Sinar putih menyilaukan mata Andine, gadis itu berusaha untuk mengitari ruang kosong yang tidak pernah ada jalan keluarnya, entah kenapa gadis tersebut sudah memakai pakaian serba putih, Andine menangis sesugukkan. Ia bingung sekarang dirinya sedang di mana. "Din?" Suara lemah tersebut memanggilnya, Andine sangat hapal sekali itu suara siapa, itu adalah suara dari seseorang yang tidak pernah luput dari pikirannya. Ia celingak-celinguk, mencari seseorang yang telah memangilnya. Lalu sinar besar datang tepat di hadapannya. Seorang laki-laki dengan baju serba putih, serta wajahnya yang tenang itu kini sudah berada di hadapan Andine. Andine tak kuasa menahan tangis dan rindunya yang sudah sangat membuncah. Perempuan itu langsung berlari untuk mendekati Ardhan, tapi kakinya terasa berat dan

