14. Undangan Makan Malam

1074 Words

Mata Amm menatap pria yang berada di hadapannya penuh dengan kebencian. Tidak akan pernah berkurang, melainkan bertambah setiap detiknya. Tangannya dikepal begitu erat, agar meredam emosi yang saat ini dirasakan saat melihat pria di hadapannya itu. Amm segera berlalu tetapi pergelangan tangannya ditahan oleh Hans. Ia ingin segera pergi dari sana. “Lepaskan—“ “Tidak. Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menjelaskan alasan kenapa kau melakukannya.” Hans menatap tajam ke arah Amm, ia menuntup jawaban dari wanita di hadapannya. Setelah 5 tahun, akhirnya mereka bertemu dan keadaan terasa begitu canggung. “Lepaskan!” tegas Amm sambil menghempaskan tangannya, agar terlepas dari cengkereman tangan Hans. “Tidak ada yang perlu dijelaskan,” seru Amm dengan nada tegas. Amm bergegas beranjak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD