Ervin sudah menunggu Afiya di depan kelas Afiya bersama Dirga dan Bayu, Menunggu jam pelajaran terakhir selesai.
Tak lama loncengpun berbunyi menandakan jam pelajaran terakhir telah selesai.
Semua siswa dan siswi keluar dari kelas nya tapi, tidak dengan kelas Afiya guru yang mengajar di dalam kelas Afiya masih belum berniat keluar dari kelas tersebut.
Guru tersebut menunggu anak - anak memecahkan soal fisika yang sulit, sehingga yang dapat memecahkan nya dia yang pertama keluar dan begitu seterus nya.
"Bu udah pulang kali, pacar saya mau pulang bu. Ibu keluar dong" teriak Ervin dari luar kelas Afiya.
Guru yang mendengar hal tersebut langsung keluar kelas menghampiri Ervin dan teman - teman nya.
"Kamu Ervin ? Emang nya pacar kamu siapa ?" tanya guru tersebut sambil berkacak pinggang
"Afiya bu, ibu udah dong bu kasian pacar saya. Udah kelaperan itu bu" guru yang mendengar hal tersebut hanya mengangguk kan kepala nya.
"Oh, Afiya... Kamu mau pacar kamu pulang deluan, nggak ?" Ervin yang mendengar perkataan guru tersebut langsung mengangguk
"Kalo gitu kamu... Bantuin aja kerjain tugas nya kan kamu udah kelas 12 udah lewatin pelajaran ini, jadi kamu pasti tau dong jawabanya. Ibu izinin deh" balas guru tersebut sambil tersenyum.
Jarang - jarangkan Ervin kerja tugas, itung - itung balas dendam dari guru - guru yang tidak pernah di hargai oleh Ervin jika mengajar.
Ervin yang mendengar hal tersebut langsung menggelengkan kepala nya.
"Nggak jadi deh bu, ntar saya jadi gila itung - itungan ama rumus fisika bu, yaudah saya nunggu pacar saya aja selesai kerja nya. YANG SEMANGAT YAH FIYA" teriak Ervin di akhir perkataan nya.
"Kamu kok tega banget ama pacar kamu Ervin, sampai nggak mau nolong pacar kamu lagi, jangan - jangan kamu nggak sayang lagi sama Afiya ya ? Afiya udah putusin aja Ervin nya" guru tersebut sengaja membesarkan suara nya hingga di dengar sampai ke dalam kelas.
Afiya yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum sedangkan yang lain nya tertawa karena godaan dari guru fisika tersebut.
Jarang - jarang Ervin berhasil di goda oleh guru - guru.
"Ibu, jangan gitu dong bu, saya sayang banget sama Fiya bu, tapi nanti kalo saya bantuin kerja, Afiya malah nggak tau apa - apa kalo saya yang ngerjain tugas nya" elak Ervin
"Alasan" setelah guru tersebut selesai mengucapkan kalimat tersebut ia beranjak kembali masuk ke dalam kelas.
"Selesaikan di rumah, minggu depan ibu periksa" guru tersebut akhirnya keluar dari kelas setelah selesai mendapatkan ucapan terimahkasih.
Setelah guru tersebut keluar dari kelas. Ervin dan teman - teman nya langsung masuk ke dalam kelas tersebut .
Ervin langsung menghampiri Afiya yang membereskan buku - buku nya.
Sedangkan Miya sudah keluar dari dalam kelas, meninggalkan Afiya dan teman - teman Ervin setelah pamit kepada Afiya dan Ervin juga teman - teman Ervin karena, jemputan nya sudah datang.
"Fiya kamu nggak bakal mutusin aku kan karena, nggak bantuin kamu ngerjain soal nya ? Guru yang tadi jangan di dengar, aku sayang kok sama kamu" Ervin berusaha menjelaskan semuanya pada Afiya
'Mainin dikit, ah' Batin Afiya yang melihat Ervin memasang wajah memelas nya.
"Lagi di pertimbangin" balas Afiya tanpa menatap Ervin
"Fiya jangan gitu dong, aku beneran sayang sama kamu" Ervin mencoba meyakinkan Afiya
"Sayang Sayang tapi, bantuin pacar sendiri aja nggak mau" cibir Afiya
"Nggak gitu, nanti aku bantuin deh kerja nya, soalnya jadi PR kan ? Kamu kasih deh ke aku nanti aku yang kerjain" Afiya yang mendengar hal tersebut menaikan sebelah alisnya
"Emang kamu bisa kerjain ? Kamu kan sering bolos pelajaran" Afiya menjadi penasaran
"Nggak bisa sih. Tapi, nanti aku nyuruh deh siswa yang pintar di kelas aku ngerjain tugasnya pasti benar semua" balas Ervin enteng sedangkan Afiya hanya geleng - geleng kepala
"Nggak usah. aku canda doang tadi. Aku ngerti kali kalo kamu nggak bisa kerjain soal nya" balas Afiya sambil mencubit ke dua pipi Ervin gemas lalu tersenyum yang di balas senyuman manis dari Ervin.
"Wah, Afiya lo pengertiang banget, jadi pacar gue aja ya" Bayu tiba - tiba menggoda Afiya yang langsung mendapat pelototan tajam dari Ervin.
Sedangkan Dirga hanya geleng - geleng kepala.
Mereka berempat kini menuju parkiran mobil.
Setelah sampai di parkiran sekolah Ervin langsung masuk ke dalam mobil duduk di kursi pengemudi, Afiya duduk di kursi penumpang depan bersama Ervin sedangkan Dirga dan Bayu duduk di kursi penumpang belakang.
Ervin mulai menjalankan mobil nya mengeluarkan dari parkiran sekolah.
"Fiya kita makan dulu terus, temenin aku latihan basket soal nya besok ada pertandingan basket antar sekolah jadi, temenin aku latihan ya ?" tanya Ervin kepada Afiya sembari mengelus pucuk kepala Afiya.
Ervin sangat suka mengelus pucuk kepala Afiya sedangkan Afiya yang di perlakukan seperti itu awal nya merasa risih dan terganggu apalagi saat Ervin mencium pucuk kepalanya di depan banyak orang seperti di sekolah dan tempat umum lain nya. Awalnya Afiya sempat menolak tetapi, tetapi Afiya malah mendapat tuduhan bahwa Afiya selingkuh sehingga ia tidak ingin jika selingkuhan nya tauh kalo Afiya mempunyai pacar dan tatapan tajam dari Ervin yang di dapat nya sehingga Afiya hanya pasrah, sebenarnya ia juga merasa nyaman di perlakukan seperti itu tetapi, harus tauh situasi.
"Kenapa kamu nggak bilang waktu jam istrahat ? aku kan bisa ajak Miya" balas Afiya bingung
"Iya, tadi aku lupa. Tapi, bentar aja aku janji" balas Ervin memohon pada Afiya
"Yaudah" Afiya pun menyetujui nya.
Lalu mengeluarkan ponselnya mengirim pesan pada mama nya.
Fiya:
Ma, aku pulang telat ya, soalnya mau nemenin Ervin latihan basket dulu.
Tak lama kemudian pesan dari mama nya masuk sekitar 10 menit.
Mama:
Iya, hati - hati ya nak.
Afiya pun mencek LINE dari Miya yang baru masuk .
Miya:
Lo lagi di mana ? Jalan yuk ?
Afiya:
Lagi di mobil nya Ervin. Sorry nggak bisa gue lagi mau nemenin Ervin latihan basket soal nya.
Miya:
Ya udah deh. Padahal kita udah lama nggak jalan bareng
Fiya:
Maaf ya Miya, sahabatku sayang :'(
Miya:
It's okay :)
Setelah itu Afiya masih sibuk dengan hp nya atau lebih jelas nya chat sama Miya .
Sedangkan Ervin juga sibuk berbicara kepada Dirga dan Bayu.
Hingga tak lama kemudian tibalah mereka di sebuah restoran.
Setelah memarkirkan mobil Mereka semua turun lalu masuk ke dalam restoran tersebut.
Setelah mereka duduk, mereka akhirnya memesan makanan.
"Vin aku ke toilet dulu ya" Ervin yang mendengar hal tersebut menatap Afiya sebentar lalu mengangguk dan kembali mengobrol kepada Dirga dan Bayu .
Setelah Afiya pergi ke toilet, tak lama kemudian tiba - tiba datang seorang wanita menghampiri Ervin dan langsung duduk di pangkuan Ervin.
"Ervin. aku rindu banget ama kamu, kamu kok udah nggak pernah hubungin aku lagi" wanita itu tanpa malu duduk di pangkuan Ervin tidak peduli dengan tatapan orang - orang di sekitar nya sedangkan Ervin hanya memasang wajah datar nya begitu juga, dengan Dirga dan Bayu.
Dirga dan Bayu sudah tau siapa wanita tersebut. Nama Wanita tersebut adalah Rena. Rena adalah wanita yang dulunya memang pacaran dengan Ervin dan hanya memanfaatkan harta Ervin. Ervin sebenar nya sudah tauh jika dulu nya ia hanya di manfaatkan tetapi, ia hanya cuek saja karena Ervin hanya menganggap wanita tersebut adalah mainan nya jadi, ia tidak terlalu mempermasalahkan nya hingga Ervin tau jika ia di selingkuhi oleh wanita s****n tersebut.
Ervin tidak menyukai penghianatan ia membenci sesuatu seperti itu . Meskipun mainan nya sendiri yang menghianati nya ia tidak menyukai nya apalagi orang yang dia cintai dan percayai.
"Lo ngapain di sini? Jauh - Jauh lo dari gue, dasar wanita s****n" balas Ervin dingin.
"Ervin aku cinta sama kamu, dulu itu cuman kesalahpahaman saja aku itu nggak selingkuh dari kamu." elak wanita tersebut tanpa berniat turun dari pangkuan Ervin.
"Lo bilang lo nggaj selingkuh dari gue ? Lo itu tidur dengan cowok lain dan lo bilang itu salah paham ? Otak lo koslet ?" tanya Ervin lalu menatap tajam wanita tersebut.
Hingga tak lama Afiya muncul dengan wajah bingung nya.
Afiya hanya mengkerutkan kening nya, melihat wanita yang duduk di pangkuan Ervin .
"Siapa wanita itu ? Dia cantik. Salah satu mantan Ervin ? Ah, itu sudah pasti karena Ervin kan emang punya banyak cewe." batin Afiya menebak.
Ia tidak merasakan apapun saat melihat Ervin bersama Wanita lain. Mungkin karena dia belum mencintai nya ? Afiya juga terpaksa berpacaran dengan Ervin dan mereka juga baru beberapa hari pacaran.
Ervin yang melihat Afiya langsung terkejut takut ada kesalahpahaman di anatara mereka.
Ervin langsung menurunkan wanita tersebut dari pangkuan nya lalu memegang tangan Afiya.
"Fiya, ini nggak seperti yang kamu kira aku nggaj selingkuh. Dia dia itu cuman hanya orang nggak penting" Afiya yang mendengar hal tersebut ingin tertawa melihat wajah khawatir Ervin.
Sedangkan Dirga dan Bayu hanya mengangguk mendukung ucapan Ervin.
Berbeda dengan Rena yang melihat Afiya dengan pandangan tidak suka .
"Mmm, tidak apa - apa kalo kamu masih mau bicara dengan dia, aku nggak keberatan pindah tempat duduk" Ervin yang mendengar hal tersebut langsung menggeleng.
"Nggak. kamu di sini saja, jangan pindah" Ervin lalu menarik Afiya langsung duduk di pangkuan nya dan memeluk Afiya erat - erat lalu menyuruh Rena segera pergi.
Rena langsung pergi dengan wajah kesal dan marah.
"Kalau begitu aku tidak akan pindah jadi bisa nggak kamu lepasin pelukan nya dan turunin aku dari pangkuan kamu ? Aku bisa duduk sendiri" Afiya merasa sangat risih di tatap oleh orang - orang yang sedang makan apalagi dengan Bayu dan Dirga yang bersikap biasa saja.
'Dasar teman yang pengertian sekali' Batin Afiya kesal kepada Dirga dan Bayu yang tidak menghentikan kelakuan sahabat nya yaitu Ervin.
"Tak bisakah seperti ini saja ?" tanya Ervin memelas sambil menenggelamkan wajahnya di lekuk leher Afiya dan menghirup wangi Afiya dalam - dalam.
"Tidak. Turunin aku sekarang, gaimana caranya aku makan dan cara kamu makan ?" tanya Afiya bingung dengan tingkah Ervin
"Kamu bisa suapin aku dan aku suapin kamu" tatap Ervin ke pada Afiya.
"Vin ayolah, aku udah lapar banget" mohon Afiya kepa Ervin.
Ervin dengan berat hati melepaskan pelukan nya dan menurunkan Afiya dari pangkuan nya.
Tidak lama datanglah pesanan mereka. Mereka pun memakan makanan mereka masing - masing sesudah itu berangkat menuju tempat latihan basket. Yang sudah pasti telah di tunggui oleh anggota yang lain nya.