RAHASIA ARDHAN SEBENARNYA

809 Words

Singapura Seorang laki-laki terbaring lemah di atas matras rumah sakit, dengan bantuan selang oksigen yang sudah menmpel pada hidung dan mulutnya. Bunyi elektrokardiogram mendeteksi ruangan serba putih itu, Athaya, Aldi dan Abel hanya berharap anak laki-laki-nya itu bisa melewati semuanya. Ardhan tersenyum, ia melihat keluarganya yang meneteskan air mata karena melihat keadaannya, walaupun penglihatannya sudah agak kabur dan kurang jelas, sebab jarak keluarganya berada di luar ruangan, mereka habya berdiri pada batasan jendela bening. Di kamar rumah sakit Ardhan, terdapat televisi yang lumayan besar, televisi itu selalu saja memutar poto-poto, bahkan vidio-vidio Ardhan bersama Andine. Ardhan tersenyum getir, sesak yang begitu memesihkan sangat terasa sampai sekarang, di mana pada saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD