31. Festival dan Lonceng Perak

2662 Words

Daun mangga berguguran tertiup angin di sore hari. Yuri membersihkannya dengan sapu lidi. Zean menemani Mou Lizar mengadakan pertunjukan sihir di jalan yang ramai. Dia terpaksa karena paksaan dari Yuri. Sebenarnya Yuri hanya ingin sendirian untuk berpikir. Sebelum malam dia harus mendapatkan jawaban. Lalu, pemilik rumah itu justru pergi berlatih senjata dan membiarkan anak buahnya mengurus perjodohan yang sudah disepakati oleh-nya. Benar-benar sudah lari dari tanggung jawab menurut Yuri. "Apa yang ada di otakku sekarang? Bagaimana caranya membuat kepercayaan dirinya bangkit lagi? Aku tidak bisa berpikir." Yuri berhenti menyapu. Menggaruk kepalanya bingung. Seketika bunga-bunga buah mangga berjatuhan bersamaan terpaan angin. Mereka bertebaran di sekitar Yuri. "Apa? Kasihan sekali! Kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD