"Wendy." Masih berkutat dengan laptopnya, Wendy menyahut, "Mm?" Melihat Wendy yang sepertinya tidak menghiraukan keberadaannya, August Gold menghela napas. Ia berhenti mengancing kemejanya dan berkacak pinggang. Berdiri tidak jauh dari ranjang di mana Wendy bersantai. "Bantu aku memasang dasi ini," pintanya. "Kau bisa melakukannya sendiri. Seperti biasanya," sahut Wendy. Matanya masih terfokus pada layar laptop yang menayangkan film serial kesukaannya. August memutar bola matanya. "Aku ingin kau membantuku memasangnya. Ayolah," bujuknya. "Aku sibuk," kelit Wendy. "Sibuk apanya? Ayo bantu aku." Sepertinya Wendy benar-benar tidak menghiraukan August. Gadis itu masih saja memelototi layarnya. Pria bercat rambut pirang itu akhirnya memutuskan untuk berjalan ke

