"Hey kalian, monster jelek! aku ingin berbicara dengan kalian!!!!" Umpat Ben sembari melirik kearah Axel.
"Kau ingin berbicara dengan kami? tentu..." Ucap salah satu diantara beberapa monster itu, ia menatap licik kearah Ben dengan langkah tenang ia berjalan menghampiri Ben.
"Kau..Ah iya kau pasti kepala sekolah!!!" Tukas Ben sembari melirik kearah sebuah gunting pemotong rumput yang kebetulan ada beberapa meter disebelah kanannya, perlahan tapi pasti ia langsung berlari mendekati gunting itu sembari terus memancing para monster itu untuk mendekatinya.
Bersamaan dengan Ben yang langsung menyuruh Axel segera berlari keluar sekolah saat itu juga. Namun sepertinya monster itu bukanlah orang yang bodoh, begitu ia melihat axel berlari kearah luar sekolah, segeralah tiga diantara kelimanya langsung beberapa monster langsung berlari mengejar Axel yang mengisahkan kepala sekolah dan seorang staff lagi yang mengejar ben.
Tentu saja hal ini membuat Ben menjadi kesal, tetapi sudah terlambat baginya untuk mengejar axel saat ini karena mau tidak mau ia harus menyelematkan diri terlebih dahulu untuk mengalahkan kedua Monster yang ada dihadapannya.
Ben langsung mengambil Gunting rumput itu dan mengarahkannya pada kepala sekolah dan staff sekolah secara bergiliran, ia juga melangkahkan kakinya berjalan mundur beberapa kali.
"Kau takut, Manusia?" Tanya kepala sekolah yang Semakin memperlihatkan tawa gelinya, disusul oleh staff sekolah tersebut.
"Aku Tidak takut, aku hanya..." Ia berpikir sejenak ,
" Ah iya, aku hanya jijik dengan kalian" Sambung Ben.
"Kau tak pantas menghina kami, Manusia!!!!" Bentak Kepala sekolah yang mulai marah terpancing oleh perkataan Ben. Dengan Penuh emosi, ia berlari kearah Ben disusul oleh staff sekolah yang ada disebelahnya.
"Akan kuubah kau menjadi sepertiku!!!" Teriaknya membabi-buta.
"Astaga, Harusnya aku ga membuat virus ini!!!!" Keluh Ben, ia langsung menusukkan gunting itu diwajah Kepala sekolah lalu ia ambil benda tajam yang dipegang kepala sekolah selagi pria tua itu meronta-ronta kesakitan dan secara cekatan Ben menyayatkan benda tajam berupa pisau dapur itu pada staff sekolah yang juga ikut menyerang Ben di bagian leher sampai mengeluarkan darah hitam pekat yang tak berbau.
Lalu dengan kesempatan yang ada, Ben langsung berlari meninggalkan kedua orang tersebut sebelum keduanya bergenerasi seperti yang terjadi pada monster yang ada didalam kantor ben.
Ben berlari menghampiri mobilnya yang kini sudah dipenuhi banyak monster asing dari berbagai profesi, sepertinya virus tersebut telah menyebar ke kalangan luas. Namun hal yang paling mengejutkan lagi ialah sosok pria dan wanita yang memegang erat Axel sembari menyeringai licik pada ben, wajah mereka terlihat menyeramkan tanpa sebuah hidung dan bibir serta kulit bewarna putih terang dan bola mata tanpa warna putih yang menatap tajam pada Ben.
"Papa!!!" Teriak Axel yang berusaha melepaskan diri, tetapi cengkraman kedua orang tersebut sangatlah kuat untuk dihadapi olehnya.
"Lepaskan anakku, Monster sialan!!!" Teriak Ben yang terlihat marah , namun sorot matanya tidak bisa berbohong kalau dia mengenal baik kedua orang tersebut.
Kedua orang tersebut hanya saling memandang untuk sejenak, sebelum akhirnya mereka melepaskan Axel dan membiarkan anak itu berlari ke pelukan ayahnya.
" Hai Professor Ben" Ucap Pria asing itu, Ben tak menanggapinya dan hanya memeluk erat axel saja sembari tetap memastikan bahwa tidak ada satupun monster yang mendekatinya.
"Santai saja prof, malahan kami senang telah menjadi bagian dari eksperimenmu" Ucapnya lagi, bersamaan dengan sang wanita yang berbisik pada pria itu . Keduanya seperti sedang berbicara satu sama lain.
"Ada yang ingin kami sampaikan padamu"
"Apa mau kalian?" Tanya Ben.
"Kami akan memberikan kalian waktu 24 jam untuk segera pergi dari sini dan bersembunyi , sebab jika sekali saja spesies kalian terlihat oleh kami maka bersiap-siaplah menjadi ras kami ataupun yang lebih parahnya menjadi santapan makanan" Ancamnya sembari tertawa lepas.
"Gila kau ya!!!!" Ben benar-benar ingin menghajar pria itu, namun tangannya langsung ditahan oleh Axel.
"Kau kelihatan sangat keberatan, Pak?" Tanya Wanita asing itu.
"Emosimu yang terlalu mementingkan ego sendiri, membuat kami ragu kalau kau akan memikirkan orang lain" Tambah Pria asing tersebut.
"Diamlah kalian, Monster sialan!!!" Bentak Ben, yang membuat kedua makhluk aneh itu saling tertawa.
"Kami bukan monster, Kami hanyalah hasil eksperimenmu yang terlahir sempurna!!!" Ucap Pria Bangga.
"Sekarang kau bisa memanggilku kami, Alfa Girl dan Alfa Boy" Sambung Pria itu yang kini mengebut dirinya Alfa Boy.
Ben hanya bisa membungkam, ia tak bisa berbuat apapun selain mendengarkan segala celotehan dua manusia hasil eksperimennya itu.
"Sudahlah Boy, lebih baik kita biarkan Pak Ben menjalankan misinya untuk segera bersembunyi sebelum kita basmi" Alfa boy hanya mengangguk.
"Selamat menyelamatkan diri!!!" Pekik Alfa boy yang terlihat Bahagia, lalu dalam sekejap ia dan alfa girl berlari cepat menjauhi Ben yang membuat seluruh monster yang ada disekitar Ben langsung terjatuh tak sadarkan diri dijalan seperti layaknya sepotong-sepotong tubuh tanpa kesadaran dengan beberapa puluhan cacing yang terlihat merayap disekujur tubuh mereka.
Ben hanya bisa menghela nafas panjang saja, ia tak habis pikir kalau hasil eksperimen gagalnya itu malah menghancurkan dunia ini dan rasanya saat itu ia benar-benar tak ingin lagi terlibat dalam pembentukan virus tersebut bila saja Waktu bisa diulang.
"Lebih baik aku segera mengevakuasi keluargaku" gumam Ben, ia langsung menggendong Axel menuju mobil dan beranjak dari sana alih-alih memperingatkan masyarakat lain tentang ancaman kedua alfa monster tersebut.