BIANGLALA

819 Words

Kamu adalah jantung, saat kamu pergi maka aku juga akan ikut mati. "Kita mau ke mana?" Andine menatap lekat wajah Ardhan yang tengah sibuk menyetir saat ini, lalu Gadis tersebut menempelkan kepalanya di pundak Ardhan. Ardhan hanya tersenyum tipis, ia sangat bahagia melihat Andine tertawa tanpa beban. "Kemana coba?" Ardhan tersenyum menggoda. "Hmm ke mana ya?" Andine menerka-nerka, dengan jari telunjuk yang ia tempelkan di dahinya. Karena tidak tau, Andine akhirnya memaksa Ardhan untuk memberitahu,"Kemana?!" Pelotot Andine yang tadinya manis langsung beradatapsi jadi galak. "Dih, malah marah," Ardhan mencibir. Andine dengan tangkas memukuli lengan Ardhan gemas, Ardhan hanya tertawa saja sebab pukulan Andine tidak ada sakitnya sama sekali. Sretttt.... Andine di kagetkan dengan mob

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD