TWENTY EIGHT

1406 Words

Tanpa ampun. The G terus menerus menghantamkan kursi kayu pada pria itu tanpa henti. Hingga orang yang ia pukuli terkulai tak berdaya di lantai dengan wajah babak belur. August melempar kursi yang sudah patah itu sembarangan. Membuat bunyi yang sangat nyaring dan menggema ke seluruh gudang kosong.   Dengan napas yang agak berat, August meraih belati yang tergeletak menganggur di lantai dan mulai menikam d**a orang yang sudah tak sadarkan diri itu berkali-kali.   Jleb! Jlebb! Jlebb!!   August terus menusukkan belati itu dengan brutal pada tubuh yang kini sudah tak bernyawa. Darah dari mayat itu mulai mengotori kemeja dan setelan jas Mark & Spencer-nya. Mata gelapnya meresapi cairan merah kental yang mulai merembes membanjiri lantai. Dan senyum aneh mengembang pada bibir tipisnya. Ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD