mengerucutkan bibirnya dan berkata, "Salah paham tentang... kita." "Aku mengatakan semuanya dengan sebenar-benarnya. Akan tetapi, aku tidak dapat menjamin bahwa Ibumu akan mengerti situasi sesungguhnya." Wendy menggeleng. Ia melepas pelukannya dan meletakkan tangannya ke d**a August. "Kau berbohong dan itu membuatku takut.” "Aku berkata jujur, Wendy." August menaikkan satu alisnya. “Apa yang membuatmu takut

