Hilang sudah semua penat dan keringat. Kini pemandian air panas tinggal kenangan. Zean dan Mou Lizar heran menatap perempuan yang dibawa Yuri. Sebaliknya, perempuan itu terpana memandangi Zean sampai matanya tak berkedip. Kini giliran Yuri yang membawa kuda. Dia geram karena perempuan itu terus memandang Zean. Mulutnya sampai sedikit terbuka. "Hei!" seru Yuri. Zean dan Mou Lizar sampai kaget, tetapi perempuan itu tidak. Dia masih fokus pada pemandangannya. Zean merasa tidak nyaman. Dia melihat Yuri yang sudah kesal pun hanya bisa tersenyum. Lalu, melambaikan tangan tepat di depan wajah perempuan itu, sontak perempuan itu langsung tersadar. "Kau baik-baik saja? Kenapa diam?" kata Zean sopan. Perempuan itu mengerjap-ngerjap dan mengulurkan tangannya. Zean bingung, hanya menatap tanga

