35. Kau duduk sendiri, atau aku datang mengendongmu?

1669 Words

Kepala yang masih terasa pusing, dipaksakan Amm untuk membuka matanya. Perlahan tapi pasti, ia mulai melihat isi ruangan tempatnya berada. Apa yang ditangkap oleh matanya, tidak lagi asing. Tempat ia membuka mata, sangat tidak asing dengan desain interior mewah berwarna abu-abu. Di hadapannya tepat sebuah televisi ukuran besar, serta pengharum ruangan yang cukup besar terdapat di sana. Amm mencari keberadaan Java, tetapi tidak menemukan pria itu. Pakaian yang dipakainnya, pun tergantu. “Sial! Kenapa pria itu selalu membawaku ke tempatnya. Padahal rumahku, di lantai bawah,” gerutu Amm sambil menyibak selimut. “Dan juga, kenapa mengganti pakaianku, awas kalau dia yang menggantinya,” umpat Amm kesal. Tangannya memijat tengkuk leher yang terasa tegang. “Berapa botol yang aku minum semalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD