Tara kini sudah duduk di sebelah Ardhan, kedua tangannya tak lepas dari tangan Ardhan yang sudah dingin, Tara sangat yakin jika masih ada harapan di atas semuanya, dokter baru mendiagnosa penyakitnya bukan memvonis langsung penyakit yang Ardhan idap. Tara tidak habis pikir, kenapa Ardhan bisa selamah ini sampai ia sendiri dikalahkan oleh rasa sakit yang menyerangnya, Tara harap jika itu kanker itu hanya gejala awal, yang masih bisa di atasi, ada beberapa kanker yang memang masih bisa di obati tapi hal itu sangat jarang dan tidak mudah. Di tambah lagi kondisi Ardhan sudah sangat-sangat lemah, bagaimana caranya Tara bisa menindak lanjuti penyakit yang Ardhan idap ini. Tara menyeka air matanya,"Dan, kamu inget aku kan?" Ia terisak. "Aku Tara sahabat Anjara, cewek yang pernah suka sama kam

