TWENTY THREE

1465 Words

"Kau mau bilang apa sama Ibumu?" bisik August tepat di telinga Wendy.   Tubuh Wendy semakin kaku saat mendengar suara berat dan serak itu tepat di telinganya. Ia meremang ketika merasakan udara yang keluar dari mulut August menerpa cuping. Wendy memejamkan matanya yang tertusuk cairan asin di pelupuk, air matanya sekali lagi menetes. Gadis itu menunduk lebih dalam. Menyembunyikan wajahnya di balik surai coklatnya.   "Hei."   August meraih kepala Wendy dan menyandarkannya ke d**a. Membuat gadis itu dapat mendengarkan suara degup jantungnya dengan sangat jelas. Wendy menenggelamkan wajahnya ke d**a pria yang menjadi pusaran penderitaannya. Ia meremas kaos putih polos yang dikenakan oleh August dan menangis di sana.   "Ssshh..." August mencoba menenangkan Wendy dengan mengelus punggun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD