Ma-maaf, tuan Java. Apa yang sedang—“ “Aku hanya tidak ingin kekasihku capek karena berdiri. Jadi, aku memberinya tempatku.” Mata Ambar begitu membulat sempurna mendengar pernyataan yang baru saja dikatakan oleh Java Lee. Kekasih? Amm Keola kekasihnya? Tidak hanya Ambar, bahkan Amm sendiri bahkan begitu terkejut. Bisa-bisanya, pria itu mengatakan jika dia adalah kekasihnya, bahkan dengan santainya mengusap rambutnya. Amm terdiam sejenak. "Sharon. Aku harap kau bisa membantu, keluar dan pukul wajah pria ini," ucap Amm membatin. "Kenapa aku harus melakukannya? Bukankah kau sangat tidak ingin jika aku mengantikan posisimu? Kau bahkan membuatku tidur." Sharon menjawab dengan begitu menusuk membuat Amm menyesal meminta bantuan pada kepribadiannya itu. "Sebaiknya kau selesaikan masalahm

