Ana uhibbuka fillah Aku mencintaimu karena Allah Andine bergumam pelan sambil menatap jendela pesawat, Rendi yang duduk di sebelah Andien hanya diam saja, ia memutuskan untuk pergi bersama Andine, walau ia tau akan ada meeting, tapi masalah Ardhan dan Andine lebih besar menurutnya, bukan tentangnya cintanya dengan Andine, tapi tentang persahabatannya dengan Ardhan. Andine hanya diam, ia menatap luar pesawat, menatap awan putih yang mengepul, menatap langit biru, dengan buliran air hangat yang terus saja mengalir dari pelupuk matanya. Bibir Andine selalu saja bergetar, mengucapkan kalimat-kalimat suci yang ia tujukan pada Ardhan, ia memang tidak tau bagaimana keadaan Ardhan sekarang, handphone saja ia tinggalkan di rumah, ia tidak sempat lagi untuk berkemas, pulang kerumah saja hanya un

