ARDHAN, KEMANA?

843 Words

Seharian ini Andine hanya duduk di dekat jendela kamar, menatap mentari pagi yang sudah menyinar terang, dengan langit biru yang ia harap bisa membuatnya tersenyum. Miris, semuanya hilang dan pergi tanpa permisi, mata sendu Andine tidak sedikitpun berpaling pada awan, langit, matahari bahkan burung merpati yang hanya melintas saja. Ia termenung, bermain dalam pikiran bersamaan bayang-bayang Ardhan yang terus saja terputar seperti kaset rusak. Kedua tangan Andine memangku wajahnya, tidak ada niatan sama sekali untuk beranjak dari tenpat tidurnya. Sedetik kemudian Andine langsung teringat akan amplop yang ia temui waktu itu, gadis tersebut beranjak dengan tangannya yang sudah meraba-meraba dan membongkar isi koper-nya. Tapi ia malah tidak menemukan amplopnya, seingat gadis itu ia benar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD