Ervin sekarang tengah berdiri di depan sebuah pintu, menunggu seseorang membukakan nya pintu tersebut setelah memencet bel.
Tidak cukup lama Ervin menunggu, tiba - tiba pintu tersebut terbuka menampilkan Afiya yang sudah bersiap - bersiap.
Afiya memutuskan untuk memakai blouse bergaris putih biru di padukan dengan jeans putih dan flat shoes.
Sedangkan Ervin juga memakai blouse berwarna putih biru bergaris di padukan dengan jeans hitam dan sepatu on casual.
Mereka melihat pakaian satu sama lain yang berwarna sama seperti pakaian couple, padahal mereka tidak merencanakan nya.
"Fiya warna baju kita kembar lo, kata nya kalo kembar gitu kita jodoh."
kata Ervin ke pada Afiya sambil menyengir.
Afiya yang mendengar perkataan Ervin hanya tersenyum kikuk.
"Fiya, yang di luar siapa ? Suruh masuk orang nya." Tiba - tiba terdengar suara wanita paruh baya berumur sekitar 35 tahunan dari dalam rumah Afiya, yaitu ibu Afiya sendiri.
"Iya, Ma" balas Afiya setengah berteriak.
"Kak, masuk dulu mama ada di dalam, kaka mau ijinkan ?" tanya Afiya ke pada Ervin yang di sambut anggukan oleh Ervin.
Afiya mengantar Ervin ke ruang tamu yang terdapat mama nya yang juga sedang duduk.
"Selamat malam tante" kata Ervin sambil menyalam punggung tangan mama Afiya yang sedang duduk.
"Malam juga, silahkan duduk dulu nak" balas mama Afiya lembut ke pada Ervin.
"Kenalin tante nama saya Ervin, saya mau ngajak Afiya keluar jalan tante, apa boleh ?" balas Ervin setelah duduk di sofa yang berseblahan dengan sofa yang di duduki ibu Afiya dan Afiya.
"Nama kamu nak Ervin ya, kamu pacar nya Afiya, nak Ervin ?" balas mama Afiya lembut ke pada Ervin.
"Iya tante saya pacar nya Afiya" balas Ervin sambil tersenyum ke arah mama Afiya.
"Aduh dek, kamu udah punya pacar ya, mama kira nggak ada yang mau sama kamu, ternyata masih ada, Ganteng lagi" goda ibu Afiya ke pada Afiya.
Afiya yang mendengar hal tersebut langsung memelototi mama nya.
"Apaan sih ma" balas Afiya ketus ke pada mama nya.
"Yaudah nak Ervin kalo mau ngajak jalan Afiya, ibu ijinin kok tapi, pulang nya jangan kemalaman ya" kata ibu Afiya memberi izin ke pada Ervin.
"Iya, tante" balas Ervin ke pada ibu Afiya .
Lalu Ervin segera pamit ke pada ibu Afiya.
Setelah ke luar dari rumah Afiya.
Ervin langsung membukakan Afiya pintu mobil lalu mempersilahkan Afiya masuk.
Setelah Afiya sudah berada di dalam mobil, Ervin langsung menutup pintu mobil, lalu memutari mobil nya tersebut menuju kursi pengemudi.
Di dalam mobil tidak ada yang berbicara satu sama lain. Mungkin karena itu baru ke 2 kali nya mereka berada di dalam satu mobil.
Afiya diam - diam memperhatikan Ervin yang sedang fokus menyetir, hingga wajah nya memerah karena melihat wajah Ervin yang memang terkesan tampan
Tidak terasa mobil telah berhenti di sebuah restoran berbintang 5.
Ervin sudah keluar dari mobil nya, beranjak menuju samping mobil nya membukakan pintu untuk Afiya.
Afiya yang tidak menyadari bahwa Ervin telah ke luar dari mobil dan telah berada di samping nya membukakan pintu mobil untuk nya.
"Fiya, kamu belum mau turun ? Mau aku gendong aja ?" tanya Ervin ke pada Afiya sambil memunculkan senyuman manis nya.
Sontak Afiya yang mendengar hal tersebut langsung menoleh ke arah Ervin, lalu beranjak turun dari mobil.
Setelah Afiya turun dari mobil, Ervin langsung menggandeng tangan Afiya lalu mengajak nya masuk ke dalam restoran berbintang 5 tersebut.
Setelah berada di dalam restoran tersebut Ervin tidak berhenti untuk duduk di salah satu meja di restoran tersebut, tetapi Ervin masih saja terus berjalan sambil menggandeng tangan Afiya.
"Kak, kita ngapain sih di sini ? Balik aja yuk ?" kata Afiya ke pada Ervin.
Ervin yang mendengar pertanyaan dan bujukan dari Afiya hanya tersenyum ke arah Afiya.
Pasal nya mereka hanya berpakaian santai datang ke restoran berbintang 5 tersebut yang terkesan mewah yang tidak cocok dengan pakaian mereka.
Selama jalan menyusuri restoran tersebut, mereka di pandang oleh beberapa pengunjung yang sedang menikmati makan malam nya.
Tetapi Ervin hanya cuek saja tidak menanggapi orang - orang yang tengah melihat mereka. Berbeda dengan Afiya yang merasa risih sehingga terus membujuk Ervin agar mereka pulang saja. Tetapi Ervin hanya terus tersenyum ke pada Afiya tanpa berniat menjelaskan atau menjawab pertanyaan Afiya.
Setelah mereka sudah selesai menyusuri restoran tersebut, tibalah Ervin dan Afiya di depan sebuah pintu yang cukup besar yang sedang tertutup. Di luar nya berdiri seorang pelayan dan juga penjaga .
"Saya ingin bertemu dengan nenek dan kakek" kata Ervin ke pada penjaga tersebut yang langsung di sambut anggukan dari penjaga tersebut lalu membukakan pintu membiarkan Ervin masuk ke dalam.
"Kak, kita mau ngapain sih ke sini ? Terus mau ke temu siapa" tanya Afiya mendesak .
"Kita mau ketemu sama kakek dan nenek aku, terus kamu jangan manggil aku kaka panggil Ervin aja, aku tuh berasa bukan pacar kamu tauh kalo kamu manggil aku kayak gitu"Balas Ervin sambil mengelus puncak ke pala Afiya.
"kak, masa kita mau masuk, pake pakaian kayak gini? Mending pulang aja yuk kak" balas Afiya merengek tidak mempedulikan perkataan Eevin yang tadi.
"Kamu di bilangin jangan manggil kaka, jangan manggil kaka lagi atau kamu dapat hukuman" balas Ervin sambil menatap Afiya.
"Iya, tapi kalo gitu kita pulang aja Ervin, liat pakaian aku nggak cocok banget." balas Afiya masih merengek.
Ervin yang mendengar perkataan Afiya menaikan sebelah alis nya.
"Emang kenapa dengan pakaian kamu ? Kamu cantik kok pake pakaian gitu Fiya.Udah kita masuk yuk, kita udah nggak bisa balik lagi" balas Ervin lalu menarik tangan Afiya sehingga mereka sudah masuk dan pintu di tutup kembali.
"Ervin. kemarilah cucu sayang ku" kata seorang nenek yang duduk lalu membuka ke dua tangan nya meminta pelukan dari Ervin.
Ervin langsung menghampiri nenek tersebut lalu memeluk nya, meninggalkan Afiya berdiri canggung tidak tau harus berbuat apa. Sampai tiba - tiba seorang pria yang berusia sama dengan Ervin menyapa nya.
"Permisi nona, bolehkah aku tauh siapa nama mu ?" kata pria itu sopan lalu mengulurkan tangan nya.
Afiya langsung menyambut tangan tersebut.
"Afiya" balas Afiya sambil tersenyum manis
"nama yang indah seperti pemilik nya, perkenal kan nama ku adalah Davis sepupu dari Ervin" balas Davis tanpa masih berniat melepaskan tangan Afiya.
"Lepaskan dia Davis, dia adalah pacar ku" terdengar suara Ervin yang membuat Davis langsung melepaskan tangan Afiya.
Afiya yang mendengar suar Ervin yang menjadi dingin dan juga tegas langsung menoleh ke arah Ervin yang tengah berdiri di samping nya, Ervin yang sedang mentap tajam Davis.
"Ah, lama tidak bertemu Ervin. Aku hanya menyapa gadis cantik ini yang ternyata adalah kekasih mu, sayang sekali~" Balas Davis sambil menunjukan seringaian nya.
"Kau tidak perlu menyapa nya lagi atau mencoba menyentuh nya, jika kau melakukan nya aku akan membunu mu" balas Ervin dingin lalu segera menarik Afiya menuju nenek dan kakek nya untuk meperkenalkan Afiya.
Sedangkan Afiya yang masih bingung dengan apa yang terjadi ke pada Ervin sehingga membuat nya berbicara kasar ke pada sepupu nya tersebut.
"Ervin, siapa gadis cantik ini ? Apakah dia pacar mu ?" kata nenek Ervin setelah melihat Ervin menarik Afiya ke hadapan nya.
"Ya. dia pacar ku" balas Ervin ketus yang langsung di sambut kebingungan dari nenek nya karena sifat Ervin yang berubah.
"Ada apa dengan mu Ervin ?" tanya kakek Ervin ke pada Ervin.
"Kakek, mengap kau tidak bilang bahwa dia akan datang? Jika aku tau dia akan datang, aku tidak akan ikut makan malam bersama kalian" balas Ervin ke pada kakek nya tersebut.
"Siapa yang kau maksud ? Apakah itu Davis sepupu mu sendiri ? Ayolah, Ervin kakek tauh kau tidak akan datang jika kau tau bahwa Davis juga datang. Sudahlah jangan membuat masalah di depan pacar mu tersebut, segera lah duduk bersama pacar mu"
Balas kakek Ervin lembut.
Sedangkan Afiya masih bingung dengan apa yang terjadi. Mengapa Ervin tidak akan datang jika dia tauh bahwa sepupu nya sendiri juga akan datang ?
Ervin lalu menarik Afiya mendudukan nya di samping nya.
Mereka ber 5 sedang makan sambil sesekali membahas satu sama lain.
Ternyata Ervin, masih mempunyai Kakek dan juga Nenek yang yang peduli pada nya dan restoran yang mereka datangi adalah restoran milik kakek nya. Kakek nya adalah pengusaha ia memiliki beberapa perusahaan dan juga beberapa restoran. Kakek nya akan membagi rata harta nya untuk ke 2 cucu nya tersebut. Kakek nya hanya memiliki 2 anak saja yaitu: ayah Ervin dan juga ayah David. Tetapi, karena ke 2 anak kakek nya sudah memiliki perusahaan sendiri jadi ia akan membagikan ke pada ke 2 cucu nya yaitu Ervin dan David ketika saat nya sudah tiba. Jadi sudah bisa di pastikan bahwa Ervin adalah keturunan konglomerat.
Afiya yang menyadari hal tersebut menjadi bingung, mengapa seorang Ervin konglomerat ingin menjadi pacar Afiya gadis biasa?
Mereka ber 5 selesai makan sekitar pukul 9 malam, kakek dan nenek Ervin sudah pulang deluan sehingga menyisakan Afiya, Ervin dan juga Davis .
"Ervin, apakah kau tidak akan mengantar pulang pacar mu ?" setelah terdiam cukup lama akhirnya Davis mengangkat suara.
"Apa urusan mu?" balas Ervin kasar
"Jika kau tidak berniat mengantar nya pulang, aku bersedia mengantar nya pulang" seketika Ervin yang mendengar hal tersebut langsung tersulut emosi nya.
Ervin tidak menyukai jika milik nya di ganggu dan juga di inginkan oleh orang lain.
"Tidak perlu, aku yang akan mengantar nya pulang, bukankah sedang ada gadis lain yang menunggu mu di kamar hotel, mungkin? Apakah dia gadis yang sama atau yang berbeda lagi sekarang? Dan juga apa kah kakek tauh hal tersebut." balas Ervin menyunggingkan senyuman mengejek nya.
Seketika Davis yang mendengar hal tersebut tersulut emosi tanpa bisa berkata apa - apa lagi, Davis merasa di permalukan di depan Afiya.
Sedangkan Afiya yang mendengar hal tersebut langsung membulatkan mata nya tidak percaya dengan yang di katakan Ervin.
"Seperti nya kau sedang sibuk. Aku akan mengantar pacar ku sekarang pulang" balas Ervin lalu segera menarik Afiya berdiri dan berjalan keluar dari restoran tersebut meninggalkan Davis sendirian.