07~Telat

1242 Words
Pagi ini Afiya sedang menunggu Ervin yang katanya akan datang menjemput nya untuk berangkat bersama ke sekolah. Afiya terus melihat jam tangan nya yang melingkar di tangan kiri nya, karena sudah 15 menit Afiya menunggu tetapi, Ervin tak kunjung datang. Afiya mencoba LINE Ervin tetapi, tidak di balas apalagi di baca. Akhirnya, karena Ervin tak kunjung datang dan Afiya takut telat dan mendapat pengurangan poin, Afiya memutuskan untuk mencari kendaraan umum saja. Tiba - tiba ada sebuah mobil berhenti di depan Afiya yang sudah pasti di kenali oleh Afiya yaitu mobil Ervin . Tanpa basa - basi Afiya langsung membuka pintu mobil dan langsung masuk. "Vin, kamu niat nggak sih jemput aku ?" tanya Afiya kesal sambil melihat Ervin yang fokus menyetir. "Iya, aku niat banget jemput kamu tapi, tadi aku ke siangan bangun nya.kamu lama ya nunggu nya ? Maaf ya" balas Ervin sambil melirik Afiya yang memasang muka kesal nya . "Kamu kok tumben kesiangan ? Emang semalam kamu ngapain aja ?" tanya Afiya lagi. "Itu aku ngumpul sama Bayu dan Dirga semalam, jadi telat bangun nya" balas Ervin sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Ervin memang semalam baru pulang ke rumah sekitar jam 01.00 am, jadi dia hanya tidur beberpa jam saja yang tidak memuaskan rasa kantuk nya. "Oh" balas Fiya malas "Fiya" panggil Ervin "Mmm" bals Afiya tanpa berniat melirik Ervin yang memanggil nya ia masih fokus melihat ke luar jendela "Sayang" panggil Ervin lagi, karena tidak puas dengan jawaban Afiya "Mmm" Afiya hanya bergumam lagi menanggapi panggilang Ervin "Sayang jangan marah lagi dong, aku nggak bakalan terlambat lagi jemput kamu. Janji" Ervin mencoba neyakinkan Afiya, agar Afiya tidak marah lagi pada nya. "Janji ya, aku pegang janji kamu awas kalo kamu ingkari nggak usah jemput aku lagi" Afiya yang tadi melihat ke luar jendela akhirnya berbalik menatap Ervin. "Iya, aku janji kok, jadi jangan marah lagi ya Fiya sayang" balas Ervin sambil tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Afiya dengan satu tangan nya dan tangan lain nya yang memegang stir mobil.                          Akhirnya tibalah mereka di sekolah, untung mereka tidak terlambat masih  ada 5 menit lagi sebelum lonceng pertama masuk. Setelah Ervin selesai memarkirkan mobil Ervin dan Afiya pun keluar dari mobil lalu Ervin mengantar Afiya menuju kelas nya. Selama perjalanan menuju kelas Afiya, Ervin menggandeng tangan Afiya. Banyak murid - murid berteriak histeris ada juga yang menyapa Ervin tetapi, tidak mendapat respon apapun dari Ervin, Afiya yang melihat hal tersebut memutar malas bola matanya. "Aku masuk dulu ya" Ervin yang mendengar perkataan Afiya mengangguk lalu mencium pucuk ke pala Afiya. "Belajar yang rajin, matanya di jaga jangan, liat cowok yang lain" Afiya yang mendengar hal tersebut memutar malas bola matanya lalu mengangguk dan masuk ke dalam kelas nya. Setelah Afiya duduk di bangku nya, Miya langsung menyambut Afiya dengan berbagai macam pertanyaan. "Eh, gimana rasa nya pacaran ama Ervin?" tanya Miya tidak sabaran "Biasa aja" Balas Afiya acuh "Biasa aja ??? Fiya loh beruntung banget punya pacar kaya Ervin tapi, lo bilang biasa aja ? Good" Tanya Miya sambil geleng - geleng kepala "Ya, iya biasa aja. Kayak orang pacaran lain nya" balas Afiya "Dasar Cewek nggak peka" Afiya yang mendengar hal tersebut langsung memukul ke pala Miya dengan buku. Tak lama kemudian lonceng masuk berbunyi, menandakan pelajaran akan segera di mulai.                           Setelah Ervin selesai mengantar Afiya ke kelas nya ia langsung menuju ke kelasnya yang berada di tingkat paling atas yaitu tingkat 5 sesangkan Afiya berada di tingkat 3. "Ervin, loh udah datang ?" Ervin hanya mengangguk membalas sapaan Bayu "Ervin kita ke kantin aja, bentar lagi tuh guru Polkot bakal masuk, mau nggak ? Gue lagi malas dengar ceramah nya tuh guru" Bayu mencoba mengajak Ervin. Mereka bertiga memang sering bolos mata pelajaran, hanya sekali - kali mereka ikut mata pelajaran itupun jika sudah tertangkap oleh guru BK dan di paksa masuk atau kah merekah sedang ingin menjahili guru yang masuk di kelas mereka. "Gue sih fine - fine aja, gimana Dir, loh mau ikut nggak ?" tanya Ervin ke Dirga yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya. "Gue ikut, Mood gue juga lagi jelek entar tambah jelek lagi karena ketemu tuh guru polkot" Akhirnya mereka bertiga beranjak keluar dari dalam kelas tetapi, pada saat mereka berjalan keluar tidak sengaja Ervin menabrak guru yang di maksud oleh mereka adalah guru polkot, Ervin dan ke 2 teman nya memanggil guru tersebut ibu polkot yang katanya memiliki p****t yang besar. "Aduh, Ervin kamu kalo jalan itu di pake mata nya!" "Ibu, gimana sih kalo jalan itu pake kaki bu" Seketika semua siswa yang mendengar perkataan Ervin tertawa "Diam" tegur guru tersebut ke pada siswa yang tertawa karena perkataan Ervin. "Kamu mau kemana ?" sambung guru tersebut "Saya ama Dirga dan Bayu mau ke kantin dulu bu, laper belum makan tadi bu jadi, harus isi perut dulu baru belajar" balas Ervin sambil memegang perut nya "Dasar, makanya kalo mau berangkat ke sekolah makan dulu, nanti kamu sakit baru tau rasa!" guru tersebut hanya bisa geleng - geleng kepala "Cielah, ibu perhatian banget sama saya, emang ibu mau nikah ama saya? Jangan deh bu, soal nya saya nanti nya mau nikah sama Fiya bu, Kan nggak asyik kalo saya pacaran nya ama Fiya tapi, nikah nya ama ibu" Goda Ervin yang memang sangat berani ke pada guru . Dengan cepat guru tersebut memukul ke pala Ervin, Bayu, dan Dirga dengan penggaris mistar yang di pegang nya. "KELUAR" setelah guru tersebut berhasil memukul Ervin, Dirga, dan Bayu, guru tersebut menyuruh mereka bertiga keluar. "Makasih ya bu, saya batal deh pertimbangin ibu jadi calon istri saya, soal nya ibu galak entar kalo kita nikah saya dapat KDRT terus bu" kata Ervin sambil berlari keluar bersama Dirga dan Bayu yang hanya tertawa. Sedangkan di dalam kelas guru tersebut menyuruh semua anak - anak diam yang juga ikut tertawa sambil mengatur emosinya yang sudah memuncak. Ervin, Dirga, dan Bayu langsung menuju kantin.                          Sesampainya di kantin mereka bertiga langsung menyalakan rokok dan menghisap nya lalu menghembuskan nya. Padahal di sekolah ada peraruran di larang merokok tetapi, mereka tidak peduli dengan peraturan tersebut. Mereka akan melakukan apapun yang mereka sukai dan yang tidak di sukai oleh guru - guru. "Eh, gue mau cerita nih" Dirga ingin bercerita yang membuat dari tadi mood nya jadi jelek. "Apaan???" tanya Ervin dan Bayu hanya mengangguk "Semalam gue mimpi buruk, setelah pulang dari Club" "Mimpi apaan ?" tanya Bayu penasaran sedangkan Ervin hanya menaikan sebelah alisnya "Gue mimpi gue ada di sekitar personil JKT 48 yang cantik - cantik" Dirga memulai cerita nya. "Lho, bukan nya itu mimpi indah?" tanya Ervin bingung "Masalah nya gue jadi salah satu anggota personil JKT 48" Sambung Dirga ceritanya. Seketika tawa Ervin dan Bayu meledak memdengar cerita Dirga. "Wah parah, mimpi loh e****s banget" sambung Ervin sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa "Jangan - jangan loh bakalan transgender lagi" sambung Bayu yang juga tertawa Dirga hang mendengar hal tersebut merasa kesal kepada ke 2 sahabat nya tersebut . Tak lama lonceng bertanda istrahat berbunyi. "Eh, udah lonceng, gue mau jemput Fiya dulu, ntar gue balik" "Kaya masih anak - anak aja pake jemput - jemput" Goda Dirga "Iya, nggak bakal hilang kali Afiya, kalo lo nggak jemput, ntar dia juga bakalan ke sini ama teman nya." Sambung Bayu "Dia Emang Gadis kecil gue yang cantik. Emang sih Fiya nggak bakal hilang, tapi gimana kalo ada yang niat ambil dia dari gue ?" Balas Ervin. Lalu beranjak pergi ke kelas Afiya untuk menjemputnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD