"Din kamu di rumah aja yah, aku ada urusan bentar," Ardhan mengacak lembut rambut Andine yang telah duduk di meja makan dengan menyantap sarapannya. Andine langsung menoleh, alisnya saling bertautan, masih sangat pagi tidak biasanya Ardhan pergi, lagipula selama ini kalau pergi Ardhan pasti pergi sama Andine. "Kenapa gak ajak aku? biasanya kemana juga sama aku kan?" Protes Andine, Ardhan mencium dahi Andine lumayan lama dengan matanya yang terpejam. "Kamu sakit, kamu masih lemas gimana aku mau ajak kamu? Din, tetap di rumah yah? Enggak bakal lama kok, nanti aku akan ajak kamu ke suatu tempat karena aku mau kasih tau kamu sesuatu," Andine akhirnya mengangguk saja dengan perasaannya yang tidak enak. Ardhan tersenyum lebar, laki-laki itu langsung meraih jaket tebalnya, lalu pergi ke luar

