09~Gombal ? (Cringe)

1384 Words
Ervin sedang berlatih basket sedangkan Afiya sibuk chat-an dengan Miya sahabat nya. Afiya: Sumpah gue bosan banget di sini, cuma duduk doang mana nggak ada lagi yang nemenin. Miya: Sabar, nunggu pacar latihan itu sebuah keharusan. Afiya: Tapi, gue bosan banget. Serius !!! Miya: Ya udah izin sama Kak Ervin aja. Minta pulang sana. Bilang kalo lo bosan atau bilang ngirim pengganti aja nungguin dia latihan, gue rela kok gantiin posisi lo. Bwahahaha.. Afiya baru ingin membalas pesan dari Miya, tapi tiba - tiba ada pesan lain masuk. Afiya langsung mencek nya. Dan ternyata pesan itu dari Evelin teman cewek Afiya waktu SMP. Lumayan dekat dengan nya tetapi, tidak sedekat Miya dengan Afiya. Mungkin, karena waktu itu mereka masih sangat kekanakan dan tidak terlalu tau arti pertemanan. Evelin : Afiya...besok ada pertandingan basket kan di sekolah lo ? Afiya: Iya. Emang kenapa ? Evelin: Lo tauh siapa lawan tim basket kalian ? Afiya: Enggak. Emang kenapa sih ? Chat - Chat gini. Gaje tau ! Evelin: Heh, gue mau kasih tau lo. Lo pasti senang deh. Lawan tim basket kalian itu tim basketnya ALVARO !!! Afiya: Alvaro ? Alvaro siapa sih ? Evelin: Itu Alvaro yang lo suka dulu ! Yang lo tembak waktu valentine . Gila, dia tambah ganteng deh seriusan !!! Lo pasti bakalan suka sama dia lagi. Beuh... Dia banyak di kejar ama cewe saking ganteng nya. Dia ketua tim basket sekaligus ketua osis. Afiya: Astaga !!! Alvaro yang gue tembak itu ? Yang nolak gue di depan umum ? Seriusan ? Bakal hilang banget muka gue kalo gue ketemu lagi ama dia. T T Afiya dulu pernah menyukai kaka kelasnya yang bernama Alvaro yang waktu itu kelas 9 sedangkan Afiya kelas 8. Alvaro memang sudah terkenal sewaktu SMP. Pada hari valentine Afiya mencoba menembak Alvaro saking sukanya, Afiya menembak nya di kelas Alvaro dan menjadi tontonan banyak siswa. Tapi, pada akhirnya Afiya di tolak di depan umum. Afiya sempat tidak masuk sekolah selama 3 minggu saking malunya ia bahkan meminta pindah sekolah tetapi, orang tua Afiya tidak mengizinkan nya, Afiya juga malu untuk bercerita kepada orang tua nya, Sehingga dengan terpaksa Afiya kembali bersekolah dan menjadi bahan ejekan hingga Afiya harus bermuka tebal seperti tidak terjadi apa - apa . Jika Afiya mengingat hal tersebut ia bahkan menjadi malu sendiri dan bergidik ngeri sendiri. 'kok gue s**l banget, kayak nya besok gue harus absen deh" pikir Afiya . "Ervin, cewek lo sibuk banget sama hp daripada liatin cowo nya main basket. Ckckck" Bayu mencoba memanasi Ervin. Sedangkan Ervin langsung melihat ke arah Afiya yang memang sangat sibuk dengan hp nya. Membuat nya langsung menghampiri Afiya. "Kamu chat-an sama siapa ?" tanya Ervin. Afiya yang mendengar suara Ervin langsung mendongak menatap Ervin yang berdiri di depan nya. "Eh...itu aku chat-an sama temen aku" balas Afiya gugup takut di dapat oleh Ervin membahas cowok lain . "Sini coba" Ervin langsung merebut hp Afiya lalu mengecek pesan - pesan yang Afiya terima. "s****n" Afiya yang mendengar u*****n Ervin meringis. "Alvaro siapa ? Kamu niat selingkuh dari aku ?" Ervin menatap tajam Afiya yang menggit bibir bawah nya takut. "Eh, Nggak gitu. Dia itu cuma kaka kelas aku dulu iya cuma kaka kelas" balas Afiya sambil menampilkan cengiran nya "Kamu pikir aku bodoh, jelas - jelas teman kamu bilang kamu pernah suka sama dia sampai kamu nembak dia, dan kamu bilang itu cuma kaka kelas kamu?" Ervin menaikan nada bicara nya. 'Ck, udah tauh juga pake, nanya lagi.Ngeselin banget' pikir Afiya kesal. "Tapi, itukan dulu" balas Afiya dengan suara yang kecil seperti bisikan sambil menunduk tapi, masih dapat di dengar oleh Ervin. "Ck, kamu masih suka sama dia ?" Afiya langsung mengangkat kepala nya melihat Ervin menaikan sebelah alisnya. "Nggak. Aku udah nggak suka sama dia" Afiya menatap manik mata Ervin mencoba meyakinkan. "Awas aja besok kalo kamu dekat - dekat ama dia" tatap Ervin tajam lalu beranjak pergi setelah memberikan Afiya kembali hp nya. Afiya langsung chat Miya, meminta bantuan. Afiya: Miya gue harus gimana ? Ervin marah ama gue? Gimana cara nya biar dia nggak marah ? Entar, gue balik jalan kaki lagi. Mana udah sore. Miya: Loh kok kak Ervin bisa marah sama lo ? Lo buat apa sampai dia bisa mara sama lo ? Dia nggak bakalan biarin lo jalan kaki pulang kali. Nggak segitu nya. Afiya: Besok aja gue cerita nya. Lo belum liat kalo dia marah, kalo lo jadi gue, lo pasti bakalan ngebet banget minta putus ama dia. Miya: Ow, gitu. Afiya: Jadi gue harus gimana ? Bantuin dong, lo kan paling bisa diamin cowo. Miya: Ya, loh coba aja ngegombal dia. Biasanya sih itu ampuh. Tapi, gue nggak tau kalo spesies nya kayak Kak Ervin soalnya, udah banyak yang ngegombal dia tapi, nggak di ladenin di beri tatapan tajam sih, iya. Tapi, coba aja dulu lo kan pacarnya pasti ada beda - beda nya gitu. Afiya: Parah. Gue ngegombal dia, nggak ah. Muka gue mau di taruh di mana ? Miya: Yaudah sih kalo lo nggak mau. Pilihan kan ada di tangan lo. Afiya: Ya udah gue mau, tapi ngegombal dia gimana cara nya ? Sedangkan Ervin kembali berlatih basket. Sesekali Ervin kembali melirik Afiya yang kembali fokus ke hp nya, membuat Ervin semakin kesal. Semenarik itu kah Alvaro ? Daripada diri nya ? Ervin telah selesai latihan basket pukul 06.00 pm sore. Ervin berjalan deluan menuju parkiran untuk mengambil mobil meninggalkan Afiya berjalan di belakang nya. Ervin masih sangat marah kepada Afiya. Sehinggap pada saat selesai latihan, Afiya ingin melapkan keringat Ervin yang bercucuran di wajah nya tetapi, Ervin malah menghindar. Setelah sampai di parkiran mobil Ervin langsuk masuk mobil begitu juga dengan Afiya. "Kak Bayu sama Kak Dirga mana ? kok kita nggak pulang bareng sama mereka?" Afiya mencoba membuka pembicaraan dengan Ervin "Kenapa ? Kamu nggak suka pulang sama aku ? Kamu lebih suka pulang sama Alvaro kamu ?" tanya balik Ervin sinis tanpa menatap Afiya. Afiya yang mendengar Ervin berbicara seperti itu hanya meringis. Salah memilih pembukaan pembicaraan. Dirga dan Bayu memang sengaja tidak pulang bersama Ervin, mereka mengerti jika Ervin sedang ada masalah dengan Afiya. Jadi Dirga dan Bayu menumpang di mobil teman yang lain. Dirga dan Bayu sebenar nya mempunyai masing - masing kendaraan. Tetapi, mereka tidak membawa nya karena, mereka berencana menginap di rumah Ervin sehingga mereka tidak membawa kendaraan. Dirga dan Bayu sebenar nya juga keluarga berada tetapi, tidak sekaya Ervin. Selama perjalanan tidak ada yang membuka pembicaraan. Ervin dan Afiya kembali diam dan tenggelam dalam pikiran nya masing - masing. Afiya berfikir waktu yang tepat untuk mencoba saran Miya yaitu menggombal Ervin. Memilih waktu yang tepat agar tidak salah waktu. Sedangkan Ervin berfikir tentang Alvaro cowok yang dulu nya di sukai oleh Afiya. Taklama mobil berhenti di depan rumah Afiya. Afiya akhirnya mengatur nafas nya mencoba memulai tantangan bagi seorang wantia mendiamkan seorang pacar dengan menggombal nya. Setelah Afiya yakin, Afiya mulai membuka suara nya. "Ervin" panggil Afiya. "Mmm" Ervin hanya bergumam tanpa menatap Afiya, Ervin masih menatap jalanan di depan. "Vin, nanti kita nggak usah LINE-an ya" Ervin yang mendengar perkataan Afiya seketika membalik menatap Afiya. "Kenapa ? Kamu nggak mau di ganggu LINE-an sama Alvaro ? Gitu ?" Afiya langsung menggeleng lalu menunduk. "Nggak gitu. Hati aku kan udah ada sama kamu, jadi tinggal telepati aja" balas Afiya sambil menunduk. Seketika Ervin yang mendengar hal tersebut langsung diam mencoba mencerna kata - kata Afiya lalu setelah Ervin mengerti perkataan Afiya, Ervin langsung tersenyum. Afiya yang menunduk tidak mendengar respon apapun dari Ervin menjadi bingung. "Nggak ada respon, nggak berhasil pasti. Mampus, gue cuma memperburuk keadaan" Batin Afiya . Afiya mencoba mengangkat kepala nya menatap Ervin dan sedetik kemudian dia bersyukur melihat senyuman yang tercetak di bibir Ervin, yang tanda nya berhasil. "Cie, Fiya udah pintar ngegombal" Ervin langsung memeluk Afiya. Sedangkan Afiya semakin malu, tetapi setidak nya ia merasa lega Ervin tidak marah lagi pada nya. "Aku malu" Ervin yang mendengar suara Afiya tertawa "Nggak apa - apa kali, ngegombal pacar sendiri, itu ampuh lo. Sering - sering ya Fiya sayang" Ervin lalu merelai pelukan nya dan mengusap pucuk kepala Afiya lalu mencium nya. "Aku masuk dulu ya, vin" Ervin pun mengangguk. Afiya segera turun dari mobil Ervin berlari masuk ke dalam rumah lalu segera menuju kamarnya, menyembunyikan wajahnya di kasur setelah tiba di kamar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD