NINETEEN

1407 Words

Air yang dulunya hangat kini mulai berubah menjadi sedingin es. Tubuh Wendy mulai menggigil. Ia sudah terlalu lama berendam di genangan air mawarnya. Mungkin sudah satu jam. Lagipula musim dingin belum benar-benar berakhir. Jadi tak dapat dipungkiri jika ia kedinginan.   Dengan mata yang sudah mengantuk, Wendy beralih dari bathtub dan mengambil handuknya. Ia memejamkan matanya perlahan. Masih terasa panas dan perih karena telah menangis keras. Wendy mengatur napasnya, menormalkan laju detak jantungnya. Berharap ketika ia membuka pintu kamar mandi, pria yang tadi menciumnya dengan penuh affection dan gairah itu menghilang. Berharap keputusan yang ia ambil ini adalah keputusan yang paling tepat dan terbaik untuknya, juga untuk pria itu sendiri.   Wendy tak ingin mendapatkan mimpi buruk l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD